Tampilkan postingan dengan label AFF Cup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AFF Cup. Tampilkan semua postingan
Selasa, Desember 23, 2008
Thailand Kesampingkan Faktor Kandang
INDOFOOTBALL
Punya rekor bagus dan difavoritkan jadi juara, tak membuat Thailand jumawa jelang laga dengan Vietnam. Berlaga di kandang sendiri bahkan tak dihitung sebagai keuntungan oleh Peter Reid.
Leg pertama babak final AFF Suzuki Cup 2008 akan berlangsung di Thailand, Rabu (24/12/2008). Tim Negeri Gajah Putih berada di atas angin jika menyimak rekor hanya kemasukan satu gol dari empat belas laga. Fakta bahwa mereka akan bermain di depan pendukungnya sendiri mempertegas keyakinan itu.
Namun Reid tidak ingin terbuai dengan kondisi tersebut. "Saya rasa keuntungan sebagai tuan rumah tidak akan berarti jika kita tidak bermain dengan benar," papar mantan pelatih Sunderland ini pada situs resmi turnamen.
Reid pantas khawatir karena pada laga kandang di babak semifinal Thailand tampil kurang baik. Menjamu Indonesia, mereka bahkan sempat kebobolan lebih dahulu akibat gol bunuh diri.
Kondisi sebaliknya terjadi di kubu Vietnam yang justru tidak gentar bermain tandang. Buktinya mereka malah memastikan lolos ke laga puncak berkat kemenangan di kandang Singapura, setelah bermain tanpa gol, 0-0 di kandang sendiri.
Hal lain yang juga jadi sorotan Reid adalah soal mental bertanding anak asuhnya. Sejumlah pemain sempat terlibat keributan di lapangan kala menjamu Indonesia di leg kedua semifinal. Bahkan kapten tim Datsakorn Thronglao pun sempat terlibat adu dorong dengan pemain Indonesia, Syamsul Chaeruddin.
"Jika Anda tidak mampu menjaga mental di lapangan, Anda tidak bisa bermain sepak bola. Jika Anda kehilangan kendali, maka Anda tidak bisa konsentrasi," tambah pembesut 52 tahun itu.
Di laga puncak, Thailand kehilangan Suchao Nutnum akibat hukuman kartu. "Gajah Putih" juga tidak akan diperkuat Sutee Suksomkit akibat cedera hamstring. "Kami memiliki beberapa hari untuk memikirkan pengganti mereka. Ya, saya akui kami akan kehilangan mereka. Namun saya yakin ada pemain yang tepat untuk menggantikan tugas mereka," pungkas Reid.
Thailand dan Vietnam sebelumnya bertemu di penyisihan grup yang berlangsung di Phuket. Saat itu Thailand menang 2-0. Kedua gol kemenangan dikemas oleh dua pemain yang bakal absen, Suchao dan Sutee Suksomkit. (DS)
Leg pertama babak final AFF Suzuki Cup 2008 akan berlangsung di Thailand, Rabu (24/12/2008). Tim Negeri Gajah Putih berada di atas angin jika menyimak rekor hanya kemasukan satu gol dari empat belas laga. Fakta bahwa mereka akan bermain di depan pendukungnya sendiri mempertegas keyakinan itu.
Namun Reid tidak ingin terbuai dengan kondisi tersebut. "Saya rasa keuntungan sebagai tuan rumah tidak akan berarti jika kita tidak bermain dengan benar," papar mantan pelatih Sunderland ini pada situs resmi turnamen.
Reid pantas khawatir karena pada laga kandang di babak semifinal Thailand tampil kurang baik. Menjamu Indonesia, mereka bahkan sempat kebobolan lebih dahulu akibat gol bunuh diri.
Kondisi sebaliknya terjadi di kubu Vietnam yang justru tidak gentar bermain tandang. Buktinya mereka malah memastikan lolos ke laga puncak berkat kemenangan di kandang Singapura, setelah bermain tanpa gol, 0-0 di kandang sendiri.
Hal lain yang juga jadi sorotan Reid adalah soal mental bertanding anak asuhnya. Sejumlah pemain sempat terlibat keributan di lapangan kala menjamu Indonesia di leg kedua semifinal. Bahkan kapten tim Datsakorn Thronglao pun sempat terlibat adu dorong dengan pemain Indonesia, Syamsul Chaeruddin.
"Jika Anda tidak mampu menjaga mental di lapangan, Anda tidak bisa bermain sepak bola. Jika Anda kehilangan kendali, maka Anda tidak bisa konsentrasi," tambah pembesut 52 tahun itu.
Di laga puncak, Thailand kehilangan Suchao Nutnum akibat hukuman kartu. "Gajah Putih" juga tidak akan diperkuat Sutee Suksomkit akibat cedera hamstring. "Kami memiliki beberapa hari untuk memikirkan pengganti mereka. Ya, saya akui kami akan kehilangan mereka. Namun saya yakin ada pemain yang tepat untuk menggantikan tugas mereka," pungkas Reid.
Thailand dan Vietnam sebelumnya bertemu di penyisihan grup yang berlangsung di Phuket. Saat itu Thailand menang 2-0. Kedua gol kemenangan dikemas oleh dua pemain yang bakal absen, Suchao dan Sutee Suksomkit. (DS)
Senin, Desember 22, 2008
Atasi Singapura, Vietnam Tantang Thailand
INDOFOOTBALL
Vietnam membuat kejutan dengan menundukkan Singapura untuk meraih tiket ke final. Menjalani laga tandang ke National Stadium, Singapura, The Golden Star memetik kemenangan 1-0.
Adalah Quang The Nguyen yang menjadi bintang sekaligus pahlawan kemenangan Vietnam dalam laga yang berlangsung Minggu (21/12/2008) malam WIB. Masuk sebagai pengganti di babak kedua, Quang The Nguyen mencetak satu-satunya gol dalam laga tersebut saat pertandingan tersisa 15 menit.
Buat Vietnam ini merupakan kali kedua mereka lolos ke final turnamen yang dulunya bernama Piala Tiger itu, setelah yang pertama tahun 1998. Skuad besutan Henrique Calisto akan menghadapi Thailand yang pada semifinal lainnya, kemarin, menundukkan Indonesia dengan agregat 3-1.
bagi kubu Singapura kekalahan ini terbilang mengejutkan. Sukses mereka menahan Vietnam tanpa gol di leg pertama ternyata justru berlanjut dengan kekalahan saat menjalani laga di kandang sendiri, kekalahan yang memastikan lepasnya status sebagai tim terbaik Asia Tenggara sekaligus menjadi kekalahan pertama setelah sebelumnya tak terkalahkan di 20 pertandingan.
Vietnam akan lebih dulu menjalani laga tandang ke Bangkok pada leg pertama final yang akan dilangsungkan pada 24 Desember. Sementara pertandingan kedua digelar di Hanoi empat hari berselang. (DS)
Adalah Quang The Nguyen yang menjadi bintang sekaligus pahlawan kemenangan Vietnam dalam laga yang berlangsung Minggu (21/12/2008) malam WIB. Masuk sebagai pengganti di babak kedua, Quang The Nguyen mencetak satu-satunya gol dalam laga tersebut saat pertandingan tersisa 15 menit.
Buat Vietnam ini merupakan kali kedua mereka lolos ke final turnamen yang dulunya bernama Piala Tiger itu, setelah yang pertama tahun 1998. Skuad besutan Henrique Calisto akan menghadapi Thailand yang pada semifinal lainnya, kemarin, menundukkan Indonesia dengan agregat 3-1.
bagi kubu Singapura kekalahan ini terbilang mengejutkan. Sukses mereka menahan Vietnam tanpa gol di leg pertama ternyata justru berlanjut dengan kekalahan saat menjalani laga di kandang sendiri, kekalahan yang memastikan lepasnya status sebagai tim terbaik Asia Tenggara sekaligus menjadi kekalahan pertama setelah sebelumnya tak terkalahkan di 20 pertandingan.
Vietnam akan lebih dulu menjalani laga tandang ke Bangkok pada leg pertama final yang akan dilangsungkan pada 24 Desember. Sementara pertandingan kedua digelar di Hanoi empat hari berselang. (DS)
Jumat, Desember 12, 2008
Waspadai Counter Attack
INDOFOOTBALL
Thailand memang tim dengan rekor sempurna di penyisihan Piala AFF.Tapi,calon lawan Indonesia di semifinal ini bukan tanpa kelemahan.
Kecemasan membayangi timnas jelang bentrok leg pertama semifinal Piala AFF versus Thailand, Selasa (16/12). Sebab,performa The War Elephants– julukan Thailand–dinilai lebih menjanjikan. Mereka lolos sebagai juara Grup A setelah menang 2-0 atas Vietnam, menggunduli Laos dengan skor 6-0,serta menekuk Malaysia 3-0.
Tim asuhan Peter Reid ini juga ditopang Teerasil Dangda dan Suree Sukha yang pernah berguru di Manchester City serta Teerathep Winothai yang bermain di klub Liga Belgia Lierse SK.Kecepatan Sutee Suksomkit dan Datsakorn Thonglao juga bakal jadi ancaman lain bagi skuad Merah Putih.
Pelatih PSM Makassar Raja Isa mengatakan, pemain Thailand ditopang wawasan luas selain memiliki kecepatan di atas rata-rata.Sentuhan bola dari kaki ke kaki juga sangat rapi dan efektif.The War Elephants juga kerap memberikan efek kejut dengan peragaan longpassyang akurat.
”Thailand berhasil mengadopsi karakter sepak bola Inggris. Pemain sangat cepat dan selalu bergerak. Kedua sayap merekasangatmematikan.Hatihatiterhadap counterattackdan bola corner Thailand. Malaysia kalah lantaran pemain minim pengalaman dan kurang memperhatikan hal ini,”kata Raja.
Pelatih berpaspor Malaysia ini menambahkan, barisan pertahanan Thailand di bawah komando Suree Sukha sejauh ini cukup solid.Mereka jadi satu-satunya tim clean sheet(belum pernah kebobolan) di Piala AFF. ”Pemain Thailand juga licin dan licik.Tapi,mereka terlalu overconfidence.
Konsentrasi pemain Thailand harus diganggu. Saat menyerang, pemain belakang mereka kerap overlap. Ini bisa dimanfaatkan timnas dengan mengoptimalkan counter attack. Malaysia memiliki beberapa peluang lantaran menunggu momen itu,”ungkapnya. Namun,mantan Pelatih Selangor FC ini mengkhawatirkan menurunnya daya tahan tim Merah Putih pada menitmenit akhir laga.
Raja pun berargumen secara teknis hanya Singapura yang bisa mengimbangi Teerasil Dangda dkk. ”Thailand harus diberi tekanan. Timnas harus menang minimal 2-0 saat home.Sebab, Thailand tangguh di kandang. Pemain timnas harus disiplin. Dari tiga pertandingan, daya tahan mereka menurun pada 15 menit terakhir.
Hanya Singapura yang bisa mengalahkan Thailand. Singapura tahu bagaimana cara memprovokasi pemain Thailand dan mengatur ritme permainan,”tuturnya. Sementara itu, Pelatih Timnas Benny Dollo mengaku sudah mempelajari permainan Thailand.TheWar Elephants dinilai tidak memiliki skema permainan jelas.
”Kami sudah melihat pola mereka secara detail. Pola mereka tidak jelas. Mereka hanya mengandalkan kecepatan dan daya tahan.Secara individu, kemampuan mereka relatif sama.Tapi, mereka terlihat unggul dalam hal pergerakan pemain. Mereka sangat aktif.Hal itu yang belum dimiliki timnas.
Pemain harus lebih aktif lagi membuka peluang,”paparnya. Tim Merah Putih memilih realistis.Sebab,Charis Yulianto dkk kurang diuntungkan dengan jadwal pertandingan. ”Kami harus melihat kemampuan untuk lolos ke final.Keyakinan ada, tapi harus dengan dasar.Kanterkait faktor teknis dan nonteknis.
Kalau bisa mengatasi Thailand,peluang juara cukup besar. Motivasi pemain akan meningkat.Tapi,kami terkendala dengan terbatasnya recovery. Setelah home, Rabu (17/12), kami harus terbang ke Thailand. Kapan pemain istirahat dan mematangkan persiapan?”tandasnya. (SND)
Kecemasan membayangi timnas jelang bentrok leg pertama semifinal Piala AFF versus Thailand, Selasa (16/12). Sebab,performa The War Elephants– julukan Thailand–dinilai lebih menjanjikan. Mereka lolos sebagai juara Grup A setelah menang 2-0 atas Vietnam, menggunduli Laos dengan skor 6-0,serta menekuk Malaysia 3-0.
Tim asuhan Peter Reid ini juga ditopang Teerasil Dangda dan Suree Sukha yang pernah berguru di Manchester City serta Teerathep Winothai yang bermain di klub Liga Belgia Lierse SK.Kecepatan Sutee Suksomkit dan Datsakorn Thonglao juga bakal jadi ancaman lain bagi skuad Merah Putih.
