Tampilkan postingan dengan label AFC Champions League. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AFC Champions League. Tampilkan semua postingan
Kamis, April 09, 2009
Gamba Osaka Tekuk Sriwijaya 5-0
INDOFOOTBALL
Sriwijaya kembali menelan kekalahan besar di laga Liga Champions Asia. Kali ini Laskar Wong Kito menelan kekalahan lima gol tanpa balas dari Gamba Osaka. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Expo'70, Osaka, Rabu (8/4/2009), Sriwijaya gagal untuk mengimbangi permainan tuan rumah. Di babak pertama, Osaka sudah berhasil unggul 2-0 lewat gol Leandro di menit ke-39 dan 43.
Di babak kedua, skuad besutan Rahmad Darmawan ini semakin terpuruk setelah Ambrizal mencetak gol bunuh diri di menit ke-48. Sedangkan Gamba Osaka sebagai juara bertahan, semakin mendominasi jalannya pertandingan.
Dua gol lagi berhasil disarangkan oleh Yamaguchi Satoshi di menit ke-50 dan Yasuda Michiro di menit ke-68. Sedangkan Srijaya tidak mampu berbuah banyak dan skor 5-0 tersebut tidak berubah hingga akhir pertandingan.
Hasil tersebut membuat Gamba Osaka semakin kokoh di puncak klasemen dengan sembilan poin dan semakin berpeluang lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan Sriwijaya terpuruk di posisi buncit klasemen dan belum meraih poin. (DS)
Selasa, April 07, 2009
Setelah menempuh perjalanan selama 13 jam, Sriwijaya FC (SFC) akhirnya tiba di Osaka, Jepang, Senin, 6 April 2009. Meski masih kelelahan, pasukan Rahmad Darmawan rencananya akan langsung menggelar latihan sore harinya.SFC akan berhadapan dengan juara bertahan Liga Champions Asia (LCA), Gamba Osaka, di Stadion Expo '70, Jepang, Rabu, 8 April 2009. Menurut Pelatih SFC, Rahmad Darmawan, timnya bertolak dari Palembang dengan menggunakan SQ Airlines, Minggu, 5 April 2009.
Pada tur kali ini, SFC memboyong 18 pemain. Turut dalam rombongan, kiper utama mereka Ferry Rotinsulu yang selama ini absen karena cedera. Kiper timnas itu akan mendampingi Dede Sulaiman yang untuk sementara masih menjadi andalan SFC.
"Kami baru tiba pukul 11.30 waktu setempat atau pukul 09.30 WIB. Pemain masih kelelahan tapi mereka terlihat enjoy menjelang pertandingan," kata Rahmad melalui pesan singkatnya kepada VIVAnews, Senin, 6 April 2009.
Rahmad menambahkan, kedatangan mereka di Osaka disambut oleh cuaca dingin. Saat ini suhu Osaka berkisar antara 8 derajat celcius hingga 18 derajat celcius. Meski demikian, Rahmad tidak ingin memanjakan timnya. "Sore ini kami akan langsung latihan," kata Rahmad.
Tahun ini merupakan debut SFC di LCA. Sayang, perjalanan tim kebanggaan warga Sumatera Selatan itu tidak mulus. Dari dua laga yang sudah dilakoni, SFC selalu kalah.
Kekalahan pertama diderita saat berhadapand engan FC Seoul dengan skor 2-4. Sedangkan kekalahan kedua terjasi saat SFC bertandang ke markas Shandong Luneng, China. Pada pertandingan ini, SFC dibantai dengan skor 0-5.
Sebaliknya, Gamba Osaka masih terlalu perkasa bagi lawan-lawannya di Grup F. Dari 2 kali pertandingan, Gamba Osaka belum juga terkalahkan. Saat ini Gamba masih menempati peringkat teratas grup F dengan koleksi 6 poin. (VN)
Senin, April 06, 2009
Tidak ingin mengulangi kesalahan pada dua pertandingan terakhir Liga Champions Asia (LCA), pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengaku dirinya akan menerapkan strategi bertahan saat melawan Gamba Osaka.Dua kekalahan sudah dirasakan Sriwijaya FC pada babak penyisihan Grup F LCA. Dan kini tim ’Laskar Wong Kito’ harus menghadapi lawan terberat pada grup neraka ini, Gamba Osaka, yang notabene juara bertahan LCA.
Seperti yang dilansir Antara untuk mengantisipasi serangan-serangan Gamba, Rahmad siap menerapkan strategi bertahan. Terlebih Sriwijaya FC akan bermain tandang di Stadium Expo' 70 Osaka, Jepang, Rabu (8/4).
”Belajar dari dua kekalahan kemarin, tampaknya kami harus sedikit defensif dengan merapatkan barisan belakang. Kami harus melupakan sejenak pola permainan terbuka yang biasa dimainkan anak-anak,” ujar Rahmad.
Menurut Rahmad Sriwijaya FC memang identik dengan permainan menyerang dan memanfaatkan umpan-umpan dari sayap. ”Kami masih tetap mengharapkan ketajaman barisan depan, untuk menciptakan peluang gol,” kilahnya.
”Secara kualitas dan profesional, mereka (Gamba) di atas kami. Jadi, mau tidak mau kami mengharapkan kontribusi pemain lini tengah dan belakang untuk memblok pergerakan lawan,” pungkasnya.(INI)
Senin, April 06, 2009
Gamba Sedang Terluka
INDOFOOTBALL
Di Liga Champion Asia (LCA) musim 2009 ini, Gamba Osaka begitu perkasa. Tim asuhan Akira Nishino (Jepang), sukses meraup dua kemenangan. Masing-masing memang home 3-0 atas Shandong Luneng Taishan (10/3) dan menang away 4-2 atas Seoul FC (17/3).Tapi, tim berdiri sejak 1980 justru kurang moncer di kancah domestic, J-league 2009. Kemarin di kandang sendiri Stadion Expo'77 Suita, Yasuhito Endo dkk sangat terluka setelah hanya bermain imbang 2-2 dengan tamunya Sanfrecce Hiroshima, tim peringkat ke-11 pada J-League. "Apa yang ditunjukkan tim sungguh menyakitkan. Mereka kerap ceroboh di pertahanan. Itulah mengapa terjadi dua gol Hiroshima," keluh Akira seperti dilansir situs resmi J-League.Ini hasil jeblok kedua yang dialami tim juara III FIFA World club 2008 lalu. Sebelumnya lawan Kyoto Sanga (22/3), Gamba juga kalah 1-2. "Berarti tetap ada peluang Sriwijaya FC untuk minimal mengimbangi Gamba. Kabar ini membuat motivasi anak-anak makin berlipat," cetus coach Sriwijaya FC Rahmad Darmawan, kemarin ( 5/4).Laskar Wong Kito (julukan SFC) akan meladeni jamuan Gamba pada laga ke-3 LCA, pada Rabu (8/4) ini. Pelatih 42 tahun sudah menyiapkan strategi khusus yaitu antifootball alias bertahan total. Sebab, diatas kertas tim double winners sangat tidak diunggulkan. Di bursa-bursa taruhan pun, terpampang jelas Gamba diunggulkan dengan koefisien 5/2. Tiga diantaranya bursa-bursa taruhan kelas dunia B-win, Lubrikes, dan William Hill.
"Status underdog membuat kami lebih yakin. Semoga ada kejutan yang tak akan di duga Gamba sebelumnya. Meski kami mengalami dua kelalahan beruntun di LCA," tandas pelatih asal Metro, Lampung.
Berkaca dari wakil-wakil Indonesia sebelumnya, memang tidak ada yang sukses mengalahkan tim-tim Nipon, julukan Jepang. Itu sudah trjadi sejak 2005 lalu. Pada 25 Mei 2005, PSM Makasar takluk 0-3 dari Yokohama F Marinos.
