Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Sabtu, April 11, 2009
Pengelola Bongkar 1.750 M2 Rumput SUGBK
INDOFOOTBALL
SUGBK ditutup 1,5 bulan dari berbagai aktivitas olahraga.Namun,kondisi rumput di lapangan kini dalam kondisi rusak berat sebagai imbas problem ingar-bingar Pemilu Legislatif.RUMPUT stadion membutuhkan rehabilitasi setelah dipakai partai politik (parpol) berkampanye.Partai Demokrat, PDIP, Golkar, Gerindra, dan Hanura dinilai memiliki andil terhadap kerusakan rumput stadion seluas 1.750 m2.
Tanah lapangan juga mengalami pemadatan seluas 8.000 m2setelah diinjak-injak simpatisan parpolparpol tersebut. Pihak pengelola SUGBK mengklaim, proses perbaikan sudah dilakukan sejak Senin (6/4). ”Lapangan mengalami kerusakan setelah dipakai kampanye kemarin.Stadion baru bisa digunakan setelah enam pekan lagi. Banyak tahapan yang harus dilakukan mulai dari pencangkulan, perapian, penaburan pasir, pemupukan, pengapuran, dan penanaman rumput kembali.
Tapi, semua akan siap saat Manchester United datang,” kata Direktur Pengembangan dan Pembangunan SUGBK Mahfudin Nigara kemarin. Nigara menambahkan, belum diketahui nilai kerusakan yang muncul akibat kegiatan bukan sepak bola tersebut.Namun, ratarata parpol sudah memberikan garansi finansial sebesar Rp150 juta. ”Kami belum hitung total biaya untuk perbaikan SUGBK. Tapi, kami sudah memiliki uang jaminan kerusakan dari parpol.
Dana tersebut digunakan untuk perbaikan stadion. Selain rumput, pagar juga harus dibetulkan,” lanjutnya. Kalkulasi pendapatan tampaknya tidak akan membuat pengelola gigit jari.Parpol juga sudah membayar ongkos sewa stadion sebesar Rp185 juta per kampanye. ”Kami tidak merugi kalau dihitung dari biaya.Kerusakan tidak terlalu banyak, seperti pertandingan sepak bola. Tidak ada lampu atau kaca pecah. Tapi, kami tetap sesalkan karena mereka tidak patuh pada kesepakatan lainnya,”tuturnya.
Pengelola dan parpol sepaham agar peserta kampanye tidak masuk ke lapangan. Nigara menyatakan satgas parpol masing-masing gagal mencegah para simpatisan masuk ke lapangan. ”Kerusakan rumput memang tidak bisa dihindari.Tapi, setidaknya bisa dikurangi kalau mereka taat aturan. Kesepakatan orang dilarang masuk ke lapangan sudah ada, tapi satgas gagal mencegahnya,” ujarnya. Problem rumput rusak bisa saja kembali terulang saat kampanye pemilihan presiden (pilpres) bila aturan tidak ditegakkan.
”Nanti saat aturan akan diperketat lagi saat kampanye pilpres. Kalau mereka tidak bisa mengakomodasi massa,tidak menutup kemungkinan pemberian izin akan ditinjau kembali. Memakai penutup lapangan juga bukan solusi. Kami butuh dana besar untuk membeli penutupnya,”tandasnya. (SND)
Kamis, April 09, 2009
All Star Liga Indonesia Hadapi MU
INDOFOOTBALL
Keinginan para pemain nasional untuk bisa menjajal Manchester United (MU) dalam laga ujicoba kemungkinan tidak bisa terwujud, menyusul keputusan PSSI untuk menurunkan tim All Star Liga Indonesia di laga tersebut.Direktur bidang bisnis dan marketing PSSI Herman Chaniago tidak membantah, jika pihaknya berencana mempertemukan tim All Star Liga Indonesia dengan MU, dalam laga ujicoba di Jakarta, Juli mendatang.
Di mana, para pemain yang akan tampil di All Star tersebut bukan pilihan PSSI atau pun Badan Tim Nasional (BTN), layaknya timnas yang akan mewakili Indonesia di event internasional. Namun dipilih melalui poling SMS (pesan singkat).
"Wacananya memang demikian. Tapi, semuanya baru bisa ditentukan setelah ada pernyataan resmi. Tunggu saja, saat ini persiapan untuk ujicoba dengan MU masih terus kami lakukan," kata Chaniago dihubungi GOAL.com, Rabu (8/4).
Ditambahkannya, salah satu alasan untuk menurunkan tim All Start dan bukan timnas 'Merah Putih' di laga ujicoba tersebut, lebih pada pertimbangan bisnis semata. Sebab pihaknya berencana menggelar laga itu dengan kemasan yang bisa menghibur.
Seperti ramai diberitakan, dalam waktu dekat pihak penyelenggara dalam hal ini PSSI akan membuka nomor poling SMS. Tentunya, hanya pemain yang banyak dipilih dalam poling tersebut yang memiliki kesempatan menjajal MU. (Gol)
Kamis, April 09, 2009
Tiket Termurah Laga Ujicoba MU Rp100 Ribu
INDOFOOTBALL
Tiket tanda masuk termahal laga ujicoba Manchesetr United [MU] di Jakarta konon akan dijual seharga Rp2,5 juta, sedangkan yang paling murah adalah Rp100 ribu.Meski belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tiket tanda masuk laga ujicoba MU di tanah air, pihak penyelenggara tidak membantah berita tentang harga tiket yang telah dilansir di beberapa media cetak.