Pelatih PSM Makassar Raja Isa mengatakan, pemain Thailand ditopang wawasan luas selain memiliki kecepatan di atas rata-rata.Sentuhan bola dari kaki ke kaki juga sangat rapi dan efektif.The War Elephants juga kerap memberikan efek kejut dengan peragaan longpassyang akurat.
”Thailand berhasil mengadopsi karakter sepak bola Inggris. Pemain sangat cepat dan selalu bergerak. Kedua sayap merekasangatmematikan.Hatihatiterhadap counterattackdan bola corner Thailand. Malaysia kalah lantaran pemain minim pengalaman dan kurang memperhatikan hal ini,”kata Raja.
Pelatih berpaspor Malaysia ini menambahkan, barisan pertahanan Thailand di bawah komando Suree Sukha sejauh ini cukup solid.Mereka jadi satu-satunya tim clean sheet(belum pernah kebobolan) di Piala AFF. ”Pemain Thailand juga licin dan licik.Tapi,mereka terlalu overconfidence.
Konsentrasi pemain Thailand harus diganggu. Saat menyerang, pemain belakang mereka kerap overlap. Ini bisa dimanfaatkan timnas dengan mengoptimalkan counter attack. Malaysia memiliki beberapa peluang lantaran menunggu momen itu,”ungkapnya. Namun,mantan Pelatih Selangor FC ini mengkhawatirkan menurunnya daya tahan tim Merah Putih pada menitmenit akhir laga.
Raja pun berargumen secara teknis hanya Singapura yang bisa mengimbangi Teerasil Dangda dkk. ”Thailand harus diberi tekanan. Timnas harus menang minimal 2-0 saat home.Sebab, Thailand tangguh di kandang. Pemain timnas harus disiplin. Dari tiga pertandingan, daya tahan mereka menurun pada 15 menit terakhir.
Hanya Singapura yang bisa mengalahkan Thailand. Singapura tahu bagaimana cara memprovokasi pemain Thailand dan mengatur ritme permainan,”tuturnya. Sementara itu, Pelatih Timnas Benny Dollo mengaku sudah mempelajari permainan Thailand.TheWar Elephants dinilai tidak memiliki skema permainan jelas.
”Kami sudah melihat pola mereka secara detail. Pola mereka tidak jelas. Mereka hanya mengandalkan kecepatan dan daya tahan.Secara individu, kemampuan mereka relatif sama.Tapi, mereka terlihat unggul dalam hal pergerakan pemain. Mereka sangat aktif.Hal itu yang belum dimiliki timnas.
Pemain harus lebih aktif lagi membuka peluang,”paparnya. Tim Merah Putih memilih realistis.Sebab,Charis Yulianto dkk kurang diuntungkan dengan jadwal pertandingan. ”Kami harus melihat kemampuan untuk lolos ke final.Keyakinan ada, tapi harus dengan dasar.Kanterkait faktor teknis dan nonteknis.
Kalau bisa mengatasi Thailand,peluang juara cukup besar. Motivasi pemain akan meningkat.Tapi,kami terkendala dengan terbatasnya recovery. Setelah home, Rabu (17/12), kami harus terbang ke Thailand. Kapan pemain istirahat dan mematangkan persiapan?”tandasnya. (SND)
Jumat, Desember 12, 2008
Timnas Fokus Penyelesaian Akhir
INDOFOOTBALL
Timnas sepak bola Indonesia fokus pada penyelesaian akhir dalam sesi latihan perdana jelang tampil di leg pertama semifinal menghadapi Thailand di turnamen AFF Suzuki Cup 2008 yang berlangsung pada 16 Desember di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
"Kita mengarah ke sana," kata Benny Dollo usai latihan di lapangan Sawangan, Depok, Kamis sore disinggung banyaknya peluang namun gagal saat melawan Singapura di babak penyisihan grup
Indonesia yang runner up grup A akan menghadapi juara grup B Thailand dan runner up grup B Vietnam melawan juara grup A Singapura.
Ia mengatakan, para pemain juga diingatkan tetap fokus pada posisi saat menghadapi serangan balik lawan.
Disinggung kondisi pemain, Bendol yang mantan pelatih Arema ini mengatakan, semua dalam kondisi baik kecuali M Robi yang sakit buang-buang air.
"Ya kita lihat Senin," katanya soal kondisi pemainnya siapa saja yang paling siap tampil.
Menghadapi Thailand, Bendol tak kuatir. "Saya tidak hirau," katanya mengingatkan bahwa Timnas Indonesia dapat menyulitkan Arab Saudi dan Korsel di Piala Asia.
Indonesia lolos ke semifinal dengan posisi runner up grup A setelah mengalahkan Myanmar 3-0, menekuk Kamboja 4-0 dan menyerah 0-2 lawan juara bertahan Singapura.
Sementara striker Timnas Budi Sudarsono menyatakan tak memikirkan soal topskor di event itu. "Saya ingin membawa Timnas menang dan merebut juara," kata Budi.
Ia menilai Timnas perlu kecepatan yang tinggi untuk menghentikan serangan Thailand.
Dalam sesi latihan perdana sore itu, Benny didampingi Asisten Pelatih Widodo C Putro membagi 22 pemain Timnas menjadi dua tim dalam game pertandingan dengan mengkombinasikan empat striker yakni Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Aliyudin dan TA Musafri. (ANT)
"Kita mengarah ke sana," kata Benny Dollo usai latihan di lapangan Sawangan, Depok, Kamis sore disinggung banyaknya peluang namun gagal saat melawan Singapura di babak penyisihan grup
Indonesia yang runner up grup A akan menghadapi juara grup B Thailand dan runner up grup B Vietnam melawan juara grup A Singapura.
Ia mengatakan, para pemain juga diingatkan tetap fokus pada posisi saat menghadapi serangan balik lawan.
Disinggung kondisi pemain, Bendol yang mantan pelatih Arema ini mengatakan, semua dalam kondisi baik kecuali M Robi yang sakit buang-buang air.
"Ya kita lihat Senin," katanya soal kondisi pemainnya siapa saja yang paling siap tampil.
Menghadapi Thailand, Bendol tak kuatir. "Saya tidak hirau," katanya mengingatkan bahwa Timnas Indonesia dapat menyulitkan Arab Saudi dan Korsel di Piala Asia.
Indonesia lolos ke semifinal dengan posisi runner up grup A setelah mengalahkan Myanmar 3-0, menekuk Kamboja 4-0 dan menyerah 0-2 lawan juara bertahan Singapura.
Sementara striker Timnas Budi Sudarsono menyatakan tak memikirkan soal topskor di event itu. "Saya ingin membawa Timnas menang dan merebut juara," kata Budi.
Ia menilai Timnas perlu kecepatan yang tinggi untuk menghentikan serangan Thailand.
Dalam sesi latihan perdana sore itu, Benny didampingi Asisten Pelatih Widodo C Putro membagi 22 pemain Timnas menjadi dua tim dalam game pertandingan dengan mengkombinasikan empat striker yakni Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Aliyudin dan TA Musafri. (ANT)
Jumat, Desember 12, 2008
Timnas Indonesia diminta tidak lagi memperdebatkan masalah fisik pemain, namun harus mewaspadai kecepatan Thailand.
Mantan striker timnas Indonesia Ricky Yakobi memberikan masukan buat skuad timnas Merah Putih besutan pelatih Benny Dollo, saat menghadapi Thailand di leg pertama semi-final Piala AFF Suzuki Cup 2008 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 16 Desember mendatang.
Menurut bomber yang pernah merumput di Liga Jepang itu, Bendol --sapaan akrab Benny Dolo-- sebagai pelatih harus mempersiapkan timnya dengan sempurna dan tidak lagi memperdebatkan kelelahan pemain. Yang perlu diwaspadai kata Ricky, bagaimana mengantisipasi kecepatan pemain Thailand.
"Bendol harus siapkan strategi dan jangan lagi kelelahan fisik pemain dijadikan alasan. Sebab, Thailand bukan lawan yang ringan dan harus bisa dikalahkan, jika Indonesia ingin menembus babak final," sungut Ricky kepada wartawan di Senayan, kemarin (10/12).
Pernyataan Ricky itu karena Thailand dipastikan menjadi lawan Indonesia di semi-final. Di mana Thailand tampil sebagai juara grup B setelah di laga terakhir penyisihan grup melibas Malaysia 3-0 di Stadion Surakul Phuket, Rabu (10/12). Tiga gol Thailand dipersembahkan Sutee Suksomkit pada menit ke-23 serta Teerasil Dangda pada menit ke-46 dan 76.
Seperti diketahui, semi-final pertama berlangsung di stadion utama dan leg kedua di Stadion Surakul Phuket, Thailand, pada 20 Desember mendatang. Jika ingin lolos ke final, Indonesia harus bisa memenangkan pertandingan di laga pertama. Sebab laga kedua akan dimainkan di kandang Thailand.
"Timnas Indonesia harus memperbaiki berbagai kelemahan yang terlihat ketika dilibas Singapura 0-2, Selasa malam lalu. Tampak pemain kita tidak memiliki variasi serangan, tidak punya pemain di lini kedua, dan tidak memiliki pemain yang bernaluri gol tinggi. Hal itu membuat Indonesia kesulitan membongkar pertahanan Singapura," pungkas Ricky. (Gol)
Mantan striker timnas Indonesia Ricky Yakobi memberikan masukan buat skuad timnas Merah Putih besutan pelatih Benny Dollo, saat menghadapi Thailand di leg pertama semi-final Piala AFF Suzuki Cup 2008 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 16 Desember mendatang.
Menurut bomber yang pernah merumput di Liga Jepang itu, Bendol --sapaan akrab Benny Dolo-- sebagai pelatih harus mempersiapkan timnya dengan sempurna dan tidak lagi memperdebatkan kelelahan pemain. Yang perlu diwaspadai kata Ricky, bagaimana mengantisipasi kecepatan pemain Thailand.
"Bendol harus siapkan strategi dan jangan lagi kelelahan fisik pemain dijadikan alasan. Sebab, Thailand bukan lawan yang ringan dan harus bisa dikalahkan, jika Indonesia ingin menembus babak final," sungut Ricky kepada wartawan di Senayan, kemarin (10/12).
Pernyataan Ricky itu karena Thailand dipastikan menjadi lawan Indonesia di semi-final. Di mana Thailand tampil sebagai juara grup B setelah di laga terakhir penyisihan grup melibas Malaysia 3-0 di Stadion Surakul Phuket, Rabu (10/12). Tiga gol Thailand dipersembahkan Sutee Suksomkit pada menit ke-23 serta Teerasil Dangda pada menit ke-46 dan 76.
Seperti diketahui, semi-final pertama berlangsung di stadion utama dan leg kedua di Stadion Surakul Phuket, Thailand, pada 20 Desember mendatang. Jika ingin lolos ke final, Indonesia harus bisa memenangkan pertandingan di laga pertama. Sebab laga kedua akan dimainkan di kandang Thailand.
"Timnas Indonesia harus memperbaiki berbagai kelemahan yang terlihat ketika dilibas Singapura 0-2, Selasa malam lalu. Tampak pemain kita tidak memiliki variasi serangan, tidak punya pemain di lini kedua, dan tidak memiliki pemain yang bernaluri gol tinggi. Hal itu membuat Indonesia kesulitan membongkar pertahanan Singapura," pungkas Ricky. (Gol)
Kamis, Desember 11, 2008
Vietnam Temani Thailand
INDOFOOTBALL
Vietnam akhirnya meraih tempat ke babak semifinal turnamen AFF Suzuki Cup 2008 setelah memenangi persaingannya dengan Malaysia. Sementara itu Thailand tetap tampil sebagai juara Grup B.
Kepastian Vietnam lolos ke babak empat besar terjadi setelah mereka menang telak 4-0 atas tim yang sudah tersingkir, Laos, pada pertandingan terakhir di Surakul Stadium, Puket, Thailand, Rabu (10/12/2008).
Vietnam menutup kiprahnya di babak penyisihan dengan nilai enam dari tiga pertandingan, unggul tiga angka atas Malaysia, yang di laga pamungkasnya menelan kekalahan 0-3 dari tuan rumah Thailand.
Dengan demikian Vietnam akan bertemu juara Grup A yang juga juara bertahan, Singapura, di babak semifinal, sedangkan Thailand, yang meraih nilai sempurna dari tiga pertandingan, bakal berjumpa Indonesia di partai semifinal lainnya.
Vietnam mencetak keempat gol kemenangannya atas Laos di babak kedua, yang masing-masing dicetak Nguyen Viet Thang (di menit 48), Pham Luong (63) Huynh Thanh (66), dan Phan Thanh Binh (81).
Sementara Thailand menyingkirkan Malaysia lewat gol-gol Sutee Suksomsit (20) dan Teerasil Dangda (46 & 76).
Babak semifinal digelar dengan sistem home and away. Indonesia menjadi tuan rumah terlebih dahulu buat Thailand, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 16 Desember. Empat hari kemudian giliran skuad "Merah Putih" yang bertandang ke Puket. (DS)
Kepastian Vietnam lolos ke babak empat besar terjadi setelah mereka menang telak 4-0 atas tim yang sudah tersingkir, Laos, pada pertandingan terakhir di Surakul Stadium, Puket, Thailand, Rabu (10/12/2008).