Musim 2007, dua wakil Indonesia Persik dan Arema juga tidak berdaya. Keduanya sama-sama kalah 0-3. Persik atas Urawa Red Diamond (7/3/2007), serta Arema dari Kawasaki Frontale (9/5/2007). "Kami berharap tidak akan terjadi pada Sriwijaya. Meski bakal kalah, tapi kami akan berjuang untuk tidak kalah," ungkap midfielder Sriwijaya, Toni Sucipto. (SE)
Minggu, April 05, 2009
SFC Tunggu Uang AFC
INDOFOOTBALL
Nasib Sriwijaya FC (SFC) di pentas Liga Champions Asia (LCA) memang tragis. Sudah dua kali babak belur, uang match fee dua laga tandang senilai Rp330 juta belum turun.Manajemen SFC,dalam hal ini PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM),masih menunggu uang dari AFC sebesar USD30.000 atau Rp330 juta (kurs rupiah Rp11.000) dari pertandingan tandang.Sebab, dua pekan setelah lawatan Laskar Wong Kito––julukan SFC––ke markas Shandong Luneng, China, 17 Maret lalu,uang tersebut belum dikucurkan AFC.
Pihak PT SOM cukup beralasan menunggu kucuran dana tersebut. Karena, AFC telah menetapkan akan membayar match fee itu setelah dua pekan pertandingan dilaksanakan. Menurut Direktur Keuangan PT SOM Roliansyah Basnan, karena match feetersebut belum sampai di tangan mereka,jadi untuk lawatan SFC ke markas Gamba Osaka, Jepang, pihaknya harus mengeluarkan uang dari kas sendiri.
“Sampai hari ini (kemarin) kami masih menunggu transfer dana dari pihak AFC di Kuala Lumpur melalui BLI. Ini sesuai hasil pembicaraan saya dengan Joko Driyono (Dirut BLI), termasuk dana Rp500 juta yang merupakan hak SFC yang belum dibayar pihak Djarum,” tuturnya. PT SOM,sambung Yan Basnan, harus merogoh kocek lebih dari Rp500 juta untuk menerbangkan Charis Yulianto dkk agar bisa sampai ke Stadion Expo’70, Suita Osaka.
“Biaya operasional ke Jepang lebih besar dibandingkan ke China. Karena, semua standar di Jepang lebih mahal. Tapi, mau tak mau semua harus kami siapkan, termasuk uang saku pemain yang berkisar hingga Rp100 jutaan,” sambungnya. Yang menjadi pikiran manajemen SFC saat ini adalah match fee Rp500 juta dari Djarum masih bermasalah.
Karena, pihak Djarum menganggap dana yang diberikan untuk juara Liga dan akan digunakan bagi klub untuk biaya operasional mengikuti LCA telah hangus. “Alasannya,SFC kanjuara Liga tahun 2007, tapi kompetisi berakhir pada awal 2008. Sebenarnya yang salah bukan SFC,tapi panitia penyelenggara kompetisi.Namun, pihak PSSI dan BLI tetap mengupayakan pihak Djarum untuk memberikan kebijakan agar dana tersebut bisa dicairkan,” ungkapnya.
Terlepas dari pihak PT SOM yang masih menunggu match fee dari AFC sebesar USD30.000, Laskar Wong Kito sudah mengantongi izin peminjaman dua pemainnya yang telah masuk training center (TC) timnas U-23 SEA Games, yakni Dede Sulaiman dan Toni Sucipto. (SND)
Jumat, April 03, 2009
Perjuangan Sriwijaya FC di kompetisi Indonesia untuk sementara terhenti. Saat ini Laskar Wong Kito fokus pada persiapan menghadapi Gamba Osaka pada lanjutan Liga Champions Asia (LCA) 2009.SFC akan betemu juara musim lalu Gamba Osaka, di Stadion Expo '70, 8 April 2009. Pada pertemuan ini, Pelatih SFC, Rahmad Darmawan tidak ingin mematok target muluk-muluk selain membawa timnya tampil maksimal.
"Semua tahu kualitas Gamba Osaka. Mereka punya sederet pemain bintang. Namun kami tidak boleh menyerah dan menurut saya, pemain justru harus tampil lebih baik saat bertemu mereka," kata Rahmad Darmawan, saat dihubungi VIVAnews, Kamis, 2 April 2009.
Penampilan perdana SFC di LCA memang tidak berjalan mulus. Dari dua pertandingan yang sudah dijalani, SFC belum juga berhasil meraih poin.
Pertandingan pertama kontra FC Seoul di Stadion Jakabaring, Palembang, 10 Maret 2009 dilewati dengan kekalahan 2-4. Sedangkan pada pertandingan kedua lawan Shandong Lunang di China, sepekan kemudian, SFC kembali keok dengan skor telak 0-5.
"Kami tak ingin target muluk-muluk. Pertandingan nanti akan kami jadikan sebagai persiapan untuk kembali tampil di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 dan Copa Indonesia," kata mantan pelatih Persikota, Persipura, dan Persija Jakarta itu.
Rahmad menambahkan, selama ini timnya masih bermasalah dengan pertahanan. Karena itu, saat pertandingan nanti mereka akan mencoba menyempurnakan organisasi pertahanan dengan menempatkan tiga center back sekaligus.
"Dengan mengandalkan formasi 4-4-2 saya pikir akan sulit mengimbangi Gamba Osaka. Terlalu banyak celah untuk formasi ini. Karena itu, saya akan mencoba merancang skema baru yang bisa menguatkan pertahanan namun tetap efektif dalam menyerang," beber Rahmad.
SFC rencananya akan bertolak ke Jepang, Minggu, 5 April 2009. Dalam turnya kali ini Rahmad akan memboyong 18 pemain. Hingga saat ini SFC masih berada di pada posisi juru kunci grup F dengan nilai nol dari dua kali laga. (VN)
Selasa, Maret 31, 2009
Lakukan Antifootball
INDOFOOTBALL
Sriwijaya FC menjalani mission imposible saat bertamu ke Stadion Expo'77, markas Gamba Osaka, Rabu 8 April mendatang. Di atas kertas, mustahil tim berjuluk Laskar Wong Kito bisa dapat poin.Namun, coach Sriwijaya Rahmad Darmawan tidak ingin jadi bulan-bulanan. Mereka berikrar satu hati agar tidak menuai malu seperti kalah 2-4 dari Seoul FC (10/3) dan 0-5 dari Shandong Luneng Taishan (17/3). "Kami berusaha agar tidak terjadi lagi skor mencolok. Kalaupun kalah, paling tidak dengan selisih satu gol saja," ungkap Rahmad, kemarin (30/3).
Pelatih 42 tahun menyiapkan cara khusus menghadapi "opas-opas" Nipon. Yaitu total defense. Bahkan, pelatih asal Metro, Lampung, tidak segan menerapkan sepak bola antifootball, yaitu cara bertahan total seolah-olah melupakan serangan.
Biasanya antifootball sangat efektif. Peluang terjadi skor imbang (minimal 0-0) lebih dari 90 persen. Asalkan dilakukan sesuai dengan seni-seni defense. "Semua maklum, Gamba bukanlah lawan sepadan dengan kami. Tapi, kami menjamin tetap berusaha semaksimal mungkin agar bisa imbang," sambung pelatih kelahiran 28 November 1966.
Ada dua cara utama untuk bertahan yang bakak diusung Laskar Wong Kito. Pertama, mark the ball defense (zona defense, block defense). Menurut Rahmad, cara ini menciptakan pagar (block) atau lapis-lapis defender terhadap bola yang sedang dikuasai lawan. "Cara ini bisa menghemat tenaga. Sambil mencuri kesempatan untuk counter attack," sambungnya.
Kedua, man to man defense (personal defense). Yaitu dilakukan dengan cara menempel (mengawal) beberapa pemain lawan secara individual. Termasuk mengawal satu pemain khusus yang paling berbahaya. "Kami akan lakukan beberapa kali simulasi. Termasuk melakukan tackling-tackling bersih," lanjutnya.