Menurut direktur bidang bisnis dan marketing PSSI Herman Chaniago ketika dikonfirmasi GOAL.com, terkait pemberitaan harga tiket tersebut, Rabu [8/4], pihaknya belum bisa memastikan jika harga tiket memang demikian.
"Tapi, ancar-ancarnya memang seperti itu. Saat ini, kami masih terus menghitungnya dan pasti akan menyampaikan secara resmi kepada teman-teman wartawan, setelah ada keputusan final," jelasnya.
Seperti diberitakan, harga tiket VVIP akan dijual seharga Rp2,5 juta. Di mana, tiket di kelas ini nantinya hanya akan disediakan sebanyak 500 lembar. Sedangkan tiket termurah akan dijual seharga Rp100 ribu, dengan total tiket yang tersedia sebanyak 65 ribu lembar.
Khusus untuk pemilik tiket VVIP, konon akan mendapat fasiltas tambahan berupa kesempatan untuk menyaksikan para pemain MU berlatih di bawah arahan langsung pelatih Sir Alex Ferguson, ketika berada di Jakarta. (Gol)
Kamis, April 09, 2009
GBK Siap Jamu MU
INDOFOOTBALL
Stadion Gelora Bung Karno dibuat merana selama sebulan masa kampanye. Namun itu tak menghalangi kesiapan GBK untuk menyambut kedatangan Manchester United.Seperti diketahui MU dijadwalkan akan menjalani laga persahabatan dengan timnas Indonesia pada 24 Juli. Waktu itu berdekatan dengan pemilihan presiden yang sedianya akan dilaksanakan awal Juli.
Dikhawatirkan kampanye capres yang menggunakan stadion GBK akan merusak rumput stadion, sebagaimana telah terjadi pada masa kampanye pemilu legislatif sepanjang hampir sebulan ke belakang.
Namun kekhawatiran tersebut dityakini tak akan benar-benar terjadi oleh Direktur Operasional Gelora Bung Karno, Muhammad Nigara. Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Koni Pusat, Senayan, Rabu (8/4/2009) sore WIB dia mengaskan bahwa pihaknya siap menjamu kedatangan "Setan Merah".
"Kami menjamin pertandingan MU nanti akan bisa diadakan di stadion GBK," ungkap Nigara. "Panitia MU pun belum ada yang menghubungi pihak kami terkait bila mereka mengeluhkan kondisi lapangan tersebut," lanjutnya.
Kondisi lapangan GBK saat masih cukup memprihatinkan. Beberapa bagian rumput rusak akibat pijakan para simpatisan partai. Luasnnya bagian yang rusak mencapai 1775 meter persegi dan harus mengalami perbaikan selama kurang lebih 30 hari.
"Akibat kampanye parpol kemarin, banyak rumput yang mati. Perbaikan pun memakan waktu sebulan karena rumput baru tidak bisa bertautan cepat dengan rumput yang sudah layu ataupun mati," ujarnya.
Tak hanya rumput stadion yang rusak, menurut keterangan Nigara, beberapa kursi dan pagar pengaman di dalam stadion Gelora Bung Karno juga ada yang lepas. Namun dia meyakinkan kalau proses perbaikannya tak membutuhkan waktu lama. Untuk itulah stadion akan ditutup selama kurun waktu itu dari kegiatan apapun, kecuali untuk perawatan.
Dilanjutkan Nigara, dari awal negosiasi dengan pihak parpol sudah diperingati ada beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar selama penggunaan lapangan itu. Namun ironisnya justru parpol tersebut banyak yang melanggarnya, seperti menyemprot air ke rumput yang dapat menyebabkan lapangan becek dan menginjak rumput tidak menggunakan sepatu bola.
"Sebenarnya sudah diberitahu kepada enam parpol yang menyewa lapangan. Bagusnya 99% melanggar peraturan itu," seloroh Nigara.
Namun GBK juga tak harus menanggung sendiri biaya perbaikan tersebut karena parpol yang menyewa sudah memberi uang jaminan sebesar 150 juta (di samping biaya sewa) jika sehabis pemakaian ada bagian lapangan yang rusak. Uang tersebutlah yang nantinya akan digunakan untuk biaya perbaikan rumput lapangan, meski hingga kini Nigara masih tak tahu berapa besar biaya yang dibutuhkan.
"Untuk soal biaya, masih belum dapat diprediksi secara keseluruhan. Karena perbaikan baru dimulai awal Minggu ini."
Kedepannya, Nigara merencanakan akan membeli grass cover untuk keperluan stadion bilamana akan disewa oleh pihak lain untuk mengadakan acara. Tapi hingga saat ini, rencana itu belum dapat terealisasikan karena harganya sangat mahal, sekitar sembilan miliar rupiah.
"Untuk penutup rumput, ini merupakan investasi yang besar, tidak mudah dilakukan dalam waktu dekat," pungkas Nigara. (DS)
Minggu, April 05, 2009
Rp40 M untuk Hadirkan MU
INDOFOOTBALL
Butuh investasi Rp40 miliar untuk penyelenggaraan tur pramusim Manchester United (MU) di Jakarta mulai 18 Juli.Jumlah itu digunakan untuk match fee,promosi,serta set up pertandingan. Wakil Bidang Bisnis dan Marketing PSSI Herman Chaniago mengungkapkan, match fee MU paling banyak menyedot dana di antara pos anggaran lainnya. Berapa nilai pastinya,mereka memilih merahasiakan.