Vietnam menutup kiprahnya di babak penyisihan dengan nilai enam dari tiga pertandingan, unggul tiga angka atas Malaysia, yang di laga pamungkasnya menelan kekalahan 0-3 dari tuan rumah Thailand.
Dengan demikian Vietnam akan bertemu juara Grup A yang juga juara bertahan, Singapura, di babak semifinal, sedangkan Thailand, yang meraih nilai sempurna dari tiga pertandingan, bakal berjumpa Indonesia di partai semifinal lainnya.
Vietnam mencetak keempat gol kemenangannya atas Laos di babak kedua, yang masing-masing dicetak Nguyen Viet Thang (di menit 48), Pham Luong (63) Huynh Thanh (66), dan Phan Thanh Binh (81).
Sementara Thailand menyingkirkan Malaysia lewat gol-gol Sutee Suksomsit (20) dan Teerasil Dangda (46 & 76).
Babak semifinal digelar dengan sistem home and away. Indonesia menjadi tuan rumah terlebih dahulu buat Thailand, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 16 Desember. Empat hari kemudian giliran skuad "Merah Putih" yang bertandang ke Puket. (DS)
Rabu, Desember 10, 2008
Vietnam vs Laos "Poin Terpenting"
INDOFOOTBALL
Partai terakhir di Grup B semestinya bisa menjadi kunci bagi Vietnam untuk melaju ke semifinal. Kemenangan atas lawan terlemah, Laos, Rabu (10/12) di Stadion Sarakul, Phuket, layak ditunggu.
“Kami memang telah kalah, tetapi ini semua bukan akhir segalanya, kami masih memiliki peluang,” ujar Henrique Calisto, pelatih Vietnam asal Brasil. “Kami tetap harus menang di partai ini.”
Calisto pun berharap pasukannya tetap bermain disiplin menyikapi perilaku Le Cong Vinh cs. pada partai pertama melawan Thailand, Sabtu lalu. Fokus pada pertandingan diharapkan Calisto lebih dikedepankan anak buahnya daripada memprotes keputusan wasit yang terkadang malah merusak permainan mereka sendiri. “Mereka perlu lebih disiplin,” harap Calisto.
Sementara itu, Niwat Klaysang, manajer Laos, berharap timnya mendapatkan semangat untuk bisa bermain lebih baik. Kesungguhan dalam bermain, meski masih kalah dalam teknik, diharapkan terjadi pada malam terakhir ini.
“Vietnam memiliki pemain tengah yang bagus dan kami kira tim Laos harus bekerja keras untuk terus berlari dan berlari serta memberikan tekanan dalam kondisi yang lelah sekalipun,” ujarnya.
Meskipun nanti kalah, toh hal itu tak membuat Laos kecewa. Target mereka kali ini lebih sekadar mencari pengalaman bagi pemain muda ketimbang bermain untuk mencari prestasi terbaik di turnamen ini. (BN)
PRAKIRAAN FORMASI
VIETNAM (3-5-2): 3-Duong Hong Son (K), 22-Doan Viet Cuong, 4-Vu Nhu Thanh, 6-Huynh Quang Thanh (B), 26-Nguyen Minh Duc, 15-Phan Thanh Giang, 24-Pham Thanh Luong, 14-Nguyen Minh Phuong, 15-Phan Van Tai Em (T), 16-Le Cong Vinh, 23-Le Tan Tai (D), Cadangan: Bui Quang Huy, Tran Duc Cuong, Le Quang Cuong, Le Phuoc Tu, Nguyen Vu Phong, Tran Truong Giang, Nguyen Minh Chau, Nguyen Quang Hai, Nguyen Viet Thang, Phan Thanh Binh. Pelatih: Henrique Calisto
LAOS (4-4-2): 1-S. Bounthisanh (K), 13-Khaisone Soukhavong, 6-Chandalaphone Liemvisay, 12-Phayvanh Lounglath, 2-S. Phommapanya (B), 8-Lamnoum Singto, 27-Kovanh Namtavixay, 7-S. Xaysongkhma, 19-Vongphet Sylisay (T), 9-Visay Phaphouvanin, 17-Samvone Phimasen (D). Cadangan: 3-Kitsada Thongken, Phoutpasong Sengdalavong, Soutsakhone Vongsamany, Lois Syamate Soulivanh Rathsachak, Samnieng Kasuang, Bounthaiyavong Viengazoun, Vilasack Phothilath, Lathaphone Khanyyavong, Khamxay Phakasy, Nisavong Khouphachansy Pelatih: Valery Vdovin
“Kami memang telah kalah, tetapi ini semua bukan akhir segalanya, kami masih memiliki peluang,” ujar Henrique Calisto, pelatih Vietnam asal Brasil. “Kami tetap harus menang di partai ini.”
Calisto pun berharap pasukannya tetap bermain disiplin menyikapi perilaku Le Cong Vinh cs. pada partai pertama melawan Thailand, Sabtu lalu. Fokus pada pertandingan diharapkan Calisto lebih dikedepankan anak buahnya daripada memprotes keputusan wasit yang terkadang malah merusak permainan mereka sendiri. “Mereka perlu lebih disiplin,” harap Calisto.
Sementara itu, Niwat Klaysang, manajer Laos, berharap timnya mendapatkan semangat untuk bisa bermain lebih baik. Kesungguhan dalam bermain, meski masih kalah dalam teknik, diharapkan terjadi pada malam terakhir ini.
“Vietnam memiliki pemain tengah yang bagus dan kami kira tim Laos harus bekerja keras untuk terus berlari dan berlari serta memberikan tekanan dalam kondisi yang lelah sekalipun,” ujarnya.
Meskipun nanti kalah, toh hal itu tak membuat Laos kecewa. Target mereka kali ini lebih sekadar mencari pengalaman bagi pemain muda ketimbang bermain untuk mencari prestasi terbaik di turnamen ini. (BN)
PRAKIRAAN FORMASI
VIETNAM (3-5-2): 3-Duong Hong Son (K), 22-Doan Viet Cuong, 4-Vu Nhu Thanh, 6-Huynh Quang Thanh (B), 26-Nguyen Minh Duc, 15-Phan Thanh Giang, 24-Pham Thanh Luong, 14-Nguyen Minh Phuong, 15-Phan Van Tai Em (T), 16-Le Cong Vinh, 23-Le Tan Tai (D), Cadangan: Bui Quang Huy, Tran Duc Cuong, Le Quang Cuong, Le Phuoc Tu, Nguyen Vu Phong, Tran Truong Giang, Nguyen Minh Chau, Nguyen Quang Hai, Nguyen Viet Thang, Phan Thanh Binh. Pelatih: Henrique Calisto
LAOS (4-4-2): 1-S. Bounthisanh (K), 13-Khaisone Soukhavong, 6-Chandalaphone Liemvisay, 12-Phayvanh Lounglath, 2-S. Phommapanya (B), 8-Lamnoum Singto, 27-Kovanh Namtavixay, 7-S. Xaysongkhma, 19-Vongphet Sylisay (T), 9-Visay Phaphouvanin, 17-Samvone Phimasen (D). Cadangan: 3-Kitsada Thongken, Phoutpasong Sengdalavong, Soutsakhone Vongsamany, Lois Syamate Soulivanh Rathsachak, Samnieng Kasuang, Bounthaiyavong Viengazoun, Vilasack Phothilath, Lathaphone Khanyyavong, Khamxay Phakasy, Nisavong Khouphachansy Pelatih: Valery Vdovin
Rabu, Desember 10, 2008
Thailand vs Malaysia "Memikat di Bangkok"
INDOFOOTBALL
Setelah dua kali memainkan partai penyisihan di Phuket, laga gengsi Thailand kontra Malaysia di Grup B, Rabu (10/12), akan digelar di Stadion Supachalasai, Bangkok. Revisi ini dilakukan AFF menyusul membaiknya kondisi di ibu kota Thailand itu.
Sebelumnya partai ini digelar di Stadion Sapahin, Phuket. Namun, karena dinilai tak cukup waktu untuk memperbaiki stadion ini serta mengorganisasikan peningkatan arena seperti yang diinginkan, rencana itu dibatalkan. AFF sebaliknya malah menunjuk Bangkok sebagai tempat pertandingan menentukan ini.
Partai ini pun diprediksi akan membuat Thailand lebih banyak mendapatkan dukungan penonton ibu kota. Maklum, kapasitas stadion yang lebih besar disediakan Supachalasai dibandingkan Sarakul, yang hanya berkapasitas 15 ribu.
Kondisi ini tentu dinantikan Peter Reid. Pelatih timnas Thailand asal Inggris ini berharap pasukannya yang akan bermain dengan tempo cepat dan kuat mendapat dukungan lebih besar dari suporter di Bangkok sebagai pemain ke-12 mereka.
“Ya, kami harus bermain lebih cepat dalam tempo tinggi dan bermain dengan kekuatan kami,” jelas Reid tentang partai yang sangat menentukan baginya untuk menjuarai Grup B ini.
Dibandingkan partai pertama yang hanya menang 2-0 atas Vietnam, Reid ingin lebih mendapatkan aplaus dari pendukung kali ini. Hal itu bisa dipenuhi jika ia benar-benar menyuguhkan permainan menawan hasil latihan keras yang selama ini ia terapkan. Apalagi, dia juga mendapat kritik karena Thailand lebih banyak bertahan di babak kedua.
Sebaliknya Malaysia berharap bermain lebih konsisten, terutama dalam organisasi serangan. “Saya selalu menginginkan kemenangan dalam setiap pertandingan meski ada beberapa pemain yang cedera dan akan menjadi perhatian dari tim ini,” ujar B. Sathianathan, pelatih Malaysia yang berharap beberapa pemain kuncinya sembuh dari cedera secepatnya.
Apalagi dalam partai ini Malaysia akan dihadapkan pada kondisi sulit seperti recovery fisik para pemain. Jika cedera tak segera ditanggulangi, skuad Malaysia pun bisa tak lengkap dan kurang bertenaga di partai penentuan ini. (BN)
PRAKIRAAN FORMASI
THAILAND (4-4-2): 1-Kittisak Rawangpa (K), 2-Suree Sukha, 4-Choltit Jantakam, 6-Nataporn Phanrit, 24-Natthaphong Samana (B), 8-Suchao Nutnum, 7-Datsakorn Thonglao, 17-Sutee Suksomkit, 15-Sura Sukha (T), 14-Teerathep Winothai, 21-Teerasil Dangda (D) Cadangan: Kosin Hathairattanakool, Niweat Siriwong, Rangsan Viwatchaichoke, Panupong Wongsa, 27-Tana Chanabut, Patiparn Pethpul, 16-Arthit Sunthornpit, Ronnachai Rangsiyo, Weera Koedpudsa, Narit Taweekul, 19-Phichitpong Choeichiu, Saraudin Arwae, Anon Sangsanoi. Pelatih: Peter Reid
MALAYSIA (4-4-2): 22-Mohd Helmi Eliza (K), 15-Juzaili Samion, 19-Mohd. Jafar 26-Mohd. Zainal, 7-Mohd Aidil Zafuan (B), 11-Shukor Adan, 19-Hardi Jaafar, 13-Mohd Khyril, 12-Indra Putra Mahayuddin (T), 20-Hairuddin Omar, 26-Mohd Safee Sali (D). Cadangan: Farizal Harun, Norhafiz Zamani, Mohd Farizal Marlias, V.Thirumurugan, K. Nanthakumar, Safiq Rahim, Eddy Helmi, Nizaruddin Yusof, Khaironnisam Sahabuddin. Pelatih: B. Sathianathan
Sebelumnya partai ini digelar di Stadion Sapahin, Phuket. Namun, karena dinilai tak cukup waktu untuk memperbaiki stadion ini serta mengorganisasikan peningkatan arena seperti yang diinginkan, rencana itu dibatalkan. AFF sebaliknya malah menunjuk Bangkok sebagai tempat pertandingan menentukan ini.
Partai ini pun diprediksi akan membuat Thailand lebih banyak mendapatkan dukungan penonton ibu kota. Maklum, kapasitas stadion yang lebih besar disediakan Supachalasai dibandingkan Sarakul, yang hanya berkapasitas 15 ribu.
Kondisi ini tentu dinantikan Peter Reid. Pelatih timnas Thailand asal Inggris ini berharap pasukannya yang akan bermain dengan tempo cepat dan kuat mendapat dukungan lebih besar dari suporter di Bangkok sebagai pemain ke-12 mereka.
“Ya, kami harus bermain lebih cepat dalam tempo tinggi dan bermain dengan kekuatan kami,” jelas Reid tentang partai yang sangat menentukan baginya untuk menjuarai Grup B ini.
Dibandingkan partai pertama yang hanya menang 2-0 atas Vietnam, Reid ingin lebih mendapatkan aplaus dari pendukung kali ini. Hal itu bisa dipenuhi jika ia benar-benar menyuguhkan permainan menawan hasil latihan keras yang selama ini ia terapkan. Apalagi, dia juga mendapat kritik karena Thailand lebih banyak bertahan di babak kedua.