Pemain Gamba, semua berkategori bintang. Baik yang berlebel timnas, maupun eks timnas. Namun, ada 5 paling berbahaya. Yaitu trio Jepang Yasuhito Endo, Akira Kaji, Ryuji Bando, Cho Jae-Jin (Korsel), dan Leandro Montera da Silva (Brasil). "Mereka-mereka inilah yang akan merasakan gaya antifootball kami nanti. Satu lagi, menciptakan perangkap offside juga masuk strategi kami," pungkas pelatih double winners itu. (SE)
Senin, Maret 30, 2009
Hello Gamba !
INDOFOOTBALL
Sriwijaya FC tidak punya rencana lagi di Liga Champion Asia (LCA) 2009. Kans bersaing masuk dua besar Grup F sangat tipis. Itu setelah meraup dua kekalahan terakhir beruntun. Masing-masing kalah home 2-4 dari Seoul FC Korsel, Selasa (10/3). Serta kalah away dari Shandong Luneng Taishan Cina 0-5, Selasa (17/3).Kini, tim berjuluk Laskar Wong Kito bakal mengantar "nyawa" lagi. Sebab, away kedua justru meladeni jamuan juara bertahan Gamba Osaka Jepang, Rabu (8/4) nanti. Di atas kertas, Gamba bakal menang mudah.
Sebab, tim asuhan Akira Nishino menang di dua laga terakhir. Masing-masing menang home 3-0 atas Shandong Luneng (10/3). Serta menang away 4-2 atas Seoul FC (17/3). "Bersaing memang sulit. Tapi, kami akan puas jika ternyata kami bisa minimal imbang lawan Gamba," ungkap coach Sriwijaya Rahmad Darmawan, kemarin (29/3).
Biasanya, tim-tim Indonesia tidak pernah sukses di kandang tim-tim Jepang. Itu sudah terjadi sejak 2005 lalu. Pada 25 Mei 2005, PSM Makasar takluk 0-3 dari Yokohama F Marinos. Musim 2007, dua wakil Indonesia Persik dan Arema juga tidak berdaya. Keduanya sama-sama kalah 0-3. Persik atas Urawa Red Diamond (7/3/2007), serta Arema dari Kawasaki Frontale (9/5/2007).
" Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Tapi lawan Gamba, jujur kami lebih banyak bermain defensif (bertahan)" sambung pelatih 42 tahun itu.
Namun Rahmad percaya, tim kecil juga punya peluang menang. Toh, Gamba sendiri bukan tim tak terkalahkan. Faktanya memang ada. Minggu (22/3) lalu, Gamba kalah 1-2 dari Kyoto Sanga FC pada J-League 2009. "Padahal Kyoto adalah tim papan bawah. Artinya, kami juga punya peluang melakukan hal serupa," sambung pelatih double winners.
Beberapa kekalahan Gamba lainnya adalah 0-3 dari Kashima pada Super cup (Copa Jepang) pada 29 Februari lalu. Kemudian, kalah 2-3 dari Albirex Niigata di J-league 6 Desember 2008. Kekalahan terparah tim berdiri sejak 1991 saat dihajar Kawasaki Frontale 4-0 pada 22 November 2008.
Tapi, itu bisa dimaklumi. Sebab, status Kawasaki memang tuan rumah. Namun, juara LCA 2008 pernah malu besar di kandang sendiri Stadion Expo '77. Saat itu mereka kalah 1-3 dari tamunya FC Tokyo (8/11/08). "Kalaupun memang harus kalah, tapi kami puas bisa menghadapi tim kelas dunia. Secara pribadi, saya puas bisa berhadapan dengan pelatih-pelatih top sekelas Akira (Nishino)," pungkasnya.
Gamba sendiri sudah memantau power Sriwijaya FC. Kemarin (29/3), empat pembesarnya timba di Palembang. Mereka adalah Mr Masami Koratsu (operation manager), Mr Katshusi kaji (manager planning), Mr Yasuhiro Yamamoto (match manager and PR officer), dan Mr Tsuyoshi Harakawa (team logistic oficer Nhisiretsu tavel co.Ltd) (SE)
Selasa, Maret 24, 2009
Gamba Pun Pernah Kalah
INDOFOOTBALL
Tak ada raksasa tak terkalahkan. Begitu pun raja Asia Gamba Osaka. Kemarin (22/3) di stadion Nishikyogoku Athelitic, Kyoto, tim asuhan Akira Nishino (Jepang) dibungkam tuan rumah Kyoto Sanga FC 2-1.Padahal, Kyoto adalah tim papan bawah. Musim J-League (Liga Jepang) 2008 lalu, tim asuhan Hishasi Kato (Jepang), berada diperingkat ke-14 dari 18 kontestan. Ini menjadi pemicuh spirit baru bagi Sriwijaya FC.
Setidaknya, masih ada sisa semangat di Liga Champion Asia (LCA) 2009. Khususnya jelang home lawan Gamba pada Rabu, 8 April mendatang. "Keunggulan ditas kertas, memang bukan jaminan pasti menang," ungkap coach Sriwijaya Rahmad Darmawan.
Kekalahan Gamba bukan sekali ini saja. Di J League 2008, Yasuhito Endo dkk hanyalah tim papan tengah. Mereka menelan 12 kali kekalahan. Juara sejati di Negeri Matahari Terbit, adalah Kashima Antlers.
Beberapa kekalahan Gamba lainnya adalah 0-3 dari Kashima pada Super cup (Copa Jepang) pada 29 Februari lalu. Kemudian, kalah 2-3 dari Albirex Niigata di J-league 6 Desember 2008. "Terlalu berat melangkah ke-2 besar grup F. Tapi, masih ada 4 laga tersisa. Mungkin, kami bisa menunjukkan kejutan lain," sambung pelatih 42 tahun.
Kekalahan terparah tim berdiri sejak 1991 saat dihajar Kawasaki Frontale 4-0 pada 22 November 2008. Tapi, itu bisa dimaklumi. Sebab, status Kawasaki memang tuan rumah. Namun, juara LCA 2008 pernah malu besar di kandang sendiri Stadion Expo '77. Saat itu mereka kalah 1-3 dari tamunya FC Tokyo (8/11/08). "Kekalahan lawan Seoul dan Shandong jadi pelajaran penting. Berarti, kami harus bermain lebih keras saat menghadapi Gamba," pungkas pelatih asal Metro, Lampung. (SE)
Kekalahan Gamba Osaka di 10 laga terakhir
22 Maret 2009 : Kyoto v Gamba : 2-1 (J-League 2009)
28 Februari 2009 : Kashima v Gamba : 3-0 (Super cup 2009)
18 Desember 2008 : Gamba v Man United : 3-5 (FIFA Club world cup 2008)
6 Desember 2008 : Albirex v Gamba : 3-2 (J-League 2008)
23 Nopember 2008 : Kawasaki v Gamba : 4-0 (J-League 2008)
8 Nopember 2008 : Gamba v Tokyo : 1-3 (J-League 2008)
26 Oktober 2008 : Shimuzu v Gamba : 3-1 (J-League 2008)
13 September 2008 : Gamba v Nagoya : 0-1 (J-League 2008)
7 September 2008 : Gamba v Shimuzu : 2-3 (J-League 2008)
16 Agustus 2008 : Omiya v Gamba : 2-0 (J-league 2008)
Sabtu, Maret 21, 2009
Incar LCA atau AFC cup 2010
INDOFOOTBALL
Tampil di Liga Champion Asia (LCA) adalah hal langkah. Meski terpuruk, namun Sriwijaya FC bertekad untuk tetap tampil musim 2010 mendatang. Syaratnya, Tim berjuluk Laskar Wong Kito harus menjadi juara Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009.Namun, persaingan jelas berat. Sebab, tim asuhan Rahmad Darmawan harus bersaing dengan Persipura Jayapura. Apalagi, Mutiara Hitam-julukan Persipura, makin konsisten di puncak capolista.
"Paling tidak kami harus menjaga kans di dua besar musim ini. Itu sudah cukup untuk tetap berkiprah di LCA 2010," ungkap direktur teknis dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin, kemarin (19/3).