Namun, sebagai ilustrasi, nilainya lebih tinggi dari biaya mendatangkan timnas Belanda yang mencapai Rp8,4 miliar. ”Total investasi kami memang besar. Semua pasti tahu nilai jual MU sangat tinggi.Kami harus membayar match fee yang mencapai sebelas digit.Angka tersebut sangat besar bila dibandingkan dengan biaya yang dibutuhkan untuk mendatangkan Belanda atau tim lainnya. MU juga datang full team,” ungkap Herman kepada SINDO kemarin.
Meroketnya biaya operasional dan nilai jual bentrok juga berbanding lurus dengan tiket.Harga tiket VVIP tur pramusim MU mencapai Rp2,5 juta dengan jumlah hanya 500 lembar.Nilai itu melonjak lima kali lipat dibandingkan harga pada Piala Asia 2007.Namun, tiket termurah tetap dijual dengan harga Rp100.000.Total tiket yang akan dijual berjumlah 65.000 lembar.
”Sebenarnya total investasi terbanyak masih Piala Asia 2007. Hanya, tata waktunya lebih lama dan jumlah timnya lebih banyak. Tapi, kalau dikomparasi dengan kondisi sama, jatuhnya tetap lebih tinggi MU. Harga tiket memang mahal karena fasilitas yang ditawarkan mewah. Harga tiket VVIP itu paket dengan berbagai fasilitas. Mereka bisa melihat MU berlatih, artinya peluang berfoto dengan pemain sangat besar,”paparnya.
MU direncanakan berada di Jakarta sekitar empat hari. Setan Merah datang 18 Juli atau dua hari jelang kick off,20 Juli.Ago––sapaan Herman Chaniago––menambahkan, ring satu SUGBK akan disterilkan selama dua hari, terutama sebelum bentrok. Panitia penyelenggara kabarnya sudah menyiapkan minimal 20 screen yang bersisi highlightMU.Livemusik juga dipilih untuk menghidupkan suasana.
”Kami tidak terlalu memikirkan game karena hal biasa. Kami ingin penonton menikmati suasana MU-nya.Tribune VVIP akan disulap seperti royal box Stadion Old Trafford. Kami yakin investasi Rp40 miliar akan kembali mengingat tingginya animo masyarakat. Saat ini sudah banyak yang pesan tiket, meski akan dijual mulai pekan ketiga April. Tiket boks mulai dijual sepekan sebelum hari- H,”ujarnya.
Namun,Setan Merahkabarnya urung dijamu timnas Indonesia. Mereka diproyeksikan menghadapi pemain Indonesia All Star yang dipilih masyarakat melalui SMS. Kebijakan tersebut sangat berbeda dari rencana awal.Sebab, tur MU menjadi bagian persiapan tim Merah Putih sebelum menghadapi Kuwait di Kualifikasi Piala Asia 2011,November.
Pelatih Timnas Benny Dollo menyatakan tidak mempersoalkan kebijakan tersebut. ”Saya tidak mau ambil pusing,meski rencana awalnya seperti itu. Sekarang tinggal mau menekankan unsur bisnis atau mendahulukan kepentingan timnas. Pertandingan itu sangat bagus bagi pemain timnas,terutama buat menambah wawasan. Ya, kami mengikuti saja. Kan itu kebijakan pihak yang mengikat kontrak,”tandasnya.
Sikap Benny memang lebih didasarkan pada sifat kedatangan MU yang bertujuan komersial.Total penggemar MU di seluruh dunia berjumlah 333 juta yang 8,41%-nya terdapatdiIndonesia.Ituyangmembuat pihak MU terpacu membawa komposisi terbaiknya, termasuk Cristiano Ronaldo,Wayne Rooney, Ryan Giggs,Rio Ferdinand,dan Edwin van der Sar untuk merumput di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
“Bintang lainnya juga kami bawa. Sebab, sejak awal uji coba ini menjadi bagian persiapan tim,”janji Commercial Director MU Richard Arnold. Namun, MU bukanlah tim pertama dari Eropa yang datang untuk beruji coba dengan timnas.
Juni 2008 lalu, timnas telah menjajal kekuatan jawara Bundesliga Jerman Bayern Munich, dan kalah telak 1-5.Tim Merah Putih pun pernah menjajal kekuatan klub Bundesliga lainnya, Borussia Dortmund, dan hanya kalah 0-1, 21 Desember 2007. Arnold menambahkan, persiapan serius sudah dilakukan MU.
Juara Eropa itu sudah menyiapkan transportasi dan akomodasi pendukung. ”MU mengutamakan Indonesia daripada Vietnam.Potensi di sini besar.Masyarakat sangat antusias dengan sepak bola. Mereka memiliki perhatian yang luar biasa. Tidak ada masalah menyangkut perjalanan,apalagi travel warning. Semua sudah siap,”lanjutnya. (SND)
Kamis, April 02, 2009
Kaltim Minta Kepastian Laga MU
INDOFOOTBALL
Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, mengharapkan PSSI, Mennegpora, dan KONI agar segera memberikan kepastian pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia dan Manchester United (MU) di Stadion Sempaja Samarinda, agar bisa mempersiapkan yang lebih baik."Lebih cepat kita mendapat kepastian akan lebih baik. Hal itu terkait persiapan. Minimal persiapan sekitar dua bulan sebelum pertandingan karena menyangkut nama baik daerah dan Indonesia, mengingat tim yang bertanding (MU) adalah tim papan atas dunia," kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, di Samarinda, Selasa (31/3).