Sebaliknya Malaysia berharap bermain lebih konsisten, terutama dalam organisasi serangan. “Saya selalu menginginkan kemenangan dalam setiap pertandingan meski ada beberapa pemain yang cedera dan akan menjadi perhatian dari tim ini,” ujar B. Sathianathan, pelatih Malaysia yang berharap beberapa pemain kuncinya sembuh dari cedera secepatnya.
Apalagi dalam partai ini Malaysia akan dihadapkan pada kondisi sulit seperti recovery fisik para pemain. Jika cedera tak segera ditanggulangi, skuad Malaysia pun bisa tak lengkap dan kurang bertenaga di partai penentuan ini. (BN)
PRAKIRAAN FORMASI
THAILAND (4-4-2): 1-Kittisak Rawangpa (K), 2-Suree Sukha, 4-Choltit Jantakam, 6-Nataporn Phanrit, 24-Natthaphong Samana (B), 8-Suchao Nutnum, 7-Datsakorn Thonglao, 17-Sutee Suksomkit, 15-Sura Sukha (T), 14-Teerathep Winothai, 21-Teerasil Dangda (D) Cadangan: Kosin Hathairattanakool, Niweat Siriwong, Rangsan Viwatchaichoke, Panupong Wongsa, 27-Tana Chanabut, Patiparn Pethpul, 16-Arthit Sunthornpit, Ronnachai Rangsiyo, Weera Koedpudsa, Narit Taweekul, 19-Phichitpong Choeichiu, Saraudin Arwae, Anon Sangsanoi. Pelatih: Peter Reid
MALAYSIA (4-4-2): 22-Mohd Helmi Eliza (K), 15-Juzaili Samion, 19-Mohd. Jafar 26-Mohd. Zainal, 7-Mohd Aidil Zafuan (B), 11-Shukor Adan, 19-Hardi Jaafar, 13-Mohd Khyril, 12-Indra Putra Mahayuddin (T), 20-Hairuddin Omar, 26-Mohd Safee Sali (D). Cadangan: Farizal Harun, Norhafiz Zamani, Mohd Farizal Marlias, V.Thirumurugan, K. Nanthakumar, Safiq Rahim, Eddy Helmi, Nizaruddin Yusof, Khaironnisam Sahabuddin. Pelatih: B. Sathianathan
Rabu, Desember 10, 2008
Radojko Puji Penampilan Indonesia
INDOFOOTBALL
Mengalahkan Indonesia dua kali di hadapan puluhan ribu pendukung fanatiknya membuat pelatih Singapura Radojko Avramovic bangga. Meski demikian, ia tetap memuji penampilan pemain Indonesia.
Meski sukses mengalahkan Indonesia 2-0, tapi pelatih timnas Singapura Radojko Avramovic tetap memuji penampilan Charis Yulianto dan kawan-kawan yang menurutnya tampil luar biasa dan mampu menekan anak asuhnya sepanjang pertandingan.
Demikian dikatakan pelatih berdarah Serbia itu, dalam keterangan persnya usai pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12) malam.
"Kami senang dengan hasil pertandingan ini. Secara umum, kedua tim sama-sama kuat dan Indonesia memiliki pemain-pemain yang sangat bagus. Seharusnya kami mampu mencetak satu, dua gol tambahan."
"Jadwal ini membunuh pemain. Kondisi lapangan juga membuat pemain kesulitan menyerang. Beruntunglah tidak ada yang cedera. Tiga pertandingan dalam lima hari adalah terlalu berlebihan. Seharusnya kami diberi minimal dua hari istirahat sebelum pertandingan selanjutnya."
"Pertahanan kami bermain solid. Agu [Casmir] dan [Shi] Jiayi malam ini tampil cemerlang. Noh Alam Shah cedera paha dan diistirahatkan untuk semi-final. Dengan jadwal seperti ini, saya harus menyimpan sejumlah pemain inti."
"Mentalitas pemain memang sangat bagus. Mengalahkan Indonesia di Senayan dua kali adalah luar biasa. Kami semakin terbiasa tampil di hadapan banyak pendukung. Ini sangat bagus untuk membina mentalitas pemain dan bagus untuk pengalamannya." (Gol)
Meski sukses mengalahkan Indonesia 2-0, tapi pelatih timnas Singapura Radojko Avramovic tetap memuji penampilan Charis Yulianto dan kawan-kawan yang menurutnya tampil luar biasa dan mampu menekan anak asuhnya sepanjang pertandingan.
Demikian dikatakan pelatih berdarah Serbia itu, dalam keterangan persnya usai pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12) malam.
"Kami senang dengan hasil pertandingan ini. Secara umum, kedua tim sama-sama kuat dan Indonesia memiliki pemain-pemain yang sangat bagus. Seharusnya kami mampu mencetak satu, dua gol tambahan."
"Jadwal ini membunuh pemain. Kondisi lapangan juga membuat pemain kesulitan menyerang. Beruntunglah tidak ada yang cedera. Tiga pertandingan dalam lima hari adalah terlalu berlebihan. Seharusnya kami diberi minimal dua hari istirahat sebelum pertandingan selanjutnya."
"Pertahanan kami bermain solid. Agu [Casmir] dan [Shi] Jiayi malam ini tampil cemerlang. Noh Alam Shah cedera paha dan diistirahatkan untuk semi-final. Dengan jadwal seperti ini, saya harus menyimpan sejumlah pemain inti."
"Mentalitas pemain memang sangat bagus. Mengalahkan Indonesia di Senayan dua kali adalah luar biasa. Kami semakin terbiasa tampil di hadapan banyak pendukung. Ini sangat bagus untuk membina mentalitas pemain dan bagus untuk pengalamannya." (Gol)
Rabu, Desember 10, 2008
Bendol Sebut Tidak Takut Hadapi Thailand
INDOFOOTBALL
Menempati runner-up grup A membuat Indonesia dipastikan bertemu juara dari grup B yang diperkirakan bakal direbut Thailand.
Pelatih timnas Indonesia Benny Dollo menyatakan dirinya sama sekali tidak takut untuk bertemu Thailand di babak semi-final. Untuk itu, ia berjanji akan segera menggelar persiapan guna menghadapi salah satu raksasa sepakbola di Asia Tenggara itu.
Demikian pernyataan pelatih bertubuh tambun yang akrab di sapa Bendol ini, dalam keterangan persnya usai timnya dikalahkan Singapura 2-0 di laga terakhir penyisihan grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12) malam.
"Anak-anak sudah bermain maksimal dan menguasai jalannya pertandingan. Hanya saja, permainan tidak terkendali. Inilah sepakbola. Sebaliknya Singapura lebih tenang, tidak panik dan bermain sangat bagus. Pertahanan mereka lebih terkontrol."
"Sekarang kita akan langsung fokus ke semi-final dan besok akan kembali latihan. Tidak masalah menghadapi Thailand. Mereka sama kuatnya dengan kita. Mereka juga mengandalkan kekuatan dan ketahanan fisik."
"Anda lihat sendiri. Dari tiga pertandingan dalam lima hari, adakah pemain timnas yang kelelahan? Saya pikir tidak! Anak-anak bermain sangat bagus dengan kondisi fisik yang tetap prima, tanpa lelah." (Gol)
Pelatih timnas Indonesia Benny Dollo menyatakan dirinya sama sekali tidak takut untuk bertemu Thailand di babak semi-final. Untuk itu, ia berjanji akan segera menggelar persiapan guna menghadapi salah satu raksasa sepakbola di Asia Tenggara itu.
Demikian pernyataan pelatih bertubuh tambun yang akrab di sapa Bendol ini, dalam keterangan persnya usai timnya dikalahkan Singapura 2-0 di laga terakhir penyisihan grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12) malam.
"Anak-anak sudah bermain maksimal dan menguasai jalannya pertandingan. Hanya saja, permainan tidak terkendali. Inilah sepakbola. Sebaliknya Singapura lebih tenang, tidak panik dan bermain sangat bagus. Pertahanan mereka lebih terkontrol."
"Sekarang kita akan langsung fokus ke semi-final dan besok akan kembali latihan. Tidak masalah menghadapi Thailand. Mereka sama kuatnya dengan kita. Mereka juga mengandalkan kekuatan dan ketahanan fisik."
"Anda lihat sendiri. Dari tiga pertandingan dalam lima hari, adakah pemain timnas yang kelelahan? Saya pikir tidak! Anak-anak bermain sangat bagus dengan kondisi fisik yang tetap prima, tanpa lelah." (Gol)
Rabu, Desember 10, 2008
BTN Siapkan Bonus Rp1 Milyar Lebih
INDOFOOTBALL
Upaya memberikan suntikan semangat kepada Charis Yulianto dan kawan-kawan terus dilakukan Badan Tim Nasional (BTN), dengan menjanjikan bonus menggiurkan.
Badan Tim Nasional (BTN) PSSI menjanjikan bonus Rp1 milyar lebih untuk timnas Indonesia sekiranya berhasil merebut gelar juara turnamen Piala AFF Suzuki 2008.
Hal tersebut disampaikan wakil ketua BTN Hamka B Kadi dalam keterangan persnya di Hotel The Sultan, Jakarta, tadi malam (8/12). Menurutnya, bonus tersebut sangat wajar diterima semua pemain dan ofisial Merah Putih, karena perjuangan mereka untuk bisa meraih juara itu cukup berat.
Selain itu lanjutnya, BTN selalu memberikan bonus di setiap pertandingan jika menang kepada Charis Yulianto dan kawan-kawan sebesar Rp100 juta.
"Setiap prestasi yang ditorehkan pasti mendapat reward. Untuk itu, jika juara grup kami pastikan tentu ada bonus," katanya sembari menambahkan jika target di turnamen ini adalah mencapai final dan tentunya merebut juara.
Seperti diketahui, jika tampil sebagai juara Grup A, maka Indonesia akan berlaga di semi-final melawan tim runner-up Grup B dengan leg pertama pada 17 Desember (tandang) dan leg kedua pada 21 Desember (kandang).
Sementara jika jadi runner-up, maka skuad tim besutan pelatih Benny Dollo ini akan bertemu juara Grup B dengan terlebih dahulu menggelar laga kandang untuk leg pertama pada 16 Desember dan tandang di leg kedua pada 20 Desember. (Gol)
Badan Tim Nasional (BTN) PSSI menjanjikan bonus Rp1 milyar lebih untuk timnas Indonesia sekiranya berhasil merebut gelar juara turnamen Piala AFF Suzuki 2008.
Hal tersebut disampaikan wakil ketua BTN Hamka B Kadi dalam keterangan persnya di Hotel The Sultan, Jakarta, tadi malam (8/12). Menurutnya, bonus tersebut sangat wajar diterima semua pemain dan ofisial Merah Putih, karena perjuangan mereka untuk bisa meraih juara itu cukup berat.
Selain itu lanjutnya, BTN selalu memberikan bonus di setiap pertandingan jika menang kepada Charis Yulianto dan kawan-kawan sebesar Rp100 juta.
"Setiap prestasi yang ditorehkan pasti mendapat reward. Untuk itu, jika juara grup kami pastikan tentu ada bonus," katanya sembari menambahkan jika target di turnamen ini adalah mencapai final dan tentunya merebut juara.
Seperti diketahui, jika tampil sebagai juara Grup A, maka Indonesia akan berlaga di semi-final melawan tim runner-up Grup B dengan leg pertama pada 17 Desember (tandang) dan leg kedua pada 21 Desember (kandang).
Sementara jika jadi runner-up, maka skuad tim besutan pelatih Benny Dollo ini akan bertemu juara Grup B dengan terlebih dahulu menggelar laga kandang untuk leg pertama pada 16 Desember dan tandang di leg kedua pada 20 Desember. (Gol)
Rabu, Desember 10, 2008
Gagal Tekuk Singapura, Indonesia Runner-Up Grup A
INDOFOOTBALL
Indonesia terancam menghadapi Thailand di babak semi-final karena hanya menempati runner-up grup A.
Indonesia harus puas menempati posisi kedua alias runner-up grup A turnamen Piala AFF Suzuki 2008, setelah di laga terakhir penyisihan grup dikalahkan Singapura 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12) malam. Dengan demikian, maka Indonesia tinggal menunggu juara dari grup B yang dimainkan di Thailand, untuk memperebutkan satu tiket ke grand final.
Tampil percaya diri sejak menit awal, Indonesia sempat dikejutkan gol cepat Singapura yang lahir dari tandukan Baihakki Bin Kaisan pada menit kedua. Setelah itu, serangan sporadis dilancarkan kejantung pertahanan juara bertahan di ajang ini. Tercatat beberapa kali serangan berbahaya duet striker Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono tercipta.
Tapi hingga turun minum, perjuangan para pemain Indonesia tidak juga membuahkan hasil. Sementara Singapura yang lebih cenderung bertahan dengan menerapkan pola serangan balik, bukannya tanpa peluang. Kiper Markus Horison bahkan beberapa kali harus berjibaku menyelamatkan gawangnya agar tidak kebobolan lagi.