Menjadi runner up adalah peluang terbesar SFC di DISL. Tapi, bisa saja ada kejutan. Sebab, kompetisi sendiri masih menyisahkan 11 laga. Apalagi, ada pemusatan laga di Jatim rentang 17 April hinga 4 Mei mendatang.
Tapi, runner up belum tentu lolos ke babak utama LCA 2010. Harus melalui babak play off, seperti yang dilakukan PSMS Medan musim ini. Jika gagal, hanya sebatas bermain di AFC Cup (EUFA-nya Asia). "Tidak masalah. AFC Cup juga liga internasional terbesar di Asia. Tapi, kami akan tetap kejar juara DISL agar bisa bermain lagi di LCA 2010," tandasnya.
Rencana sudah digodok dari awal. Bahkan, PT SOM sendiri bersiap memperpanjang kontrak Rahmad Darmawan. Kontrak pelatih 42 tahun akan berakhir awal Juni mendatang. 'Pak Rahmad tetap jadi target kami. Rencana mengontrak dia lagi, sudah kami siapkan dari sekarang. Tapi, biarkan dulu Pak Rahmad menyelesaikan tugas sesuai dengan konraknya," sambungnya.
AFC cup termasuk bergengsi. Indonesia sendiri baru musim 2009 inilah mengirimkan wakilnya PSMS. AFC cup sendiri sudah memasuki 6 edisi. Dimulai sejak 2004 lalu. (SE)
Jumat, Maret 20, 2009
Menantang Samurai
INDOFOOTBALL
Seperti apa laga Sriwijaya FC lawan Gamba Osaka? Banyak alegori bermunculan. Ada yang mengatakan Laskar Wong Kito akan kalah lebih dari 6 gol. Ada juga sarkasme, tim asuhan Rahmad Darmawan langsung "lempar handuk".Fakta memang benar, bahwa Gamba Osaka bukanlah lawan sepadan. Perbandingan statistikanya mudah. Di Liga Champion Asia (LCA), tim asuhan Akira Nishino (Jepang), tak terkalahkan.
Selasa (10/3) lalu, mereka mengalahkan Shandong Luneng (China) 3-0. Selasa (17/3), giliran membungkam tuan rumah Seoul FC (Korsel), 4-2. Bandingkan dengan SFC. Isnan Ali dkk kalah 2-4 dari Seoul FC (10/3). Kemudian kalah telak 0-5 dari Shandong Luneng (17/3).
Giliran SFC bertemu Gamba? "Kami jalani saja laga tersisa. Meski sulit, namun kami akan berjuang maksimal. Soal hasil, itu urusan lain," ungkap manajer SFC Baryadi, kemarin (18/3).
SFC satu-satunya tim di grup F yang belum punya poin. Sama nasibnya dengan wakil Korsel Ulsan Hyundai Horang-I di grup E. Atau wakil UAE Sharjah di grup B.
Diatas kertas, mission imposible jika tim double winners dapat poin di stadion Expo'70-markas Gamba Osaka. Mencetak satu gol (termasuk hasil akhir kalah), itu sudah hasil luar biasa. Sebab, tim Samurai tak hanya konsisten di LCA. Yasuhito dkk juga digdaya di J-League 2009. Dua laga dijalani, dua kali pula meraup skor besar. Pertama, 7 Maret "ngamuk" 3-0 dikandang JEF United Ichihara. Kemudian 4-1 saat menjamu Jubilo Iwata (14/3).
"Tim kami memang kalah kelas. Tapi, kami tetap bermain sesuai karakter dan standar kami," tandas pelatih asal Metro, Lampung.
Catatan penting lain, dari 32 kontestan LCA 2009 hanya Gamba yang prestasinya paling moncer. Tim berdiri sejak 1980 menyandang 4 tropi juara level Asia. Semua diraih edisi 2008, yaitu Pan Pacific Championship, LCA, juara III FIFA Club World cup, dan Emperor cup. Edisi 2007, mereka meraih dua tropi lagi. Yaitu J-League dan Super Cup. (SE)
Kamis, Maret 19, 2009
Tak Berani Cari Kiper Berkualitas
INDOFOOTBALL
Sriwijaya FC sepertinya harus berpikir ulang untuk memasang Dede Sulaiman sebagai kiper utama. Sebab, pria kelahiran 3 Maret 1986 makin tidak konsisten. Memang, kondisi pemilik jersey 23 tidak fit seratus persen. Dia masih cedera engkel kanan. Namun, tim berjuluk Laskar Wong Kito harus ingat. Ada 13 gol yang bersarang di gawangnya dari 4 laga terakhir.Kalau persentasikan dalam setiap laga ada 3 gol lebih (3,25 gol) yang bersarang ke gawangnya. Itu rekor kebobolan terburuk dari kiper-kiper SFC sebelumnya. "Kami akan seleksi kiper lagi. Saya tidak salahkan Dede. Sebab, ini kekalahan tim menyeluruh. Buktinya, kami juga ciptakan peluang, tapi tidak gol juga," elak coach SFC Rahmad Darmawan.
Pada Liga Champion Asia (LCA), tim double winners menyisahkan 4 laga. Tapi, sulit rasanya mereka bersahabat dengan Dewi Fortuna. Sebab, Jepang, Cina, dan Korsel masih sangat berkuasa. Empat laga tersisa yaitu away lawan Gamba Osaka Jepang (8/4), home lagi lawan Gamba (21/4). Kemudian away lawan Seoul FC Korsel (6/5), dan home lawan Shandong Luneng Taishan Cina (20/5).
Tapi, itu sudah tidak bermakna lagi. Melihat apa yang diraih SFC di dua laga terakhir, tentu tidak mungkin sukses. Sejatinya, SFC justru menyiapkan "handuk" untuk di lempar alias menyerah. "LCA mungkin terlalu tinggi bagi kami. Tapi, kami akan terus lanjut saja menyelesaikan 4 laga tersisa. Fokus terpenting, ya di liga dan copa saja karena masih ada peluang (juara)," timpal manajer MC Baryadi.
Kiper menjadi problem paling pelik. Sebab, mengandalkan Dede seorang, terlalu beresiko. Fauzi Toldo, kiper pinjaman dari Pelita Jaya pun sebenarnya belum teruji. Dia hanya kiper ke-3 di Pelita Jaya. Kamis (19/4), Rahmad akan memantau habis-habisan kiper seleksi Ahmad Nurosodi dan kiper belia Andri Tani. Keduanya belum resmi direkrut. Tapi, tetap ada peluang untuk diterima.
"Kami akan seleksi kiper seselektif mungkin. Jika tidak memenuhi kualitas, kami akan cari kiper lain. Termasuk kiper asing sekalipun jika memang terpaksa dilakukan," sambung pengusaha asal Sleman, Jogjakarta.
Soal kiper asing, Rahmad pernah melontarkan "deal" dengan kiper Chonburi FC (Thailand) Kosin Hattairatanakool. Tapi, resikonyo berat. SFC harus membuang satu asing. Karena kuota pemain asing di DISL hanya 5 orang. "Lihat kebutuhan tim. Semua bisa saja terjadi. Sebab, kalau mau meminjam kiper berkualitas, tim-tim tentu tidak mau melepas," tandas Baryadi. (SE)
Rabu, Maret 18, 2009
Sriwijaya FC Dibantai Shandong 0-5
INDOFOOTBALL
Sriwijaya FC harus pulang dengan tangan hampa di matchday kedua fase grup Liga Champions Asia. Tim besutan Rahmad Darmawan ini dibekuk tuan rumah Shandong Luneng lima gol tanpa balas.Di markas Shandong, Selasa (17/3/2009) petang WIB, Li Jinyu dan Miljan Mrdakovic masing-masing menjaringkan dua gol ke jala Laskar Wong Kito, sedang satu gol lainnya dikemas oleh Han Peng.
Dalam pertandingan, Sriwijaya FC relatif selalu berada di bawah kendali tuan rumah. Laga baru berusia 15 menit, gawang "Laskar Wong Kito" sudah dibobol Li Jinyu yang memanfaatkan umpan silang dari Aleksander Zivkovic.