Ia menjamin tempat pertandingan di Stadion Utama Samarinda yang dijadwalkan 24 Juli 2009 pasti tidak mengecewakan bagi tim Premier League itu karena merupakan stadion terbesar kedua nasional (kapasitas 45.000 penonton) setelah Stadion Bung Karno Jakarta (kapasitas 50.000 penonton).
Stadion yang dibangun untuk PON XVII-2008 Kaltim itu senilai 90 juta dollar AS atau sekitar Rp 800 miliar (di luar biaya pembangunan infrastruktur sekitar stadion) dianggap layak untuk tempat pertandingan tim kelas dunia. Apalagi, stadion itu setara dengan stadion-stadion kelas menengah di klub-klub Liga Eropa.
Sebagai perbandingan, biaya renovasi Ernst Happel Stadium yang menjadi tempat final Euro 2008 di Austria menelan dana sekitar 66,8 juta Euro atau sekitar Rp 700 miliar.
"Menggelar event besar itu tentu butuh persiapan panjang di berbagai hal, termasuk keamanan serta pengamanan tim mulai dari kedatangan, bertanding, sampai kembali ke Jakarta," kata dia.
Gubernur Kaltim saat mendapat tawaran dari Mennegpora untuk menjadi tuan rumah laga MU melawan Timnas dalam "Tour Asia" itu langsung menerimanya.
"Saya langsung menerima tawaran itu karena peluang emas dan sejarah bagi Kaltim. Peluang kita menjual nama daerah, termasuk berbagai potensinya baik ekonomi maupun pariwisata. Kesempatan emas ini juga mungkin sangat jarang kita raih lagi," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Awang menepis keraguan Kaltim bisa menjadi tuan rumah terkait aturan yang ditetapkan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) yang mengharuskan ada hotel berbintang lima. Selain itu, jarak perjalanan antara bandara hingga arena pertandingan tidak lebih dari 100 kilometer atau tidak melebihi dua jam.
"Hotel berbintang lima sudah ada di Kaltim. Mengenai jarak tempuh minimal 100 kilometer juga bisa diatasi, yakni tidak menggunakan perjalanan darat namun transportasi udara dari Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan ke Bandara Temindung Samarinda, sehingga hanya butuh 20 menit," kata Awang.
Semula sejumlah kalangan agak pesimistis laga yang akan menghadirkan megabintang Cristiano Ronaldo dkk itu bisa terlaksana di Kaltim. mengingat jarak Samarinda-Balikpapan 120 km atau butuh waktu antara dua sampai 2,5 jam untuk perjalanan darat. (KPS)
Kamis, April 02, 2009
MU Bawa Tim Utama Ke Indonesia
INDOFOOTBALL
Manchester United akan tampil dengan skuad utamanya saat menyambangi Indonesia dalam laga eksibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 24 Juli mendatang. Kepastian itu diungkapkan oleh Direktur Komunikasi Manchester United, Phil Townsend, dalam acara jumpa pers di Ball Room Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Selasa (31/3).“ Tur ke Asia merupakan program first team Manchester United. Jadi, kami beri garansi, yang akan tampil di hadapan anda adalah tim terbaik Manchester United,” kata Phil Townsend.
Indonesia ternyata memiliki perhatian khusus dari MU. Betapa tidak, sebanyak 28 juta penggemar MU tercatat berasal dari Indonesia. Jumlah ini bahkan melebihi fans MU di Inggris sendiri. Hal ini menjadi alasan utama MU dalam memilih Indonesia sebagai tempat tujuan tur musim panas mereka bulan JUli mendatang.
“ MU sangat excited bekerjasama dengan Indonesia. Semua pemain dan ofisial MU sudah tidak sabar ingin bertemu fans mereka di Indonesia yang berjumlah 28 juta penggemar. Tunggu kami Juli mendatang, “ ungkap Richard Arnold, Direktur Komersial MU.
Kedatangan petinggi MU ke Indonesia ini merupakan upaya kerjasama klub terkaya di dunia tersebut dengan operator seluler GSM 3. MU mengikat kerjasama dengan 3 selama empat tahun hingga tahun 2012.
“ Dengan bangga kami akan membawa MU lebih dekat di Indonesia. Kami melakukan kerjasama secara eksklusif dengan MU dalam penyediaan mobile content MU di Indonesia,” kata Manjot Mann, Chief Executive Officer, Hutchison CP Telecommunication Indonesia.
Program yang dimiliki 3 adalah penerbitan kartu perdana edisi khusus MU 2008-2009, treble winner, golden moments; content eksklusif berupa video clip, wallpaper, RBT dll. Puncaknya, tentunya menghadirkan MU untuk tampil di Jakarta. Sepakbola sendiri merupakan dunia yang baru dimasuki oleh 3.
Sebagai bentuk apresiasi MU kepada kalangan pers Indonesia, sebelas original jersey MU dibagikan kepada wartawan yang beruntung mendapatkannya. Lebih hebatnya lagi, jersey tersebut sudah dibuhuhi tanda tangan oleh pemain bintang MU seperti Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez. Ryan Giggs dll. (PSSI)
Kamis, April 02, 2009
Manchester United (MU) baru akan tampil di Jakarta pada tanggal 24 Juli 2009. Namun, salah satu legenda hidup MU, Bryan 'Robbo' Robson, menyempatkan diri hadir di Jakarta, Selasa (31/3). Robbo bahkan hadir membawa tropi Liga Champions Eropa yang diraih MU musim lalu.Dalam sesi tanya jawab di acara press conference kerjasama MU dengan GSM 3, Robbo cukup banyak menerima pertanyaan dari wartawan terkait sepakbola Indonesia.