Memasuki babak kedua, serangan Indonesia sedikit menurun. Hal itu dimanfaatkan Singapura untuk balik menekan. Berawal dari satu serangan balik yang cepat lima menit pertandingan berjalan, membuat barisan pertahanan Indonesia panik dan melakukan pelanggaran tidak jauh dari kotak penaltinya sendiri. Shi Jiayi yang melakukan eksekusi bola mati mampu menempatkan bola tepat di sudut kiri gawang Markus Horison. Kedudukan pun berubah menjadi 2-0 untuk Singapura.
Tertinggal dua gol, semangat pemain Indonesia untuk mengejar ketinggalan terus berkobar. Barisan pertahanan Singapura pun kembali dikepung yang membuat kiper Lewis Lionel harus bekerja keras mengamankan gawangnya. Tak cukup sampai di situ, pelatih Benny Dollo pun mencoba memasukkan tiga pemain baru guna menambah daya dobrak timnya. Tapi pertahanan Singapura yang dikawal Emuejeraye Precious cukup sulit untuk ditembus.
Peluang terbaik Indonesia diperoleh striker Budi Sudarsono di menit akhir babak kedua. Sayang tendangan kerasnya dari jarak sekitar lima meter masih bisa ditepis kiper Lewis Lionel, sehingga Indonesia kembali gagal menyarangkan gol dan memperkecil ketinggalan. Terlebih karena handsball pemain belakang Singapura di kotak terlarang dibiarkan wasit R Krishnan asal Malaysia. Dan hingga pertandingan usai kedudukan 2-0 untuk Singapura tidak berubah. (Gol)
Indonesia harus puas menempati posisi kedua alias runner-up grup A turnamen Piala AFF Suzuki 2008, setelah di laga terakhir penyisihan grup dikalahkan Singapura 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12) malam. Dengan demikian, maka Indonesia tinggal menunggu juara dari grup B yang dimainkan di Thailand, untuk memperebutkan satu tiket ke grand final.
Tampil percaya diri sejak menit awal, Indonesia sempat dikejutkan gol cepat Singapura yang lahir dari tandukan Baihakki Bin Kaisan pada menit kedua. Setelah itu, serangan sporadis dilancarkan kejantung pertahanan juara bertahan di ajang ini. Tercatat beberapa kali serangan berbahaya duet striker Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono tercipta.
Tapi hingga turun minum, perjuangan para pemain Indonesia tidak juga membuahkan hasil. Sementara Singapura yang lebih cenderung bertahan dengan menerapkan pola serangan balik, bukannya tanpa peluang. Kiper Markus Horison bahkan beberapa kali harus berjibaku menyelamatkan gawangnya agar tidak kebobolan lagi.
Memasuki babak kedua, serangan Indonesia sedikit menurun. Hal itu dimanfaatkan Singapura untuk balik menekan. Berawal dari satu serangan balik yang cepat lima menit pertandingan berjalan, membuat barisan pertahanan Indonesia panik dan melakukan pelanggaran tidak jauh dari kotak penaltinya sendiri. Shi Jiayi yang melakukan eksekusi bola mati mampu menempatkan bola tepat di sudut kiri gawang Markus Horison. Kedudukan pun berubah menjadi 2-0 untuk Singapura.
Tertinggal dua gol, semangat pemain Indonesia untuk mengejar ketinggalan terus berkobar. Barisan pertahanan Singapura pun kembali dikepung yang membuat kiper Lewis Lionel harus bekerja keras mengamankan gawangnya. Tak cukup sampai di situ, pelatih Benny Dollo pun mencoba memasukkan tiga pemain baru guna menambah daya dobrak timnya. Tapi pertahanan Singapura yang dikawal Emuejeraye Precious cukup sulit untuk ditembus.
Peluang terbaik Indonesia diperoleh striker Budi Sudarsono di menit akhir babak kedua. Sayang tendangan kerasnya dari jarak sekitar lima meter masih bisa ditepis kiper Lewis Lionel, sehingga Indonesia kembali gagal menyarangkan gol dan memperkecil ketinggalan. Terlebih karena handsball pemain belakang Singapura di kotak terlarang dibiarkan wasit R Krishnan asal Malaysia. Dan hingga pertandingan usai kedudukan 2-0 untuk Singapura tidak berubah. (Gol)
Senin, Desember 08, 2008
Tim Nasional Indonesia gagal menggeser juara bertahan Singapura dari puncak klasemen Grup A kejuaraan AFF Suzuki Cup 2008 setelah hanya mampu menang 4-0 atas tim lemah Kamboja dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (7/12). Di tempat yang sama dua setengah jam sebelumnya, Singapura menghempaskan Myanmar 3-1. Dengan begitu, Singapura dan Indonesia sama-sama mengantongi tiket semifinal.
Singapura tetap bertengger di singgasana klasemen dengan nilai enam dan total gol 8-1 (delapan memasukkan dan delapan kemasukan). Indonesia harus puas berada di posisi kedua dengan total gol 7-0. Meski Singapura dan Indonesia memiliki nilai dan selisih gol sama (tujuh), Singapura berhak berada di puncak klasemen karena lebih produktif. Sang juara bertahan mencetak 8 gol, sedangkan Indonesia hanya mengukir 7 gol.
Dari sisi strategi, posisi kedua dalam klasemen sementara itu tentu kurang menguntungkan. Sebab, untuk menjuarai Grup A, Charis Yulianto dan kawan-kawan harus mengalahkan juara bertahan Singapura dalam duel terakhir, Selasa (9/12). Posisi juara GrupB menjadi penting mengingat Thailand dijagokan menempati posisi juara Grup B. Indonesia tak bisa menghindari Thailand di semifinal jika dalam partai terakhir nanti gagal mengalahkan Singapura.
“Para pemain sudah berusaha keras meraih kemenangan besar. Namun itu sangat sulit karena Kamboja menerapkan taktik bertahan yang sangat rapat,” ujar Pelatih Indonesia Benny Dollo usai pertandingan.
Pelatih Kamboja Prak Sovannara mengakui keunggulan tim tuan rumah. Menurut dia, para pemainnya sudah berkerja keras menahan gempuran tim tuan rumah.
“Namun di babak kedua, para pemainnya sudah kehabisan stamina sehingga terjadi tiga gol lagi,” ujar Prak. Situasinya mirip ketika melawan Singapura dua hari sebelumnya. Pada babak pertama, skor hanya 1-0 untuk Singapura. Namun di babak kedua, lahir empat gol lagi.
Singapura Tidak Ngotot
Kalau Indonesia harus menang, sebaliknya Singapura cukup menahan imbang tim tuan rumah dalam duel terakhir untuk menjuarai Grup A. Menanggapi keuntungan tersebut, pelatih Singapura Radojko Avramovic bersikap sangat hati-hati. Menurut dia, timnya tidak akan ngotot untuk menjuarai grup.
Alasan dia, kejuaraan ini adalah turnamen sehingga banyak faktor yang harus diperhitungkan seperti faktor tuan rumah dan kelelahan pemain, baik kelelahan fisik maupun mental. Radojko justru menyebut Indonesia pantas difavoritkan menjuarai grup ini.
“Indonesia sangat bagus dalam kecepatan dan diuntungkan dengan posisi tuan rumah,” katanya.
Meski begitu, dia tetap berusaha timnya memenangi pertandingan terakhir untuk bisa menjuarai grup B. “Tim kami sudah cukup berpengalaman. Kami berusaha untuk menahan kecepatan pemain-pemain Indonesia dan bermain normal agar pemain tidak tertekan oleh faktor penonton,” ujar Rodojko saat ditemui di Royal Box VVIP.
Untuk memahami lebih detail permainan Indonesia, Rodojko menyaksikan dengan cermat permainan Indonesia versus Kamboja di babak pertama. Dia duduk menyendiri di Royal Box VVIP dan membuat oret-oretan di atas kertas. (PSSI)
Singapura tetap bertengger di singgasana klasemen dengan nilai enam dan total gol 8-1 (delapan memasukkan dan delapan kemasukan). Indonesia harus puas berada di posisi kedua dengan total gol 7-0. Meski Singapura dan Indonesia memiliki nilai dan selisih gol sama (tujuh), Singapura berhak berada di puncak klasemen karena lebih produktif. Sang juara bertahan mencetak 8 gol, sedangkan Indonesia hanya mengukir 7 gol.
Dari sisi strategi, posisi kedua dalam klasemen sementara itu tentu kurang menguntungkan. Sebab, untuk menjuarai Grup A, Charis Yulianto dan kawan-kawan harus mengalahkan juara bertahan Singapura dalam duel terakhir, Selasa (9/12). Posisi juara GrupB menjadi penting mengingat Thailand dijagokan menempati posisi juara Grup B. Indonesia tak bisa menghindari Thailand di semifinal jika dalam partai terakhir nanti gagal mengalahkan Singapura.
“Para pemain sudah berusaha keras meraih kemenangan besar. Namun itu sangat sulit karena Kamboja menerapkan taktik bertahan yang sangat rapat,” ujar Pelatih Indonesia Benny Dollo usai pertandingan.
Pelatih Kamboja Prak Sovannara mengakui keunggulan tim tuan rumah. Menurut dia, para pemainnya sudah berkerja keras menahan gempuran tim tuan rumah.
“Namun di babak kedua, para pemainnya sudah kehabisan stamina sehingga terjadi tiga gol lagi,” ujar Prak. Situasinya mirip ketika melawan Singapura dua hari sebelumnya. Pada babak pertama, skor hanya 1-0 untuk Singapura. Namun di babak kedua, lahir empat gol lagi.
Singapura Tidak Ngotot
Kalau Indonesia harus menang, sebaliknya Singapura cukup menahan imbang tim tuan rumah dalam duel terakhir untuk menjuarai Grup A. Menanggapi keuntungan tersebut, pelatih Singapura Radojko Avramovic bersikap sangat hati-hati. Menurut dia, timnya tidak akan ngotot untuk menjuarai grup.
Alasan dia, kejuaraan ini adalah turnamen sehingga banyak faktor yang harus diperhitungkan seperti faktor tuan rumah dan kelelahan pemain, baik kelelahan fisik maupun mental. Radojko justru menyebut Indonesia pantas difavoritkan menjuarai grup ini.
“Indonesia sangat bagus dalam kecepatan dan diuntungkan dengan posisi tuan rumah,” katanya.
Meski begitu, dia tetap berusaha timnya memenangi pertandingan terakhir untuk bisa menjuarai grup B. “Tim kami sudah cukup berpengalaman. Kami berusaha untuk menahan kecepatan pemain-pemain Indonesia dan bermain normal agar pemain tidak tertekan oleh faktor penonton,” ujar Rodojko saat ditemui di Royal Box VVIP.
Untuk memahami lebih detail permainan Indonesia, Rodojko menyaksikan dengan cermat permainan Indonesia versus Kamboja di babak pertama. Dia duduk menyendiri di Royal Box VVIP dan membuat oret-oretan di atas kertas. (PSSI)
Senin, Desember 08, 2008
Kehadiran penonton tampaknya menjadi faktor penting, bukan hanya baik bagi Tim Merah Putih tapi juga bagi Panitia Lokal (LOC). Hingga hari kedua, Panpel Lokal sudah mengantongi uang hasil penjualan tiket sebesar Rp 1,1 miliar.
Faktor lawan rupanya sangat menentukan animo public sepakbola. Dalam duel pertama melawan ‘Kuda Hitam’ Myanmar, Panpel mampu meraup uang tiket sebesar Rp 728 juta. Pada duel di hari kedua melawan Kamboja, jumlah penonton menurun tajam. “Hari ini, terhitung Rp 300 juta lebih,” ujar Ketua Panpel Joko Driyono.
Joka optimsitis, jumlah penonton akan membludak dalam pertandingan terakhir Grup A. Sebab, dalam duel itu, Indonesia dituntut untuk menang jika ingin menjuarai grup. Sebab, di Grup B, Thailand besar kemungkinan tampil sebagai juara grup dan Vietnam atau Malaysia menjadi runner-up. Jika Indonesia hanya mampu bermain imbang apalagi kalah melawan Singapura berarti Indonesia akan bertemu Thailand di semifinal.
“Ya, Indonesia harus bisa mengalahkan Singapura agar bisa menjuarai Grup A dan bertemu Vietnam atau Malaysia di semifinal,” ujar Ketua Badan Tim Nasional PSSI Rahim Soekasah.
Dengan demikian, Joko Driyono melihat partai ‘hidup-mati’ di laga terakhir melawan Singapura bakal sangat menarik bagi penonton.
“Saya optimistis, penonton akan jauh lebih banyak ketimbang ketika menghadapi Myanmar,” tutur Joko.