Empat menit berselang, jala Sriwijaya yang dikawal Dede Sulaiman kembali bobol, kali ini lewat gol Han Peng. Gol ini berawal dari kegagalan pemain-pemain Sriwijaya membuang bola liar.
Memasuki menit ke-25, Rahmad Darmawan harus menyaksikan timnya kebobolan untuk ketigakalinya. Gol ketiga ini lahir kembali lewat Li Jinyu melalui sepakan jarak jauh.
Sriwijaya sempat punya peluang di menit ke-30. Namun, sepakan Keith Kayamba masih terlalu lemah dan bisa ditangkal oleh kiper Li Leilei.
Di menit ke-38, Shandong hampir memperbesar keunggulan. Beruntung sepakan Zivkovic masih naik. Dua menit berselang, Sriwijaya kembali terselamatkan usai sepakan Li Wei membentur tiang gawang.
Pada babak kedua, Sriwijaya masih berada di bawah tekanan tuan rumah kendati sempat mencuri beberapa peluang. 12 menit babak kedua berjalan, tendangan keras Christian Worobay masih tipis di kiri gawang lawan.
Memasuki menit ke-74, Keith Kayamba Gumbs tinggal berhadap-hadapan dengan penjaga gawang Shandong. Namun, usaha Keith Kayamba masih belum berhasil akibat digagalkan kiper lawan.
Tekanan tuan rumah berbuah di menit ke-79. Umpan silang datar yang dilepas Wang Yongpo dari sisi kiri pertahanan Sriwijaya, sukses dimanfaatkan Miljan Mrdakovic untuk mengubah skor menjadi 4-0.
Empat menit berselang, tuan rumah memetik gol kelima dengan proses yang hampir sama dengan gol keempat. Kali ini, Li Wei yang lolos dari jebakan offside mengirm umpan silang ke kotak penalti dan lagi-lagi Mrdakovic sukses menaklukkan Dede Sulaiman.
Skor 5-0 bertahan hingga laga ditutup. Ini merupakan kekalahan kedua dari dua laga yang sudah dilakoni Charis Yulianto cs. Di laga sebelumnya, Sriwijaya takluk 2-4 dari Seoul FC. (DS)
Senin, Maret 16, 2009
Baryadi Kecewa Soal Status Manajer
INDOFOOTBALL
Manajer Sriwijaya FC MC Baryadi resah. Dirinya tidak bisa mendampingi Isnan Ali dkk saat bertamu ke markas Shandong Luneng Taishan, China, pada Liga Champion Asia (LCA), Selasa (17/3) mendatang.Sebab, yang didaftarkan sebagai manajer justru sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid. Sementara, Baryadi sendiri hanya memegang ID card berkode TM 3. Artinya harus duduk di tribun.
Hal yang mengganjal hati Baryadi, sebenarnya telah terjadi saat Laskar Wong Kito-julukan SFC, menjamu Seoul FC, Korsel, pada laga perdana di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Selasa (10/3) lalu. Dia diusir delegated AFC-konfederasi sepakbola Asia. Sekaligus tidak diperkenankan duduk berbaur dengan tim di setle bench. Padahal, peran manajer sangat penting. "Ternyata yang didaftarkan sebagai manajer, yah Faisal (Musyid). Bukan saya. Jadi, saya tidak diperkenankan ada disamping pemain," terang Baryadi, kemarin (15/3).
Tak pelak, Baryadi akan melaporkan statusnya tersebut pada Dirut PT SOM Dodi Reza Alex. Dia akan mempertanyakan siapa sebenarnya manajer tim double winners tersebut. "Lawan Shandong, saya juga duduk di tribun penonton. Sedangkan manajer tim jelas harus ada di tengah anak-anak. Saya akan tanyakan ini saat pulang nanti dari China," tegas pria yang 2007 lalu mengantar SFC jadi juara Liga Djarum Indonesia XIII dan Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) III.
Faisal Mursyid menceritakan kronologis kejadian tersebut. Awalnya, AFC meminta SFC untuk mengirimkan 4 wakilnya pada Work shop LCA di Kuala Lumpur, 9-10 Januari lalu. Salah satunya manajer tim. Namun, Baryadi tidak bisa hadir karena ada tugas lain. Lalu, disarankan pada Hendri Zainuddin (manajer teknis dan SDM) dan Roliansyah Basnan (direktur keuangan). Tapi, juga berhalangan.
Tapi, meski berhalangan, menurut Faisal, Baryadi tetap didaftarkan sebagai manajer sekaligus vice president PT SOM. Rilis nama-mana personil SFC pun, justru Baryadi sebagai manajer. "Tapi, kenyataannya lain. AFC yang memberi kabar bahwa saya yang ada disamping pemain. Karena nama saya ada sebagai peserta work shop tersebut. Saya sudah jelaskan duduk perkaranya pada Pak Baryadi, " bantah Faisal. (SE)
Senin, Maret 16, 2009
Jangan Minder, SFC!
INDOFOOTBALL
Sriwijaya FC (SFC) enggan mimpi terlalu tinggi kala menantang tuan rumah Shandong Luneng pada lanjutan Liga Champions Asia (LCA) besok.Mampu menahan imbangtuan rumah saja sudah cukup bagi Laskar Wong Kito,julukan SFC.Itu artinya, seluruh komponen tim tak berharap terlalu muluk pada laga kedua kompetisi paling elite antarklub Asia ini. Dari segi persiapan,Pelatih SFC Rahmad ‘RD’ Darmawanhanya memilikiempathariuntukmelatih strategi untuk diterapkan di Jinan besok sore.
Selain itu, dari rentang waktu sepekan seusai menghadapi Seoul FC,Selasa (10/3),SFC disibukkan dengan mencari kiper pengganti. Sementara bagi Shandong,waktu sepe-kan ini sudah lebih dari cukup untuk Pelatih Ljubisa Tumbakovic mengatur kerja Shu Chang dkk. Namun,minimnya persiapan SFC bukan berarti jawara Indonesia musim lalu itu hanya pasrah pada nasib.
Yang pasti, penerbangan jauh dari Palembang ke Jinan akan menyuntikkan motivasi bagi para pemain untuk tidak pulang dengan kepala tertunduk. Menurut RD, setelah sampai di Negeri Tirai Bambu kemarin pagi, dia telah ber-ulang kali mendorong se-mangat Charis Yulianto dkk untuk terus menikmati dari pertandingan ke pertandingan LCA.
“Berulang kali saya katakan,persiapan kami di ajang LCA ini berbeda dari persiapan Liga Super atau Piala Indonesia. Memang,kami dihadapkan pada minimnya persiapan.Tapi, itu bukan berarti kami akan tampil seadanya.Justru saya selalu memotivasi anak-anak untuk menikmati pertandingan ini dan jangan ada rasa minder,”ujarnya kepada SINDO.
RD sadar,kekuatan tiga rival SFC yang berada di Grup F LCA adalah tim-tim yang jauh di atas mereka. Kekalahan 2-4 dari Seoul FC juga men-jadi modal berharga untuk melangkah pada laga se-lanjutnya. “Karakter Shandong ti-dak jauh berbeda dengan Seoul. Mereka pasti memain-kan sepak bola efektif yang sangat sederhana.
Cara itu-lah yang harus dipatahkan anak-anak,” sambungnya. Bahkan,RD tetap akan memainkan strategi normal. Artinya, SFC tidak akan sepenuhnya bertahan meski lawan jauh lebih kuat dari Charis dkk.Apalagi, untuk masalah dinginnya cuaca di China saat ini,RD mengajak anak asuhnya agar lebih santai.
Ucapan sang arsitek diamini defender Charis. Kapten timnas Indonesia ini mengaku siap melawan sekuat apa pun kekuatan Shandong. “Semua orang sudah tahu dan pasti telah memprediksi hasilnya. Itu terserah me-reka.Tapi, yang kami hadapi ini juga manusia yang tetap punya kekurangan.Jadi,untukapa takut, ”ucapnya.