“ Saya pernah melihat tim anda di Piala Asia 2007. Sayang, Indonesia tidak lolos hingga semi final. Jadi saya tidak bisa terlalu banyak mengamatinya. Tapi, pemain Indonesia sebenarnya memiliki skill dan teknis yang cukup bagus,” kata Bryan Robson, yang pernah melatih klub Middlesbrough ini.
Memang tidak terlalu banyak hal yang diketahui oleh Robbo mengenai sepakbola Indonesia. Namun, dengan adanya kerjasama antara MU dengan salah satu operator seluler di Indonesia yang memiliki jangka panjang, akan memberikan imbas positif bagi persepakbolaan Indonesia.
Lebih lanjut, usai uji coba di Indonesia, MU juga berencana melakukan talent scouting di Indonesia. Bahkan untuk jangka panjangnya, akan lebih terbuka kesempatan pemain berbakat Indonesia yang digojlok di sekolah sepakbola MU.(PSSI)
Minggu, Maret 29, 2009
Rotan Galang Dana untuk Rusdy Bahalwan
INDOFOOTBALL
Pengusaha sukses yang juga pecinta bola, Ronny Tanuwijaya, akan menggelar malam penggalangan dana di Surabaya, Minggu (29/3), untuk legenda sepak bola nasional Rusdy Bahalwan, yang selama lima tahun terakhir menderita sakit.Ditemui wartawan di Surabaya, Sabtu (28/3), Ronny Tanuwijaya yang akrab disapa Rotan itu mengatakan, malam penggalangan dana dilakukan bersamaan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-52 dan sekaligus peluncuran empat album terbarunya. Peluncuran empat album terbaru ini melengkapi puluhan album dari berbagai jenis musik yang sebelumnya sudah dirilis Rotan.
"Saya sangat trenyuh melihat kondisi Rusdy Bahalwan dan sengaja membuat acara di Surabaya untuk membantu beliau," katanya usai bersama pemain-pemain bintang masa lalu Persebaya melakukan laga persahabatan melawan Tim Siwo PWI Jatim di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya.
Sebelum ini, Rotan yang pernah menjadi Manajer Tim Persijatim Jakarta Timur, Persitara Jakarta Utara dan PS Indocement, juga pernah memberikan sumbangan kepada Rusdy Bahalwan dan beberapa tokoh bola lainnya di Indonesia, seperti almarhum Ronny Pattinasarany.
"Niat saya lebih pada ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara dan rekan-rekan. Mudah-mudahan dana yang terkumpul nanti bisa membantu pengobatan Rusdy Bahalwan," kata Rotan yang lahir di Kampung Pecindilan, Kalianyar Wetan, Surabaya itu.
Rusdy Bahalwan menderita sakit yang lumayan parah sejak sekitar 2004, dan mengharuskan mantan pelatih Persebaya Surabaya saat juara Liga Indonesia III serta tim nasional itu, beristirahat total di rumahnya. Penyakit yang belum diketahui hingga sekarang itu, membuat Rusdy Bahalwan mengalami kesulitan bergerak dan berkomunikasi dengan siapa saja.
Didampingi istrinya, dr Ramadhani R.B.,M.Kes., Rusdy Bahalwan juga menyempatkan datang ke Stadion Tambaksari Surabaya sekitar 30 menit dengan menggunakan kursi roda, untuk menerima sumbangan simbolis dari Rotan dan Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar.
Ketika rekan-rekan seangkatannya semasa menjadi pemain Persebaya menyalami, ekspresi wajah Rusdy Bahalwan terlihat ceria kendati sudah tidak ingat nama-nama rekannya itu.
"Untuk komunikasi, bapak menggunakan isyarat tangan. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari rekan-rekan bapak," kata dr Ramadhani. (KPS)
Senin, Maret 23, 2009
Kaltim Siap Gelar Timnas vs MU
INDOFOOTBALL
Kalimantan Timur akan siap menjadi tuan rumah pada pertandingan persahabatan antara Timnas dengan tim Premier League, Manchester United (MU), pada 24 Juli 2009, karena memiliki Stadion Utama Palaran Samarinda, sebuah stadion megah yang dibangun untuk pembukaan dan penutupan PON XVII-2008."Kaltim siap menjadi tuan rumah bagi tur Asia MU di Indonesia, apalagi Kaltim merupakan salah satu yang memiliki stadion termegah nasional. Kita memiliki stadion senilai US%90 juta, atau sekitar Rp800 miliar (di luar biaya pembangunan infrastruktur sekitar stadion), yang setara dengan stadion-stadion kelas menengah di klub-klub Liga Eropa," kata anggota DPRD Kaltim Asdiani di Samarinda, Sabtu (21/3).
Tawaran agar tim dengan megabintang, Cristiano Ronaldo bisa tampil di Stadion Utama Palaran itu, disampaikannya oleh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Adhyaksa Dault.
Tawaran tentang MU bakal 'merumput' di Stadion Utama Palaran disampaikan langsung kepada Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, saat rombongan Pemprov Kaltim menemui menteri pada Kamis (19/3) di Jakarta dalam rangka 'Roadshow jilid II', delegasi Kalimantan Timur menemui sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu.