Lebih jauh, Joko juga menyatakan optimismenya tentang keuntungan bagi Panpel. Setidaknya, Panpel kini mengantongi laga ‘bonus’ semifinal. “Siapa pun lawan yang dihadapi, penonton pasti lebih banyak lagi ketimbang melawan Singapura. Jadi, skenario keuntungan finansial sudah pasti tercapai,” kata Joko. (PSSI)
Faktor lawan rupanya sangat menentukan animo public sepakbola. Dalam duel pertama melawan ‘Kuda Hitam’ Myanmar, Panpel mampu meraup uang tiket sebesar Rp 728 juta. Pada duel di hari kedua melawan Kamboja, jumlah penonton menurun tajam. “Hari ini, terhitung Rp 300 juta lebih,” ujar Ketua Panpel Joko Driyono.
Joka optimsitis, jumlah penonton akan membludak dalam pertandingan terakhir Grup A. Sebab, dalam duel itu, Indonesia dituntut untuk menang jika ingin menjuarai grup. Sebab, di Grup B, Thailand besar kemungkinan tampil sebagai juara grup dan Vietnam atau Malaysia menjadi runner-up. Jika Indonesia hanya mampu bermain imbang apalagi kalah melawan Singapura berarti Indonesia akan bertemu Thailand di semifinal.
“Ya, Indonesia harus bisa mengalahkan Singapura agar bisa menjuarai Grup A dan bertemu Vietnam atau Malaysia di semifinal,” ujar Ketua Badan Tim Nasional PSSI Rahim Soekasah.
Dengan demikian, Joko Driyono melihat partai ‘hidup-mati’ di laga terakhir melawan Singapura bakal sangat menarik bagi penonton.
“Saya optimistis, penonton akan jauh lebih banyak ketimbang ketika menghadapi Myanmar,” tutur Joko.
Lebih jauh, Joko juga menyatakan optimismenya tentang keuntungan bagi Panpel. Setidaknya, Panpel kini mengantongi laga ‘bonus’ semifinal. “Siapa pun lawan yang dihadapi, penonton pasti lebih banyak lagi ketimbang melawan Singapura. Jadi, skenario keuntungan finansial sudah pasti tercapai,” kata Joko. (PSSI)
Senin, Desember 08, 2008
Libas Myanmar, Singapura Ke Semi-Final
INDOFOOTBALL
Tiket pertama semi-final Piala AFF Suzuki 2008 sukses diraih Singapura, setelah di laga kedua melibas Myanmar 3-1.
Singapura kembali menorehkan kemenangan di laga kedua turnamen Piala AFF Suzuki 2008 setelah melibas Myanmar 3-1 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/12) petang.
Dengan demikian, tim yang bermaterikan tujuh pemain naturalisasi itu memastikan satu tiket ke babak semi-final dari Grup A turnamen yang sebelumnya bernama Piala Tiger ini.
Sementara Myanmar, atas kekalahan ini dipastikan tersingkir meski masih menyisahkan satu pertandingan lagi melawan Kamboja. Itu karena di laga perdana, Soe Myat Min dan kawan-kawan juga takluk 3-0 dari tangan tuan rumah Indonesia.
Sempat mengejutkan dengan gol cepat Moh Noh Alam Shah menyabut umpan terukur Agu Casmir di menit pertama, Singapura terus menguasai permainan. Terlebih setelah striker Agu Casmir menambah keunggulan timnya pada menit ke-16.
Setelah itu, anak asuh pelatih Radojko Avramovic sedikit mengendurkan serangan. Hal tersebut dimanfaatkan para pemain Myanmar untuk balik menekan. Tercatat beberapa kali duet striker Yan Paing dan Soe Myat Min mengancam gawang Singapura.
Tak kenal lelah, gol yang ditunggu-tunggu pun tercipta melalui sontekan Myo Min Thun pada menit ke-27, sekaligus memperkecil ketinggalan timnya setelah memperdaya dua pemain belakang Singapura dan menaklukkan kiper Lewis Lionel.
Kedudukan pun berubah menjadi 2-1 masih untuk Singapura yang bertahan hingga turun minum. Sebab hingga wasit Phung Dinh Dung asal Vietnam memimpin pertandingan meniup pluit waktu jeda, tidak ada tambahan gol yang tercipta.
Memasuki babak kedua, Myanmar mencoba bangkit dan balik menguasai permainan, guna mengejar devisit gol. Hal Tersebut membuat barisan pertahanan Singapura harus jatuh bangun menghalau serangan. Keasyikan menyerang, Myanmar melupakan barisan pertahanannya. Berawal dari serangan balik cepat pada menit ke-73, Agu Casmir sukses mencetak gol ketiga bagi Singapura.
Namun gol tersebut mendapat protes keras dari kiper Myanmar Aung Aung Oo karena sebelumnya pemain Singapura ada yang tergeletak tidak jauh dari gawangnya.Sayang, protes kiper senior yang menilai pengadil lapangan tidak tidak fair dianggap berlebihan karena mendorong wasit asal Vietnam itu dari belakang, sehingga ia diusir keluar lapangan.
Tidak terima dengan tindakan pengusiran rekannya, para pemain Myanmar menolak melanjutkan permainan, hingga pertandingan sempat terhenti sekitar delapan menit. Setelah melakukan pembicaraan dengan Datuk Dell Akbar Khan selaku pengawas pertandingan, Myanmar akhirnya bersedia melanjutkan permainan dengan mengganti Soe Myat Min dan memasukkan kiper Kyaw Zin Htet.
Pertandingan dilanjutkan, emosi pemain Myanmar sedikit tersulut yang membuat mereka banyak melakukan pelanggaran. Kendali permainan pun kembali dikuasai Singapura. Beruntung, hingga pertandingan usai gawang Myanmar tidak kembali kebobolan. Singapura pun menutup pertandingan dengan skor akhir 3-1. (Gol)
Singapura kembali menorehkan kemenangan di laga kedua turnamen Piala AFF Suzuki 2008 setelah melibas Myanmar 3-1 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/12) petang.
Dengan demikian, tim yang bermaterikan tujuh pemain naturalisasi itu memastikan satu tiket ke babak semi-final dari Grup A turnamen yang sebelumnya bernama Piala Tiger ini.
Sementara Myanmar, atas kekalahan ini dipastikan tersingkir meski masih menyisahkan satu pertandingan lagi melawan Kamboja. Itu karena di laga perdana, Soe Myat Min dan kawan-kawan juga takluk 3-0 dari tangan tuan rumah Indonesia.
Sempat mengejutkan dengan gol cepat Moh Noh Alam Shah menyabut umpan terukur Agu Casmir di menit pertama, Singapura terus menguasai permainan. Terlebih setelah striker Agu Casmir menambah keunggulan timnya pada menit ke-16.
Setelah itu, anak asuh pelatih Radojko Avramovic sedikit mengendurkan serangan. Hal tersebut dimanfaatkan para pemain Myanmar untuk balik menekan. Tercatat beberapa kali duet striker Yan Paing dan Soe Myat Min mengancam gawang Singapura.
Tak kenal lelah, gol yang ditunggu-tunggu pun tercipta melalui sontekan Myo Min Thun pada menit ke-27, sekaligus memperkecil ketinggalan timnya setelah memperdaya dua pemain belakang Singapura dan menaklukkan kiper Lewis Lionel.
Kedudukan pun berubah menjadi 2-1 masih untuk Singapura yang bertahan hingga turun minum. Sebab hingga wasit Phung Dinh Dung asal Vietnam memimpin pertandingan meniup pluit waktu jeda, tidak ada tambahan gol yang tercipta.
Memasuki babak kedua, Myanmar mencoba bangkit dan balik menguasai permainan, guna mengejar devisit gol. Hal Tersebut membuat barisan pertahanan Singapura harus jatuh bangun menghalau serangan. Keasyikan menyerang, Myanmar melupakan barisan pertahanannya. Berawal dari serangan balik cepat pada menit ke-73, Agu Casmir sukses mencetak gol ketiga bagi Singapura.
Namun gol tersebut mendapat protes keras dari kiper Myanmar Aung Aung Oo karena sebelumnya pemain Singapura ada yang tergeletak tidak jauh dari gawangnya.Sayang, protes kiper senior yang menilai pengadil lapangan tidak tidak fair dianggap berlebihan karena mendorong wasit asal Vietnam itu dari belakang, sehingga ia diusir keluar lapangan.
Tidak terima dengan tindakan pengusiran rekannya, para pemain Myanmar menolak melanjutkan permainan, hingga pertandingan sempat terhenti sekitar delapan menit. Setelah melakukan pembicaraan dengan Datuk Dell Akbar Khan selaku pengawas pertandingan, Myanmar akhirnya bersedia melanjutkan permainan dengan mengganti Soe Myat Min dan memasukkan kiper Kyaw Zin Htet.
Pertandingan dilanjutkan, emosi pemain Myanmar sedikit tersulut yang membuat mereka banyak melakukan pelanggaran. Kendali permainan pun kembali dikuasai Singapura. Beruntung, hingga pertandingan usai gawang Myanmar tidak kembali kebobolan. Singapura pun menutup pertandingan dengan skor akhir 3-1. (Gol)
Senin, Desember 08, 2008
Hat-trick Budi Antar Indonesia Ke Semi-final
INDOFOOTBALL
Tiga gol Budi Sudarsono ke gawag Kamboja memastikan langkah Indonesia melajui ke babak semi-final turnamen Piala AFF Suzuki 2008.
Indonesia sukses melalui laga keduanya di ajang turnamen Piala AFF Suzuki 2008 dengan mengalahkan Kamboja 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/12) malam.
Adalah striker Budi Sudarsono (foto, tengah) yang mampu mencetak Hat-trick di laga tersebut yang digenapkan Bambang Pamungkas pada menit ke-77. Dengan demikian, Indonesia meraih satu tiket ke semi-final dari Grup A mengikuti jejak Singapura yang telah lebih dahulu lolos usai mengalahkan Myanmar 3-1 di tempat yang sama. Sementara Kamboja harus mengubur ambisinya untuk melaju ke babak berikut.
Tampil percaya diri sejak menit awal membuat Indonesia mampu dominan. Serangan bergolombang terus di lancarkan ke jantung pertahanan Myanmar. Meski begitu, Indonesia sempat dikejutkan dengan serangan cepat Myanmar yang membuat Kouch Sokumpheak nyaris membobol gawang Markus Horison pada menit ke-8.
Beruntung tendangan yang dilesakkan pemain bernomor punggung sepuluh itu tidak begitu keras sehingga dengan mudah diantisipasi penjaga gawang nomor satu Indonesia tersebut.Setelah itu, Indonesia kembali menggebrak. Budi Sudarsono mendapat peluang untuk mencetak gol dua menit kemudian. Sayang sontekannya tidak sempurna dan hanya melebar ke samping kiri gawang Kaboja. Padahal bomber bernomor punggung 13 itu tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Samret Seiha.
Tapi, tiga menit kemudian, Budi benar-benar membuat puluhan ribu penonton yang hadir di stadion utama bergemuruh, setelah tendangan kerasnya menembus gawang Kamboja dan mengubah kedudukan menjadi 1-0. Unggul satu gol tidak membuat Indonesia mengendurkan serangan.
Beberapa kali duet Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono merepotkan barisan pertahanan Kamboja yang memaksa kiper Samret Seiha harus jatuh bangun menahan gempuran Indonesia. Sayang hingga turun minum tidak ada tambahan gol yang tercipta sehingga Indonesia menutup pertandingan dengan skor sementara 1-0.
Memasuki babak kedua, kendali permainan masih tetap dikuasai Indonesia. Tekad untuk kembali mencetak gol lebih dari satu membuat Charis Yulianto dan kawan-kawan terus tampil trengginas. Pada menit ke-60, Budi Sudarsono kembali memaksa kiper Kamboja Samreth Seiha memungut bola dari gawangnya.
Keperkasaan Budi sebagai bomber terus berlanjut pada menit ke-75 setelah tandukannya menyambut umpan cantik Firman Utina berhasil menambah keunggulan Indonesia menjadi 3-0, yang ditutup dengan gol Bambang Pamungkas dua menit kemudian.
Kamboja yang sejak awal bertekad meraih kemenangan untuk menjaga kansnya lolos ke babak berikut sebetulnya bukan tanpa peluang. Tercatat beberapa kali mereka mampu menekan barisan pertahanan Indonesia yang dikawal trio Charis Yulianto, M Roby, dan Isnan Ali. Namun hingga pertandingan usai, gawang Indonesia tetap aman. (Gol)
Indonesia sukses melalui laga keduanya di ajang turnamen Piala AFF Suzuki 2008 dengan mengalahkan Kamboja 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/12) malam.
Adalah striker Budi Sudarsono (foto, tengah) yang mampu mencetak Hat-trick di laga tersebut yang digenapkan Bambang Pamungkas pada menit ke-77. Dengan demikian, Indonesia meraih satu tiket ke semi-final dari Grup A mengikuti jejak Singapura yang telah lebih dahulu lolos usai mengalahkan Myanmar 3-1 di tempat yang sama. Sementara Kamboja harus mengubur ambisinya untuk melaju ke babak berikut.
Tampil percaya diri sejak menit awal membuat Indonesia mampu dominan. Serangan bergolombang terus di lancarkan ke jantung pertahanan Myanmar. Meski begitu, Indonesia sempat dikejutkan dengan serangan cepat Myanmar yang membuat Kouch Sokumpheak nyaris membobol gawang Markus Horison pada menit ke-8.