Rencananya, SFC baru akan menggelar latihan adaptasi cuaca sore ini.Karena,RD dan pasukannya baru tiba Bandara Jinan sekitar pukul 12.38 waktu setempat.“Kami baru saja melewati perjalanan melelahkan.Mungkin,besok (hari ini) pelatih akan membawa anak-anak latihan,” papar Asisten Pelatih Fisik SFC Satia Bagdja Ijatna. (SND)
Senin, Maret 16, 2009
Kekalahan telak 0-3 dari gamba Osaka, Selasa (10/3) lalu jadi pukulan telak bagi Shandong Luneng. Tim asuhan Ljubisa Tumbakovic langsung menambah satu asing lagi. Yaitu midfielder asal Libanon, Roda Antar.Tim berjuluk Real Madrid of China, ingin melengkapi kuota 3+1, sesuai regulasi AFC-konfederasi sepakbola Asia. Tiga maksudnya tiga asing dari luar Asia. Sedangkan 1 artinya satu asing dari Asia.
Tiga asing luar Asia yang dimiliki tim berdiri sejak 1956 adalah defender Alejendro Chicero (Venezuela), midfielder Alexander Zivkovic (Serbia), dan striker Mljan Mrdakovic (Serbia).
"Kami tak mau kalah lagi. Kondisi tim kami sangat bagus, Kekalahan di partai pertama, menjadi cambuk bagi kami untuk hati-hati," terang coacj Ljubisa seperti dilansir LNTS, kemarin (14/3).
Roda Antar punya pengalan internasional. Pria kelahiran Freewon, Sierra Leone, 12 November 1980 pernah merumput di Bundesliga (Jerman). Diantaranya Hamburger SV edisi 2001-2003. Kemudian SC Freiburg edisi 2003-2007. Serta 2008 bersama FC Koln.
Karir timnasnya juga meroket. Meski lahir di Sierra Leone, tapi pemilik tinggi 1,89 cm adalah pemain timnas Lebanon. Bahkan, dia menjabat sebagai kapten tim. Memperkuat timnas Lebanon sejak masih junior hingga sekarang di senior. Total 48 caps yang dilakoninya. Plus 23 gol lahir dari heading dan kakinya. (SE)
Minggu, Maret 15, 2009
Ke Jinan Bawa 18 Pemain
INDOFOOTBALL
Perjuangan away Sriwijaya FC pada Liga Champion Asia (LCA) segera dimulai. Hari ini, Sabtu (14/3) pukul 12.30 WIB, tim berjuluk Laskar Wong Kito akan terbang ke China. Tepatnya di Kota Jinan, sekitar 500 km dari Beijing.Selasa (17/3) mendatang, skuadra Rahmad Darmawan akan meladeni jamuan tuan rumah Shandong Luneng Taishan. Kedua tim sama-sama sedang terluka. Sebab, mereka kalah dilaga perdana, Selasa (10/3) lalu.
Di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Isnan Ali dkk tumbang 2-4 dari tamunya Seoul FC, Korsel. Disaat yang sama di Stadion Osaka Expo'70, Real Madrid of China (julukan Shandong) kalah 0-3 dari juara bertahan Gamba Osaka, Jepang.
SFC membawa 18 pemain. Sejumlah pilar diparkir. Terutama Ferry Rotinsulu dan Afryanto. Sedangkan Dede Sulaiman, kondisinya membaik. Pemain lainnya yang tinggal adalah Imam Suprapto, Amirul Mukminin, Eki Nurhakim, Obiora Richrad, Tsimi Jacques, dan Slamet Riyadi. "Slamet kena demam berdarah. Dia tidak diajak dan posisinya digantikan Oktavianus," terang asisten pelatih Setyo Cipto, kemarin (13/3).
Meski bermodal kalah, tapi tim double winners datang ke Jinan dengan wajah sumringah. Sebab, mereka telah gajian. PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), membayar Lunes gaji Februari. Jumlahnya Rp 876 juta.
Bahkan, mereka juga mengantongi uang saku selama tiga hari berada di Jinan. Besarnya lebih kurang Rp 3 jura per orang. "Semoga bisa memacuh spirit anak-anak," terang direktur keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Roliansyah Basnan.
Soal dua kiper anyar, Ahmad Nurosodi dan Andri Tani untuk sementara dipulangkan dulu. Keduanya akan kembali ke Palembang pada Rabu, 19 maret mendatang.
Belum dipastikan status resmi keduanya. Sebab, coach Rahmad Darmawan belum banyak waktu menilai keduanya. Tidak menutup kemungkinan keduanya ditolak. "Usai pulang dari China, kami akan adakan seleksi kiper. Jangan terburu-buru, nanti malah hasilnya tidak bagus," tukas Rahmad. (SE)
Minggu, Maret 15, 2009
Menjinakkan Shaolin
INDOFOOTBALL
Media-media terkemuka di Cina ramai-ramai memberitakan kekalahan Shandong Luneng 0-3 dari Gamba Osaka, pada kick off perdana Liga Champion Asia (LCA), Selasa (10/3) lalu. LNTS - situs khusus tentang Shandong Lunen g- misalnya, membuat judul besar "Shandong-Tim Juara, Buang Peluang". Intinya, tim asuhan Ljubisa Tumbakovic (Serbia) tidak bisa mencuri poin. Sebab, meski away tapi Shandong adalah tim juara. Mereka seharusnya tidak kalah dari Gamba Osaka, yang notabene hanya peringkat ke-8 (papan tengah) di J-League 2008 lalu. Meski Yasuhito Endo dkk adalah juara LCA 2008. China Daily juga menulis kekalahan Li Jinyu dkk. Di sana tertulis "Shandong Down's". Intinya memberitakan jatuhnya raksasa. Koran lokal di Shandong, jelas paling gencar. Sebut saja seperti Dazhong Ribao, Jinan Times, dan Qingdao Daily. Mayoritas menjadikannya headline (berita utama).Nah, The Saolin (julukan lain Shandong) tak mau malu untuk kali kedua. Mereka mematok "menang besar" atas Sriwijaya FC yang dihadapi Selasa, 17 Maret mendatang. Coach Ljubisa sudah berkoar.
"Tidak ada poin yang kami dapat dari Osaka. Itu sangatlah menyakitkan. Tapi, kami akan tebus kekalahan tersebut lawan Sriwijaya Palembang," terang Ljubisa kepada LNTS, kemarin (13/3).
Di grup F, Shandong berada di posisi buncit klasemen sementara. Tapi, masih menyisakan 5 laga lagi. Tim berdiri sejak April 1956, bertekad tak mau kalah lagi. "Kami tunggu Sriwijaya di sini (Jinan). Tak ada lagi poin yang hilang," ujar kiper Shandong, Li Leilei.
Hanya, Sriwijaya FC juga tidak mau langsung "lempar handuk". Di atas kertas, skuadra Rahmad Darmawan tidak akan menang. Tapi, kemungkinan bisa saja terjadi. Sebab, Shandong bukanlah tim tak terkalahkan di kandang sendiri.
Memang, sepanjang musim 2008 lalu Shandong tak terkalahkan. Tapi, tidak di edisi 2007. Mereka bisa dikalahkan. Di antaranya 1-6 dari Beijing Guoan (8/8/07) dan 1-2 dari Shanghai Shenhua (26/8/07). "Satu poin dari Jinan, sama artinya kami menang. Meski sulit, tapi kami punya semangat untuk berusaha menembus posisi 2 besar grup F," tegas coach Rahmad Darmawan.
Tapi, ada fakta lain yang membuat Laskar Wong Kito (julukan SFC) harus pasang kuda-kuda tegap. Di LCA 2007 lalu, Shandong selalu sukses dikandang sendiri. Di antaranya 2-1 atas Seongnam Ilhwa (21/3/07), 4-0 atas Long An Tan An (11/4/07), dan 2-2 dengan Adelaide United (Asutralia), 9 Mei 2007. "Semoga nasib kami bisa seperti Adelaide. Satu poin hasil sangat luar biasa. Sebenarnya Shandong lebih hebat dari Seoul FC," pungkas pelatih 42 tahun. (SE)
Sabtu, Maret 14, 2009
TPI memastikan bakal menyiarkan secara live kiprah Sriwijaya Football Club (SFC) di ajang Liga Champion Asia dan PSMS Medan di AFC Cup musim ini.