Tujuan Menegpora adalah sebagai bentuk komitmen untuk memberdayakan Stadion Utama Palaran yang dibangun dengan dana sekitar Rp1 triliun (baik fisik stadion maupun infrastruktur sekitarnya).
"Tawaran Menegpora itu sebuah kepercayaan terhadap keberhasilan Kaltim menggelar PON XVII-2008 karena kita tercatat meraih tiga sukses, yakni sukses prestasi, sukses penyelenggaraan dan sukses pemberdayaan ekonomi rakyat, jadi kita bangga mendapat kepercayaan ini." imbuh anggota dewan yang dikenal penggila bola itu. (KL)
Sabtu, Maret 14, 2009
Izin Pertandingan Internasional Tetap Aman
INDOFOOTBALL
Status kelanjutan kompetisi nasional belum menemui titik terang. Kabar pencabutan izin pertandingan selama masa kampanye Pemilu 2009 yang diterima Badan Liga Indonesia (BLI) masih belum seragam.
Namun, istitusi yang berada di bawah PSSI itu menjamin laga-laga bersifat internasional akan mendapat dukungan penuh dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Direktur Bidang Kompetisi BLI, Joko Driyono, menyampaikan hal itu kepada wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 13 Maret 2009.
Menurut Joko, status pertandingan internasional sudah pernah dibicarakan dengan Polri. ”Pada pertemuan sebelumnya dengan Polri, masalah ini sudah pernah dibahas. Karena pertandingan-pertandingan seperti ini terkait dengan reputasi Indonesia di mata internasional, maka pertandingan tetap akan diback up oleh polisi,” kata Joko.
Setidaknya ada dua tim Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang juga berlaga di pentas internasional. PSMS Medan sebagai runner up Liga Indonesia musim lalu tampil di AFC Cup 2009. Sedangkan juaranya, Sriwijaya FC, tampil di ajang Liga Champions Asia (LCA 2009).
PSMS akan melakoni laga kedua penyisihan Grup F kontra Johor FC, Selasa 17 Maret 2009. Pertandingan akan digelar di Stadion Jakabaring, Palembang.
”Sampai saat ini masih belum ada masalah. Namun, kalau nanti sampai tidak dapat izin atau venuenya dianggap tidak layak, AFC akan menunjuk tempat yang baru,” kata Joko.
Pertandingan Terdekat Tergantung Polisi
Sementara itu, mengenai sisa pertandingan pada kompetisi nasional, BLI berpatokan pada izin dari masing-masing Kepolisian Daerah (Polda). Artinya, setiap pertandingan yang sudah mendapat izin baik di LSI maupun di Copa akan tetap digelar.
”Untuk pertandingan terdekat, saya tidak mau mengaitkannya dengan kampanye pemilu. Tapi, saya berpatokan pada izin pertandingan saja. Bila ada izin dari kepolisian pertandingan silahkan digelar. Tapi, kalau tidak berarti pertandingan dibatalkan,” kata Joko.
Joko menambahkan, beberapa daerah masih mendapat izin dari kepolisian untuk menggelar pertandingan. Seperti Kalimantan dan Papua. Namun di beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur, izin pertandingan memang sudah sulit didapat.
Di LSI, pertandingan terdekat akan mempertemukan Arema Malang vs Persela Lamongan dan PSIS Semarang vs Persitara Jakarta Utara. Keduanya akan digelar Sabtu, 14 Maret 2009. Kedua pertandingan itu masih mendapat izin karena belum memasuki masa kampanye Pemilu yang baru digulirkan 16 Maret 2009 mendatang.
Pertandingan terdekat lainnya adalah duel leg 2 babak 16 besar Copa Indonesia mempertemukan Deltras Sidoarjo vs Persih Tembilahan. Berbeda dengan dua laga LSI sebelumnya, pertandingan ini terancam batal karena pihak Polwiltabes Surabaya tidak memberikan izin pertandingan. (VN)
Namun, istitusi yang berada di bawah PSSI itu menjamin laga-laga bersifat internasional akan mendapat dukungan penuh dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Direktur Bidang Kompetisi BLI, Joko Driyono, menyampaikan hal itu kepada wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 13 Maret 2009.
Menurut Joko, status pertandingan internasional sudah pernah dibicarakan dengan Polri. ”Pada pertemuan sebelumnya dengan Polri, masalah ini sudah pernah dibahas. Karena pertandingan-pertandingan seperti ini terkait dengan reputasi Indonesia di mata internasional, maka pertandingan tetap akan diback up oleh polisi,” kata Joko.
Setidaknya ada dua tim Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang juga berlaga di pentas internasional. PSMS Medan sebagai runner up Liga Indonesia musim lalu tampil di AFC Cup 2009. Sedangkan juaranya, Sriwijaya FC, tampil di ajang Liga Champions Asia (LCA 2009).
PSMS akan melakoni laga kedua penyisihan Grup F kontra Johor FC, Selasa 17 Maret 2009. Pertandingan akan digelar di Stadion Jakabaring, Palembang.
”Sampai saat ini masih belum ada masalah. Namun, kalau nanti sampai tidak dapat izin atau venuenya dianggap tidak layak, AFC akan menunjuk tempat yang baru,” kata Joko.
Pertandingan Terdekat Tergantung Polisi
Sementara itu, mengenai sisa pertandingan pada kompetisi nasional, BLI berpatokan pada izin dari masing-masing Kepolisian Daerah (Polda). Artinya, setiap pertandingan yang sudah mendapat izin baik di LSI maupun di Copa akan tetap digelar.