Beruntung tendangan yang dilesakkan pemain bernomor punggung sepuluh itu tidak begitu keras sehingga dengan mudah diantisipasi penjaga gawang nomor satu Indonesia tersebut.Setelah itu, Indonesia kembali menggebrak. Budi Sudarsono mendapat peluang untuk mencetak gol dua menit kemudian. Sayang sontekannya tidak sempurna dan hanya melebar ke samping kiri gawang Kaboja. Padahal bomber bernomor punggung 13 itu tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Samret Seiha.
Tapi, tiga menit kemudian, Budi benar-benar membuat puluhan ribu penonton yang hadir di stadion utama bergemuruh, setelah tendangan kerasnya menembus gawang Kamboja dan mengubah kedudukan menjadi 1-0. Unggul satu gol tidak membuat Indonesia mengendurkan serangan.
Beberapa kali duet Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono merepotkan barisan pertahanan Kamboja yang memaksa kiper Samret Seiha harus jatuh bangun menahan gempuran Indonesia. Sayang hingga turun minum tidak ada tambahan gol yang tercipta sehingga Indonesia menutup pertandingan dengan skor sementara 1-0.
Memasuki babak kedua, kendali permainan masih tetap dikuasai Indonesia. Tekad untuk kembali mencetak gol lebih dari satu membuat Charis Yulianto dan kawan-kawan terus tampil trengginas. Pada menit ke-60, Budi Sudarsono kembali memaksa kiper Kamboja Samreth Seiha memungut bola dari gawangnya.
Keperkasaan Budi sebagai bomber terus berlanjut pada menit ke-75 setelah tandukannya menyambut umpan cantik Firman Utina berhasil menambah keunggulan Indonesia menjadi 3-0, yang ditutup dengan gol Bambang Pamungkas dua menit kemudian.
Kamboja yang sejak awal bertekad meraih kemenangan untuk menjaga kansnya lolos ke babak berikut sebetulnya bukan tanpa peluang. Tercatat beberapa kali mereka mampu menekan barisan pertahanan Indonesia yang dikawal trio Charis Yulianto, M Roby, dan Isnan Ali. Namun hingga pertandingan usai, gawang Indonesia tetap aman. (Gol)
Senin, Desember 08, 2008
Malaysia vs Vietnam "Tiket Awal Semifinal"
INDOFOOTBALL
Selepas menjalani partai menentukan melawan tuan rumah, Vietnam harus kembali bertemu lawan berat, Malaysia. Partai di Stadion Sarakul, Phuket, Senin (8/11) ini menjadi momen terpenting kedua tim untuk maju ke semifinal.
Hal itu disadari Henrique Calisto, pelatih Vietnam. Keyakinan bakal melaju lewat kemenangan atas Malaysia pun diapungkan. “Skuad ini sudah membuat kemajuan yang mengagumkan dan bukan tak mungkin bagi mereka untuk memenangi turnamen meski harus berjuang berat,” ujar Calisto.
Malaysia tampaknya akan menurunkan sejumlah pemain senior di partai genting ini. Pelatih B. Sathianathan tak mau berspekulasi dengan skuadnya dalam meraih hasil positif.
“Ramai yang mempermasalahkan langkah saya memanggil banyak pemain senior. Tetapi, biarkan mereka bersuara. Pada akhirnya nanti saya yang memikul tanggung jawab,” ujar Sathianathan seperti dikutip Berita Harian.
Ia pun menilai kritik atas keputusan untuk memberi kepercayaan lebih kepada striker gaek seperti Hairuddin Omar dan Nizaruddin Yusof terlalu berlebihan. “Saya punya keyakinan penuh terhadap mereka. Mungkin ada yang mau agar lebih ramai pemain muda diberi peluang. Tetapi, saya dibebani sasaran meraih hasil terbaik,” ujar Sathianathan. (BN)
PRAKIRAAN FORMASI
MALAYSIA (4-4-2): Farizal Harun (K), Juzaili Samion, Khaironnisam Sahabuddin, Norhafiz Zamani, Mohd Aidil Zafuan (B), Shukor Adan, Hardi Jaafar, Mohd Khyril, Indra Putra Mahayuddin (T), Hairuddin Omar, Nizaruddin Yusof (D) Cadangan: Mohd Safee Sali, Mohd Farizal Marlias, Mohd Helmi Eliza, V.Thirumurugan, K. Nanthakumar, Safiq Rahim, Eddy Helmi, Pelatih: B Sathianathan
VIETNAM (3-5-2): Duong Hong Son (K), Le Phuoc Tu, Vu Nhu Thanh, Huynh Quang Thanh (B), Nguyen Minh Duc, Phan Thanh Giang, Thach Bao Khanh, Nguyen Minh Phuong, Phan Van Tai Em (T), Le Cong Vinh, Phan Thanh Binh (D) Cadangan: Bui Quang Huy, Tran Duc Cuong, Le Quang Cuong, Doan Viet Cuong, Nguyen Vu Phong, Tran Truong Giang, Le Tan Tai, Pham Thanh Luong, Nguyen Minh Chau, Nguyen Quang Hai, Nguyen Viet Thang. Pelatih: Henrique Calisto
Hal itu disadari Henrique Calisto, pelatih Vietnam. Keyakinan bakal melaju lewat kemenangan atas Malaysia pun diapungkan. “Skuad ini sudah membuat kemajuan yang mengagumkan dan bukan tak mungkin bagi mereka untuk memenangi turnamen meski harus berjuang berat,” ujar Calisto.
Malaysia tampaknya akan menurunkan sejumlah pemain senior di partai genting ini. Pelatih B. Sathianathan tak mau berspekulasi dengan skuadnya dalam meraih hasil positif.
“Ramai yang mempermasalahkan langkah saya memanggil banyak pemain senior. Tetapi, biarkan mereka bersuara. Pada akhirnya nanti saya yang memikul tanggung jawab,” ujar Sathianathan seperti dikutip Berita Harian.
Ia pun menilai kritik atas keputusan untuk memberi kepercayaan lebih kepada striker gaek seperti Hairuddin Omar dan Nizaruddin Yusof terlalu berlebihan. “Saya punya keyakinan penuh terhadap mereka. Mungkin ada yang mau agar lebih ramai pemain muda diberi peluang. Tetapi, saya dibebani sasaran meraih hasil terbaik,” ujar Sathianathan. (BN)
PRAKIRAAN FORMASI
MALAYSIA (4-4-2): Farizal Harun (K), Juzaili Samion, Khaironnisam Sahabuddin, Norhafiz Zamani, Mohd Aidil Zafuan (B), Shukor Adan, Hardi Jaafar, Mohd Khyril, Indra Putra Mahayuddin (T), Hairuddin Omar, Nizaruddin Yusof (D) Cadangan: Mohd Safee Sali, Mohd Farizal Marlias, Mohd Helmi Eliza, V.Thirumurugan, K. Nanthakumar, Safiq Rahim, Eddy Helmi, Pelatih: B Sathianathan
VIETNAM (3-5-2): Duong Hong Son (K), Le Phuoc Tu, Vu Nhu Thanh, Huynh Quang Thanh (B), Nguyen Minh Duc, Phan Thanh Giang, Thach Bao Khanh, Nguyen Minh Phuong, Phan Van Tai Em (T), Le Cong Vinh, Phan Thanh Binh (D) Cadangan: Bui Quang Huy, Tran Duc Cuong, Le Quang Cuong, Doan Viet Cuong, Nguyen Vu Phong, Tran Truong Giang, Le Tan Tai, Pham Thanh Luong, Nguyen Minh Chau, Nguyen Quang Hai, Nguyen Viet Thang. Pelatih: Henrique Calisto
Senin, Desember 08, 2008
Thailand vs Laos "Tak Meremehkan"
INDOFOOTBALL
Setengah langkah Thailand menuju semifinal sepertinya akan dipastikan pada partai kedua saat bertemu lawan lemah, Laos. Meski demikian, Peter Reid, pelatih Thailand asal Inggris, tak mau terlalu memandang remeh partai ini.
“Ini adalah turnamen besar di kawasan regional dan para peserta sangat kompetitif. Peluang kami juga sama besarnya dengan peluang mereka semua,” ungkap mantan pelatih Sunderland itu seperti dikutip Bangkok Post.
Jaminan agar Thailand berpesta gol di partai kedua ini pun muncul. “Lini depan kami sangat tajam. Saya senang atas apa yang telah mereka lakukan selama latihan,” ujarnya.
Pujian lain ia berikan kepada pertahanan yang sangat kuat untuk menghadapi serbuan Laos, bahkan sebaliknya bisa menjadi senjata andalan jika ikut bertarung di depan. (BN)
PRAKIRAAN FORMASI
THAILAND (4-4-2) Kittisak Rawangpa (K), Suree Sukha, Patiparn Pethpul, Nataporn Phanrit, Natthaphong Samana (B), Surat Sukha, Datsakorn Thonglao, Phichitpong Choeichiu, Saraudin Arwae (T), Teerathep Winothai, Anon Sangsanoi (D) Cadangan: Kosin Hathairattanakool, Niweat Siriwong, Rangsan, Choltit Jantakam, Panupong Wongsa, Tana Chanabut, Suchao Nutnum, Arthit Sunthornpit Sutee Suksomkit, Ronnachai Rangsiyo, Teerasil Dangda, Weera Koedpudsa, Narit Taweekul. Pelatih: Peter Ried
LAOS (4-4-2): Sengphachan Bounthisanh (K), Khaisone Sayyavong, Chandalaphone Liemvisay, Khamxay Phakasy, Saynakhonevieng Phommapanya (B), Kholadeth Phonephachan, Phayvanh Lounglath, Soutsakhone Vongsamany, Lois Syamate (T), Vilasack Phothilath, Nisavong Khouphachansy (D) Cadangan: Phoutpasong, Soulivanh Rathsachak, Samnieng, Bounthaiyavong, Lamnoum Singto, Lathaphone, Visay. Pelatih: Valery Vdovin
“Ini adalah turnamen besar di kawasan regional dan para peserta sangat kompetitif. Peluang kami juga sama besarnya dengan peluang mereka semua,” ungkap mantan pelatih Sunderland itu seperti dikutip Bangkok Post.
Jaminan agar Thailand berpesta gol di partai kedua ini pun muncul. “Lini depan kami sangat tajam. Saya senang atas apa yang telah mereka lakukan selama latihan,” ujarnya.
Pujian lain ia berikan kepada pertahanan yang sangat kuat untuk menghadapi serbuan Laos, bahkan sebaliknya bisa menjadi senjata andalan jika ikut bertarung di depan. (BN)
PRAKIRAAN FORMASI
THAILAND (4-4-2) Kittisak Rawangpa (K), Suree Sukha, Patiparn Pethpul, Nataporn Phanrit, Natthaphong Samana (B), Surat Sukha, Datsakorn Thonglao, Phichitpong Choeichiu, Saraudin Arwae (T), Teerathep Winothai, Anon Sangsanoi (D) Cadangan: Kosin Hathairattanakool, Niweat Siriwong, Rangsan, Choltit Jantakam, Panupong Wongsa, Tana Chanabut, Suchao Nutnum, Arthit Sunthornpit Sutee Suksomkit, Ronnachai Rangsiyo, Teerasil Dangda, Weera Koedpudsa, Narit Taweekul. Pelatih: Peter Ried
LAOS (4-4-2): Sengphachan Bounthisanh (K), Khaisone Sayyavong, Chandalaphone Liemvisay, Khamxay Phakasy, Saynakhonevieng Phommapanya (B), Kholadeth Phonephachan, Phayvanh Lounglath, Soutsakhone Vongsamany, Lois Syamate (T), Vilasack Phothilath, Nisavong Khouphachansy (D) Cadangan: Phoutpasong, Soulivanh Rathsachak, Samnieng, Bounthaiyavong, Lamnoum Singto, Lathaphone, Visay. Pelatih: Valery Vdovin
Minggu, Desember 07, 2008
Budi Sudarsono Ingin Jebol Lagi Gawang Kamboja
INDOFOOTBALL
Pada pertemuan terakhir di ajang Piala Kemerdekaan Agustus lalu, Indonesia tampil superior saat melawan Kamboja. Hasilnya, skuad Merah Putih menang telak 7-0! Budi Sudarsono-lah yang menjadi bintang pertandingan itu dengan mencetak quat-trick alias empat gol.
Saat kembali bersua dengan Kamboja malam ini, Budi berharap bisa mengulang kembali sukses tersebut. Pemain Persik Kediri itu ingin mencetak gol sekaligus mengantarkan Indonesia ke semifinal. Lebih dari itu, Budi ingin memperbaiki citranya.
Budi saat ini memang sedang disorot. Itu akibat aksi pemukulan yang dilakukannya kepada pemain PSMS Medan Erwinsyah Hasibuan pada akhir pertandingan di Stadion Brawijaya, Kediri. Atas sikapnya itu, Budi pun menuai sanksi. Pemain 29 tahun tersebut diganjar hukuman percobaan selama setahun plus didenda Rp 50 juta.