Pecinta sepakbola tanah air, khususnya bagi penggemar berat Sriwijaya Football Club (SFC) dan PSMS Medan, tampaknya tidak perlu khawatir bakal sulit menyaksikan tim kebanggaannya berlaga di Liga Champion Asia (LCA) dan AFC Cup musim ini.
Itu menyusul kepastian dari TPI untuk menyiarkan secara live pertandingan bergengsi dua even terakbar di Asia tersebut. Dengan demikian, kesempatan untuk melihat aksi-akasi para pemain dari dua tim wakil Indonesia di ajang internasional dipastikan tidak akan terlewatkan.
Seperti dalam rilis media relation TPI yang diterima redaksi GOAL.com, Jumat (13/3) menyebutkan, televisi swasta nasional ini bakal mendukung penuh langkah SFC maupun PSMS. Tentunya dengan menyiarkan secara langsung seluruh pertandingan yang dilakoni kedua tim di ajang internasional kali ini.
Masih dalam rilis tersebut disebutkan, tayangan langsung ini bisa terlaksana karena TPI mendapat kehormatan dengan menjadi satu-satunya official broadcaster dalam negeri, yang akan merekam peristiwa bersejarah ini dan sekaligus menayangkannya secara live di layar kaca. (Gol)
Pecinta sepakbola tanah air, khususnya bagi penggemar berat Sriwijaya Football Club (SFC) dan PSMS Medan, tampaknya tidak perlu khawatir bakal sulit menyaksikan tim kebanggaannya berlaga di Liga Champion Asia (LCA) dan AFC Cup musim ini.
Itu menyusul kepastian dari TPI untuk menyiarkan secara live pertandingan bergengsi dua even terakbar di Asia tersebut. Dengan demikian, kesempatan untuk melihat aksi-akasi para pemain dari dua tim wakil Indonesia di ajang internasional dipastikan tidak akan terlewatkan.
Seperti dalam rilis media relation TPI yang diterima redaksi GOAL.com, Jumat (13/3) menyebutkan, televisi swasta nasional ini bakal mendukung penuh langkah SFC maupun PSMS. Tentunya dengan menyiarkan secara langsung seluruh pertandingan yang dilakoni kedua tim di ajang internasional kali ini.
Masih dalam rilis tersebut disebutkan, tayangan langsung ini bisa terlaksana karena TPI mendapat kehormatan dengan menjadi satu-satunya official broadcaster dalam negeri, yang akan merekam peristiwa bersejarah ini dan sekaligus menayangkannya secara live di layar kaca. (Gol)
Sabtu, Maret 14, 2009
Sriwiajya FC Usaha untuk memainkan kiper baru Sriwijaya FC, Fauzi Toldo untuk bisa bermain di Liga Champion Asia tidak semudah yang dibayangkan. Sriwiajya FC harus mengkonfirmasikan hal ini terlebih dahulu kepada pihak Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Sekretaris Perusahaan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid menjelaskan pihaknya memang sudah menambahkan nama Fauzi Toldo dalam daftar pemain SFC yang didaftarkan pada Liga Champions Asia (LCA),Rabu (12/3) lalu.“Kami sudah kirimkan namanya (Fauzi) ke Sekretariat AFC Kuala Lumpur, Rabu lalu.Hanya saat ini kami masih menunggu jawaban dari mereka,”ujarnya.
Menurut Faisal, memang untuk menambahkan pemain dalam daftar pemain yang sudah ditetapkan sebelumnya harus melalui aturan yang sudah ditetapkan AFC.Yang mana pihak SFC harus mendaftarkan pemain yang bersangkutan ke Badan Liga Indonesia (BLI),kemudian BLI meneruskannya ke AFC. “Dari BLI juga harus diketahui federasi, dalam hal ini PSSI, begitu juga dengan apa isi jawaban dari AFC, harus melalui BLI dulu baru diteruskan ke SFC.Kami berharap semua akan selesai saat tim berangkat ke China,Sabtu nanti (besok), karena pertandingan inilah yang kami prioritaskan,” sebutnya.
Memang,sambung Faisal,untuk menambahkan pemain atau mengganti pemain di ajang LCA ini, pihak AFC pasti akan meminta alasan dari SFC.Untuk alasan itu sendiri semuanya sudah dilampirkan SFC. “Kami sudah lampirkan surat keterangan dari dokter,seperti kondisi Apriyanto yang baru selesai dioperasi dan kondisi Dede Sulaiman yang masih cedera. Lagi pula saat pertandingan melawan Seoul FC kemarin, pengawas pertandingan dan staf AFC sudah melihat langsung dan tentu mereka juga ada laporannya,”sambungnya.
Terpisah,Pelatih SFC Rahmad Darmawan menambahkan, saat ini mereka dihadapkan pada kondisi yang cukup sulit. Seusai menghadapi Seoul, Selasa (10/3), Rahmad hanya memiliki waktu dua hari (Rabu dan Kamis) untuk memompa latihan Charis Yulianto dkk di lapangan. “Kami besok (hari ini) hanya latihan pagi, karena Sabtunya sudah berangkat ke China.Makanya, kami sekarang pada kondisi yang serbasulit,”tuturnya. Pelatih yang akrab disapa RD ini mengharapkan kiper yang baru diangkut dari Pelita Jaya ini bisa langsung segera menguasai apa yang diinstruksikan pelatih.
“Fauzi butuh waktu yang cepat untuk itu,tapi dia juga memiliki referensi yang cukup bagus. Saya juga berharap Dede segera sehat agar mereka bisa saling mendampingi,”ucapnya. Sementara untuk dua kiper yang rencananya akan mengikuti seleksi bersama SFC seperti Ahmad Nurosadi (Deltras).“Sebenarnya selain dua kiper itu ada lagi kiper ketiga PSMS,namanya saya lupa yang mau ikut tes,tapi kita lihat dulu.Karena waktu yang kami miliki sangat minim,mungkin setelah kami pulang dari China nanti,”pungkasnya. (SI)
Sekretaris Perusahaan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid menjelaskan pihaknya memang sudah menambahkan nama Fauzi Toldo dalam daftar pemain SFC yang didaftarkan pada Liga Champions Asia (LCA),Rabu (12/3) lalu.“Kami sudah kirimkan namanya (Fauzi) ke Sekretariat AFC Kuala Lumpur, Rabu lalu.Hanya saat ini kami masih menunggu jawaban dari mereka,”ujarnya.
Menurut Faisal, memang untuk menambahkan pemain dalam daftar pemain yang sudah ditetapkan sebelumnya harus melalui aturan yang sudah ditetapkan AFC.Yang mana pihak SFC harus mendaftarkan pemain yang bersangkutan ke Badan Liga Indonesia (BLI),kemudian BLI meneruskannya ke AFC. “Dari BLI juga harus diketahui federasi, dalam hal ini PSSI, begitu juga dengan apa isi jawaban dari AFC, harus melalui BLI dulu baru diteruskan ke SFC.Kami berharap semua akan selesai saat tim berangkat ke China,Sabtu nanti (besok), karena pertandingan inilah yang kami prioritaskan,” sebutnya.
Memang,sambung Faisal,untuk menambahkan pemain atau mengganti pemain di ajang LCA ini, pihak AFC pasti akan meminta alasan dari SFC.Untuk alasan itu sendiri semuanya sudah dilampirkan SFC. “Kami sudah lampirkan surat keterangan dari dokter,seperti kondisi Apriyanto yang baru selesai dioperasi dan kondisi Dede Sulaiman yang masih cedera. Lagi pula saat pertandingan melawan Seoul FC kemarin, pengawas pertandingan dan staf AFC sudah melihat langsung dan tentu mereka juga ada laporannya,”sambungnya.