”Untuk pertandingan terdekat, saya tidak mau mengaitkannya dengan kampanye pemilu. Tapi, saya berpatokan pada izin pertandingan saja. Bila ada izin dari kepolisian pertandingan silahkan digelar. Tapi, kalau tidak berarti pertandingan dibatalkan,” kata Joko.
Joko menambahkan, beberapa daerah masih mendapat izin dari kepolisian untuk menggelar pertandingan. Seperti Kalimantan dan Papua. Namun di beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur, izin pertandingan memang sudah sulit didapat.
Di LSI, pertandingan terdekat akan mempertemukan Arema Malang vs Persela Lamongan dan PSIS Semarang vs Persitara Jakarta Utara. Keduanya akan digelar Sabtu, 14 Maret 2009. Kedua pertandingan itu masih mendapat izin karena belum memasuki masa kampanye Pemilu yang baru digulirkan 16 Maret 2009 mendatang.
Pertandingan terdekat lainnya adalah duel leg 2 babak 16 besar Copa Indonesia mempertemukan Deltras Sidoarjo vs Persih Tembilahan. Berbeda dengan dua laga LSI sebelumnya, pertandingan ini terancam batal karena pihak Polwiltabes Surabaya tidak memberikan izin pertandingan. (VN)
Jumat, Maret 13, 2009
Selama Kampanye Sepak Bola Dilarang
INDOFOOTBALL
Kompetisi sepak bola Liga Super Indonesia dan level di bawahnya dipastikan harus berhenti selama masa kampanye hingga pelaksanaan pemilihan umum legislatif, menyusul keluarnya larangan dari kepolisian.
Kabar penghentian kompetisi itu diungkapkan Ketua Umum Pengprov PSSI Jawa Timur, Haruna Soemitro kepada wartawan, usai melakukan pertemuan tertutup dengan Polda Jatim, Komisi Pemilihan Umum dan perwakilan klub di Surabaya, Kamis (12/3).
Dalam pertemuan tersebut, Kasi Yanmin Direktorat Intelkam Polda Jatim, Kompol Harisih Pinujih menunjukkan surat telegram dari Mabes Polri soal larangan kegiatan yang mengerahkan massa dalam jumlah besar di luar acara kampanye pada 16 Maret hingga 9 April 2009.
"Penghentian kompetisi ini jelas membawa dampak bagi klub dan BLI (Badan Liga Indonesia). Pengeluaran klub jelas membengkak karena kompetisi pasti akan molor. Belum lagi masalah kontrak pemain yang harus diperpanjang," katanya.
"Sementara bagi BLI, larangan ini ibaratnya sudah jatuh masih tertimpa tangga. Jadwal molor akan membuat biaya kompetisi membengkak dan BLI juga akan terkena penalti dari sponsor," tambah Haruna.
Ia mengatakan, keluarnya larangan itu sangat di luar dugaan, karena sebelumnya masih ada celah dan peluang yang diberikan oleh kepolisian untuk melanjutkan kompetisi.
Salah satu celah itu adalah menggelar pertandingan sepak bola tanpa penonton dan jadwalnya disesuaikan dengan kegiatan kampanye agar tidak berbenturan. Sebagian besar klub di Jatim juga setuju menggelar laga tanpa penonton, kendati dengan risiko rugi karena tidak mendapatkan pemasukan. Klub berharap kompetisi bisa selesai sesuai jadwal sekitar Juli 2009.
"Pekan lalu kami sudah bertemu Kapolda dan membicarakan masalah ini. Kalau sekarang ada surat telegram dari Mabes Polri, PSSI Jatim tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali pasrah," katanya.
"Saya sudah kontak Ketua BLI dan PSSI untuk menindaklanjuti telegram Mabes Polri tersebut, barangkali ada kemungkinan melanjutkan kompetisi tanpa penonton. Kalau memang dihentikan, harus semuanya dan tidak boleh ada daerah lain yang diizinkan," kata Haruna menambahkan.
BLI sendiri berencana mengundang klub-klub untuk membicarakan jadwal kompetisi di masa kampanye pada Sabtu (14/3) di Surabaya. Namun, pertemuan itu kemungkinan besar dibatalkan karena keluarnya larangan dari Polri.
Citra Buruk
Haruna Soemitro juga mengatakan bahwa keluarnya larangan Mabes Polri itu makin memperburuk citra sepak bola Indonesia yang saat sedang berjuang mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. "Ini juga sindiran buat Indonesia. Untuk mengamankan kompetisi nasional tidak bisa, bagaimana mau menggelar Piala Dunia," katanya.
Menurut Anggota Komite Eksekutif PSSI ini, semestinya ada pertimbangan-pertimbangan yang lebih baik dan matang dari sekadar menghentikan pertandingan sepak bola karena aspek keamanan.
Pemerintah semestinya perlu mencontoh Thailand yang tidak melarang kompetisi sepak bola dihentikan, kendati pada saat bersamaan di negara tersebut sedang terjadi demo besar-besaran beberapa waktu lalu.
"Pemerintah Thailand memiliki itikad baik dan sangat paham bahwa sepak bola juga punya dampak terhadap citra suatu negara," ujar Haruna.
Sementara itu, anggota Divisi Teknis KPU Jatim, Andry Dewanto Achmad usai pertemuan dengan Pengprov PSSI Jatim mengatakan bahwa pada prinsipnya KPU tidak mempermasalahkan kegiatan kompetisi sepak bola tetap berjalan selama masa kampanye.