"Kesempatan membela timnas telah diberikan kepada saya. Karena itu, saya ingin berkontribusi maksimal untuk mengangkat timnas. Termasuk di pertandingan besok (hari ini, Red). Tentunya saya ingin mencetak gol seperti Agustus lalu," kata Budi kepada Jawa Pos kemarin (6/12).
Empat gol Budi ke gawang Kamboja Agustus lalu bermakna spesial. Sebab, itulah kali pertama Budi mencetak empat gol sekaligus dalam satu laga untuk timnas. "Satu gol sudah saya cetak di pertandingan kemarin (lawan Myanmar, Red). Gol itu dan kenangan akan empat gol ke gawang Kamboja lalu sangat memotivasi saya untuk kembali mencetak gol besok (hari ini, Red)," tegas Budi.
Budi semakin bersemangat karena untuk menghadapi pertandingan malam ini, dia mendapatkan suntikan dari salah seorang teman dekatnya, Suryo Agung. Kemarin siang sprinter nasional itu bersama keluarganya mengunjungi Budi untuk memberikan suport. "Dia juga memberikan suplemen vitamin kepada saya. Dukungan ini jelas semakin menebalkan semangat saya," ucap si Ular Piton, julukan Budi. (JPO)
Saat kembali bersua dengan Kamboja malam ini, Budi berharap bisa mengulang kembali sukses tersebut. Pemain Persik Kediri itu ingin mencetak gol sekaligus mengantarkan Indonesia ke semifinal. Lebih dari itu, Budi ingin memperbaiki citranya.
Budi saat ini memang sedang disorot. Itu akibat aksi pemukulan yang dilakukannya kepada pemain PSMS Medan Erwinsyah Hasibuan pada akhir pertandingan di Stadion Brawijaya, Kediri. Atas sikapnya itu, Budi pun menuai sanksi. Pemain 29 tahun tersebut diganjar hukuman percobaan selama setahun plus didenda Rp 50 juta.
"Kesempatan membela timnas telah diberikan kepada saya. Karena itu, saya ingin berkontribusi maksimal untuk mengangkat timnas. Termasuk di pertandingan besok (hari ini, Red). Tentunya saya ingin mencetak gol seperti Agustus lalu," kata Budi kepada Jawa Pos kemarin (6/12).
Empat gol Budi ke gawang Kamboja Agustus lalu bermakna spesial. Sebab, itulah kali pertama Budi mencetak empat gol sekaligus dalam satu laga untuk timnas. "Satu gol sudah saya cetak di pertandingan kemarin (lawan Myanmar, Red). Gol itu dan kenangan akan empat gol ke gawang Kamboja lalu sangat memotivasi saya untuk kembali mencetak gol besok (hari ini, Red)," tegas Budi.
Budi semakin bersemangat karena untuk menghadapi pertandingan malam ini, dia mendapatkan suntikan dari salah seorang teman dekatnya, Suryo Agung. Kemarin siang sprinter nasional itu bersama keluarganya mengunjungi Budi untuk memberikan suport. "Dia juga memberikan suplemen vitamin kepada saya. Dukungan ini jelas semakin menebalkan semangat saya," ucap si Ular Piton, julukan Budi. (JPO)
Minggu, Desember 07, 2008
Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, dinyatakan siap 100% menggelar laga terakhir Grup A Piala AFF 2008 partai Myanmar menghadapi Kamboja,Selasa (9/12).
Hal itu diungkapkan Jenderal Koordinator Piala AFF Je Singh seusai melakukan peninjauan terakhir kesiapan kandang Persikab Kabupaten Bandung dan Pelita Jaya FC tersebut, Sabtu (6/12). Selain para pejabat AFF, juga hadir staf panitia Piala AFF di antaranya Togar Manahan Nero dan Ferina (Media Officer Piala AFF Indonesia).
”Segalanya sudah siap. Semua fasilitas seperti lampu penerangan sudah memenuhi standar kekuatan yang diperlukan, yakni 1.000 lux. Begitu juga dengan ruang ganti pemain dan bench pemain sudah memenuhi standar yang ditetapkan,”kata Singh. Fasilitas lain yang dinilai sudah memenuhi standar adalah kualitas rumput dan permukaan lapangan.
”Kualitas dan sistem drainase lapangan sudah cukup baik dan layak,”kata Dato El Akbar,Match Officer Piala AFF. Sementara itu, menurut Humas Badan Pengelola Stadion Si Jalak Harupat Rahmat,untuk perbaikan fasilitas stadion berdaya tampung maksimal 40.000 orang itu menghabiskan dana sekitar Rp200 juta.
Ironisnya, biaya renovasi seluruhnya justru harus ditanggung pengelola, bukan panitia turnamen. Fakta ini seolah menjadi salah satu bukti jika panitia turnamen sebenarnya tak memiliki anggaran cukup. ”Untuk biaya renovasi memang semuanya ditanggung pengelola, tapi sifatnya sementara. Sebab, ke depan, rencananya akan segera diganti pihak panitia turnamen,” tandas Rahmat. (SND)
Hal itu diungkapkan Jenderal Koordinator Piala AFF Je Singh seusai melakukan peninjauan terakhir kesiapan kandang Persikab Kabupaten Bandung dan Pelita Jaya FC tersebut, Sabtu (6/12). Selain para pejabat AFF, juga hadir staf panitia Piala AFF di antaranya Togar Manahan Nero dan Ferina (Media Officer Piala AFF Indonesia).
”Segalanya sudah siap. Semua fasilitas seperti lampu penerangan sudah memenuhi standar kekuatan yang diperlukan, yakni 1.000 lux. Begitu juga dengan ruang ganti pemain dan bench pemain sudah memenuhi standar yang ditetapkan,”kata Singh. Fasilitas lain yang dinilai sudah memenuhi standar adalah kualitas rumput dan permukaan lapangan.
”Kualitas dan sistem drainase lapangan sudah cukup baik dan layak,”kata Dato El Akbar,Match Officer Piala AFF. Sementara itu, menurut Humas Badan Pengelola Stadion Si Jalak Harupat Rahmat,untuk perbaikan fasilitas stadion berdaya tampung maksimal 40.000 orang itu menghabiskan dana sekitar Rp200 juta.
Ironisnya, biaya renovasi seluruhnya justru harus ditanggung pengelola, bukan panitia turnamen. Fakta ini seolah menjadi salah satu bukti jika panitia turnamen sebenarnya tak memiliki anggaran cukup. ”Untuk biaya renovasi memang semuanya ditanggung pengelola, tapi sifatnya sementara. Sebab, ke depan, rencananya akan segera diganti pihak panitia turnamen,” tandas Rahmat. (SND)
Profil Bintang

Postur kurus kerempeng dan tinggi menjulang yang dimiliki Bokay Eddie Foday kurang ideal untuk ukuran pesepak bola profesional. Kala pertama kali menukangi Persiwa di awal musim, Suharno sempat meragukan kemampuan striker kelahiran Monrovia, Liberia, 28 Mei 1986 yang telah tiga musim membela panji The Highlander itu.
Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya
Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.
Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.
Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya
Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya
Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.
Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya
Berita Terbaru
RSS/Search
Liga Super
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSIPURA | 22 | 14 | 4 | 4 | 46-15 | 46 |
| SRIWIJAYA | 23 | 13 | 5 | 5 | 49-28 | 44 |
| PERSIJA | 21 | 13 | 3 | 5 | 44-24 | 42 |
| PERSIJAP | 24 | 11 | 7 | 6 | 31-22 | 40 |
| PERSIB | 21 | 11 | 6 | 4 | 34-22 | 39 |
| PERSIWA | 22 | 12 | 2 | 8 | 29-27 | 38 |
| PERSIK | 22 | 11 | 4 | 7 | 34-29 | 37 |
| PSM | 23 | 9 | 8 | 6 | 25-25 | 35 |
| PERSELA | 22 | 10 | 4 | 8 | 26-21 | 34 |
| PELITA | 23 | 8 | 6 | 9 | 23-20 | 30 |
| AREMA | 22 | 9 | 3 | 10 | 25-29 | 30 |
| PERSIBA | 22 | 7 | 6 | 9 | 20-25 | 27 |
| PERSITARA | 23 | 5 | 7 | 11 | 26-35 | 22 |
| PERSITA | 24 | 5 | 6 | 13 | 16-41 | 21 |
| DELTRAS | 22 | 4 | 6 | 12 | 15-30 | 18 |
| PKT | 22 | 4 | 6 | 12 | 21-39 | 18 |
| PSMS | 23 | 2 | 11 | 10 | 23-33 | 17 |
| PSIS | 23 | 3 | 8 | 12 | 13-35 | 17 |
Divisi Utama
Wilayah I
Wilayah II
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSISAM | 19 | 11 | 5 | 3 | 37-18 | 38 |
| PERSIKAB | 21 | 11 | 3 | 7 | 35-27 | 36 |
| PERSIKABO | 21 | 9 | 7 | 5 | 32-22 | 34 |
| MITRA KUKAR | 19 | 11 | 1 | 7 | 19-16 | 34 |
| SEMEN PADANG | 21 | 8 | 8 | 5 | 36-23 | 32 |
| PERSIRAJA | 21 | 9 | 4 | 8 | 24-27 | 31 |
| PERSIKAD | 21 | 8 | 4 | 9 | 25-33 | 28 |
| PSDS | 21 | 8 | 3 | 10 | 18-24 | 27 |
| PERSIH | 21 | 7 | 5 | 9 | 26-28 | 26 |
| PSSB | 21 | 6 | 6 | 9 | 20-19 | 24 |
| PSAP | 21 | 7 | 3 | 11 | 22-28 | 24 |
| PERSIBAT | 21 | 7 | 1 | 13 | 20-33 | 22 |
| PERSIKOTA | 21 | 5 | 6 | 10 | 22-37 | 21 |
| PSP | 21 | 3 | 4 | 14 | 14-30 | 13 |
Wilayah II
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSEBAYA | 18 | 13 | 1 | 4 | 32-12 | 40 |
| PERSEMA | 18 | 13 | 1 | 4 | 33-20 | 40 |
| PERSIBOM | 20 | 12 | 1 | 7 | 28-16 | 37 |
| PERSIBA Bantul | 19 | 11 | 4 | 4 | 21-12 | 37 |
| PERSIGO | 20 | 10 | 1 | 9 | 25-21 | 31 |
| PERSEMAN | 19 | 9 | 2 | 8 | 20-19 | 29 |
| PERSIBO | 19 | 8 | 4 | 7 | 22-19 | 28 |
| PSIR | 20 | 7 | 6 | 7 | 17-19 | 27 |
| PSS | 19 | 6 | 6 | 7 | 18-26 | 24 |
| PERSIKU | 20 | 6 | 4 | 10 | 16-28 | 22 |
| GRESIK UNITED | 19 | 5 | 4 | 10 | 15-21 | 19 |
| PSIM | 20 | 5 | 2 | 13 | 14-25 | 17 |
| PERSIS | 19 | 4 | 4 | 11 | 15-22 | 13 |
| PERSEKABPAS | 18 | 3 | 4 | 11 | 10-26 | 13 |
Liga Super U21
Wilayah I
Wilayah II
Wilayah III
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PELITA JY U21 | 6 | 5 | 1 | 0 | 17-2 | 16 |
| PERSITA U21 | 6 | 3 | 2 | 1 | 7-5 | 11 |
| SRIWIJAYA U21 | 6 | 3 | 0 | 3 | 7-7 | 9 |
| PSMS U21 | 6 | 1 | 3 | 2 | 10-13 | 6 |
| PERSIJA U21 | 6 | 1 | 1 | 4 | 4-8 | 4 |
| PERSITARA U21 | 6 | 1 | 1 | 4 | 4-14 | 4 |
Wilayah II
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSIK U21 | 6 | 4 | 2 | 0 | 9-4 | 14 |
| PERSIB U21 | 6 | 3 | 3 | 0 | 7-3 | 12 |
| PERSELA U21 | 6 | 3 | 0 | 3 | 7-7 | 9 |
| PERSIJAP U21 | 6 | 2 | 1 | 3 | 7-7 | 7 |
| AREMA U21 | 6 | 2 | 1 | 3 | 7-10 | 7 |
| PSIS U21 | 6 | 0 | 1 | 5 | 3-9 | 1 |
Wilayah III
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSIPURA U21 | 6 | 4 | 1 | 1 | 12-6 | 13 |
| PERSIBA U21 | 7 | 3 | 3 | 1 | 5-3 | 12 |
| PSM U21 | 6 | 3 | 2 | 1 | 6-4 | 11 |
| DELTRAS U21 | 7 | 1 | 3 | 3 | 5-10 | 6 |
| PKT BTG U21 | 7 | 1 | 2 | 4 | 7-9 | 5 |
| PERSIWA U21 | 5 | 1 | 1 | 3 | 4-7 | 4 |
Top Skor
Liga Super
Divisi Utama
Liga Super U21
Copa Indonesia
Divisi Utama
Liga Super U21
Copa Indonesia



















