
Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.
Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.
Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Aun saat ini tercatat sebagai pemain belakang PSMS tersubur. Empat gol sudah dilesakkanya lewat tandukan kepalanya, baik di kancah Indonesian Super League (ISL), maupun AFC Cup.
Bahkan dengan catatan gol tersebut, Aun bahkan lebih tajam dibandingkan striker yang kini dimiliki PSMS, seperti Andika Yudistira (1 gol) atau legiun asing impor Mario Costas (1) dan Rahmat Affandi (4)Bagi Aun-sapaan akrabnya-dukungan semua pihak yang diberikan kepadanya merupakan jawaban atas keberhasilannya membawa PSMS menang. Terlebih orang-orang terdekatnya seperti keluarga, atau sahabat di sepak bola.
“Gol ini merupakan gol perdana saya di kancah internasional. Sebuah keberuntungan bagi saya dan tim. Thanks kepada semua fans yang selalu setia mendukung PSMS. Untuk keluargaku, gol ini aku dedikasikan,” bilang Aun dari via telepon genggam usai laga kemarin malam.
Lalu apa resep ketajaman mantan pemain Medan Jaya ini? “Saling mendukung antara sesama pemain merupakan kunci keberhasilan. Latihan keras dan tetap semangat juga menjadi obat yang mujarab,” lanjutnya.
Sejatinya mendapatkan tempat sebagai starter di lini belakang, bukan perkara mudah bagi Aun. Pemain yang masih lajang ini didatangkan dari Medan Jaya oleh Iwan Setiawan, mantan pelatih kepala PSMS jarang mendapatkan kesempatan masuk line up starter XI.
Saat itu, untuk masuk salah satu jajaran elit di lini belakang Aun harus bertarung dengan Patricio Jimenez (out paro musim kedua) atau Fadli Hariri. Namun pasca ditinggal Iwan Setiawan, pemain dengan tinggi 185 cm ini pelan-pelan mulai mendapatkan kepercayaan oleh Erick Williams, pelatih kepala yang ditunjuk menggantikan Iwan Setiawan.
Penampilan tak mengecewakan kerap diperagakannya. Kemampuan terus di asah. Postur tinggi dan ketenangan menghadapi serangan lawan menjadi keunggulannya. Dengan postur tinggi, Aun kerap mencetak gol lewat tandukan kepala saat terjadi tendangan penjuru. Erick Williams sadar betul potensi yang dimiliki Aun.
Bahkan kini di bawah asuhan pelatih lainnya, nama Aun Carbiny kerap menjadi pilihan utama. Bahkan keberadaanya sering menggeser posisi bek langganan semisal Fadli Hariri, atau yang terbaru bek asing asal Brazil Mauro Pinto. (SP)
Bio data :Nama : Aun Carbiny
Lahir : Medan, 9 Mei 1984
Postur : 185 cm / 70 kg
Karier :PSTS Tanjung Balai (2004 - 2005)
Persires Rengat (2006)
Medan Jaya (2007)
PSMS Medna (2008)
Posting Komentar