Terpisah,Pelatih SFC Rahmad Darmawan menambahkan, saat ini mereka dihadapkan pada kondisi yang cukup sulit. Seusai menghadapi Seoul, Selasa (10/3), Rahmad hanya memiliki waktu dua hari (Rabu dan Kamis) untuk memompa latihan Charis Yulianto dkk di lapangan. “Kami besok (hari ini) hanya latihan pagi, karena Sabtunya sudah berangkat ke China.Makanya, kami sekarang pada kondisi yang serbasulit,”tuturnya. Pelatih yang akrab disapa RD ini mengharapkan kiper yang baru diangkut dari Pelita Jaya ini bisa langsung segera menguasai apa yang diinstruksikan pelatih.
“Fauzi butuh waktu yang cepat untuk itu,tapi dia juga memiliki referensi yang cukup bagus. Saya juga berharap Dede segera sehat agar mereka bisa saling mendampingi,”ucapnya. Sementara untuk dua kiper yang rencananya akan mengikuti seleksi bersama SFC seperti Ahmad Nurosadi (Deltras).“Sebenarnya selain dua kiper itu ada lagi kiper ketiga PSMS,namanya saya lupa yang mau ikut tes,tapi kita lihat dulu.Karena waktu yang kami miliki sangat minim,mungkin setelah kami pulang dari China nanti,”pungkasnya. (SI)
Profil Bintang

Postur kurus kerempeng dan tinggi menjulang yang dimiliki Bokay Eddie Foday kurang ideal untuk ukuran pesepak bola profesional. Kala pertama kali menukangi Persiwa di awal musim, Suharno sempat meragukan kemampuan striker kelahiran Monrovia, Liberia, 28 Mei 1986 yang telah tiga musim membela panji The Highlander itu.
Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya
Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.
Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.
Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya
Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya
Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.
Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya
Berita Terbaru
RSS/Search
Liga Super
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSIPURA | 22 | 14 | 4 | 4 | 46-15 | 46 |
| SRIWIJAYA | 23 | 13 | 5 | 5 | 49-28 | 44 |
| PERSIJA | 21 | 13 | 3 | 5 | 44-24 | 42 |
| PERSIJAP | 24 | 11 | 7 | 6 | 31-22 | 40 |
| PERSIB | 21 | 11 | 6 | 4 | 34-22 | 39 |
| PERSIWA | 22 | 12 | 2 | 8 | 29-27 | 38 |
| PERSIK | 22 | 11 | 4 | 7 | 34-29 | 37 |
| PSM | 23 | 9 | 8 | 6 | 25-25 | 35 |
| PERSELA | 22 | 10 | 4 | 8 | 26-21 | 34 |
| PELITA | 23 | 8 | 6 | 9 | 23-20 | 30 |
| AREMA | 22 | 9 | 3 | 10 | 25-29 | 30 |
| PERSIBA | 22 | 7 | 6 | 9 | 20-25 | 27 |
| PERSITARA | 23 | 5 | 7 | 11 | 26-35 | 22 |
| PERSITA | 24 | 5 | 6 | 13 | 16-41 | 21 |
| DELTRAS | 22 | 4 | 6 | 12 | 15-30 | 18 |
| PKT | 22 | 4 | 6 | 12 | 21-39 | 18 |
| PSMS | 23 | 2 | 11 | 10 | 23-33 | 17 |
| PSIS | 23 | 3 | 8 | 12 | 13-35 | 17 |
Divisi Utama
Wilayah I
Wilayah II
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSISAM | 19 | 11 | 5 | 3 | 37-18 | 38 |
| PERSIKAB | 21 | 11 | 3 | 7 | 35-27 | 36 |
| PERSIKABO | 21 | 9 | 7 | 5 | 32-22 | 34 |
| MITRA KUKAR | 19 | 11 | 1 | 7 | 19-16 | 34 |
| SEMEN PADANG | 21 | 8 | 8 | 5 | 36-23 | 32 |
| PERSIRAJA | 21 | 9 | 4 | 8 | 24-27 | 31 |
| PERSIKAD | 21 | 8 | 4 | 9 | 25-33 | 28 |
| PSDS | 21 | 8 | 3 | 10 | 18-24 | 27 |
| PERSIH | 21 | 7 | 5 | 9 | 26-28 | 26 |
| PSSB | 21 | 6 | 6 | 9 | 20-19 | 24 |
| PSAP | 21 | 7 | 3 | 11 | 22-28 | 24 |
| PERSIBAT | 21 | 7 | 1 | 13 | 20-33 | 22 |
| PERSIKOTA | 21 | 5 | 6 | 10 | 22-37 | 21 |
| PSP | 21 | 3 | 4 | 14 | 14-30 | 13 |
Wilayah II
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSEBAYA | 18 | 13 | 1 | 4 | 32-12 | 40 |
| PERSEMA | 18 | 13 | 1 | 4 | 33-20 | 40 |
| PERSIBOM | 20 | 12 | 1 | 7 | 28-16 | 37 |
| PERSIBA Bantul | 19 | 11 | 4 | 4 | 21-12 | 37 |
| PERSIGO | 20 | 10 | 1 | 9 | 25-21 | 31 |
| PERSEMAN | 19 | 9 | 2 | 8 | 20-19 | 29 |
| PERSIBO | 19 | 8 | 4 | 7 | 22-19 | 28 |
| PSIR | 20 | 7 | 6 | 7 | 17-19 | 27 |
| PSS | 19 | 6 | 6 | 7 | 18-26 | 24 |
| PERSIKU | 20 | 6 | 4 | 10 | 16-28 | 22 |
| GRESIK UNITED | 19 | 5 | 4 | 10 | 15-21 | 19 |
| PSIM | 20 | 5 | 2 | 13 | 14-25 | 17 |
| PERSIS | 19 | 4 | 4 | 11 | 15-22 | 13 |
| PERSEKABPAS | 18 | 3 | 4 | 11 | 10-26 | 13 |
Liga Super U21
Wilayah I
Wilayah II
Wilayah III
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PELITA JY U21 | 6 | 5 | 1 | 0 | 17-2 | 16 |
| PERSITA U21 | 6 | 3 | 2 | 1 | 7-5 | 11 |
| SRIWIJAYA U21 | 6 | 3 | 0 | 3 | 7-7 | 9 |
| PSMS U21 | 6 | 1 | 3 | 2 | 10-13 | 6 |
| PERSIJA U21 | 6 | 1 | 1 | 4 | 4-8 | 4 |
| PERSITARA U21 | 6 | 1 | 1 | 4 | 4-14 | 4 |
Wilayah II
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSIK U21 | 6 | 4 | 2 | 0 | 9-4 | 14 |
| PERSIB U21 | 6 | 3 | 3 | 0 | 7-3 | 12 |
| PERSELA U21 | 6 | 3 | 0 | 3 | 7-7 | 9 |
| PERSIJAP U21 | 6 | 2 | 1 | 3 | 7-7 | 7 |
| AREMA U21 | 6 | 2 | 1 | 3 | 7-10 | 7 |
| PSIS U21 | 6 | 0 | 1 | 5 | 3-9 | 1 |
Wilayah III
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSIPURA U21 | 6 | 4 | 1 | 1 | 12-6 | 13 |
| PERSIBA U21 | 7 | 3 | 3 | 1 | 5-3 | 12 |
| PSM U21 | 6 | 3 | 2 | 1 | 6-4 | 11 |
| DELTRAS U21 | 7 | 1 | 3 | 3 | 5-10 | 6 |
| PKT BTG U21 | 7 | 1 | 2 | 4 | 7-9 | 5 |
| PERSIWA U21 | 5 | 1 | 1 | 3 | 4-7 | 4 |
Top Skor
Liga Super
Divisi Utama
Liga Super U21
Copa Indonesia
Divisi Utama
Liga Super U21
Copa Indonesia