"Sepanjang mekanisme perizinan ada dan jadwalnya tidak berbenturan dengan zona kampanye, tidak jadi masalah sepak bola tetap jalan," katanya. (KPS)
Kabar penghentian kompetisi itu diungkapkan Ketua Umum Pengprov PSSI Jawa Timur, Haruna Soemitro kepada wartawan, usai melakukan pertemuan tertutup dengan Polda Jatim, Komisi Pemilihan Umum dan perwakilan klub di Surabaya, Kamis (12/3).
Dalam pertemuan tersebut, Kasi Yanmin Direktorat Intelkam Polda Jatim, Kompol Harisih Pinujih menunjukkan surat telegram dari Mabes Polri soal larangan kegiatan yang mengerahkan massa dalam jumlah besar di luar acara kampanye pada 16 Maret hingga 9 April 2009.
"Penghentian kompetisi ini jelas membawa dampak bagi klub dan BLI (Badan Liga Indonesia). Pengeluaran klub jelas membengkak karena kompetisi pasti akan molor. Belum lagi masalah kontrak pemain yang harus diperpanjang," katanya.
"Sementara bagi BLI, larangan ini ibaratnya sudah jatuh masih tertimpa tangga. Jadwal molor akan membuat biaya kompetisi membengkak dan BLI juga akan terkena penalti dari sponsor," tambah Haruna.
Ia mengatakan, keluarnya larangan itu sangat di luar dugaan, karena sebelumnya masih ada celah dan peluang yang diberikan oleh kepolisian untuk melanjutkan kompetisi.
Salah satu celah itu adalah menggelar pertandingan sepak bola tanpa penonton dan jadwalnya disesuaikan dengan kegiatan kampanye agar tidak berbenturan. Sebagian besar klub di Jatim juga setuju menggelar laga tanpa penonton, kendati dengan risiko rugi karena tidak mendapatkan pemasukan. Klub berharap kompetisi bisa selesai sesuai jadwal sekitar Juli 2009.
"Pekan lalu kami sudah bertemu Kapolda dan membicarakan masalah ini. Kalau sekarang ada surat telegram dari Mabes Polri, PSSI Jatim tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali pasrah," katanya.
"Saya sudah kontak Ketua BLI dan PSSI untuk menindaklanjuti telegram Mabes Polri tersebut, barangkali ada kemungkinan melanjutkan kompetisi tanpa penonton. Kalau memang dihentikan, harus semuanya dan tidak boleh ada daerah lain yang diizinkan," kata Haruna menambahkan.
BLI sendiri berencana mengundang klub-klub untuk membicarakan jadwal kompetisi di masa kampanye pada Sabtu (14/3) di Surabaya. Namun, pertemuan itu kemungkinan besar dibatalkan karena keluarnya larangan dari Polri.
Citra Buruk
Haruna Soemitro juga mengatakan bahwa keluarnya larangan Mabes Polri itu makin memperburuk citra sepak bola Indonesia yang saat sedang berjuang mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. "Ini juga sindiran buat Indonesia. Untuk mengamankan kompetisi nasional tidak bisa, bagaimana mau menggelar Piala Dunia," katanya.
Menurut Anggota Komite Eksekutif PSSI ini, semestinya ada pertimbangan-pertimbangan yang lebih baik dan matang dari sekadar menghentikan pertandingan sepak bola karena aspek keamanan.
Pemerintah semestinya perlu mencontoh Thailand yang tidak melarang kompetisi sepak bola dihentikan, kendati pada saat bersamaan di negara tersebut sedang terjadi demo besar-besaran beberapa waktu lalu.
"Pemerintah Thailand memiliki itikad baik dan sangat paham bahwa sepak bola juga punya dampak terhadap citra suatu negara," ujar Haruna.
Sementara itu, anggota Divisi Teknis KPU Jatim, Andry Dewanto Achmad usai pertemuan dengan Pengprov PSSI Jatim mengatakan bahwa pada prinsipnya KPU tidak mempermasalahkan kegiatan kompetisi sepak bola tetap berjalan selama masa kampanye.
"Sepanjang mekanisme perizinan ada dan jadwalnya tidak berbenturan dengan zona kampanye, tidak jadi masalah sepak bola tetap jalan," katanya. (KPS)
Kamis, Maret 12, 2009
Potensi Pajak dari Persib Rp 2,1 Miliar
INDOFOOTBALL
Potensi pajak para pemain tim sepak bola Persib Bandung ditaksir mencapai Rp 2,1 miliar per tahun. Mereka diminta untuk tertib membayar pajak karena sebagian pemain Persib belum melaksanakan kewajibannya.
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bandung Karees Heru Widayanto, di Bandung, mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi pajak kepada para pemain Persib, Selasa (10/3) pukul 09.00-11.00. Sosialisasi itu diharapkan dapat menimbulkan kesadaran membayar pajak.
"Hasilnya belum tahu. Saya sedang menunggu. Angka potensi itu berdasarkan analisis. Itu baru Persib. Belum tim-tim lainnya di Jawa Barat," kata Heru. Pemain berbagai klub sepak bola selain Persib juga diharapkan dapat membayar pajak.
"Respons dari sosialisasi, pemain Persib malah berharap bisa mengetahui kewajibannya, surat pemberitahuan itu apa, dan lain-lain. Justru kami diundang," ujarnya. Heru mengatakan, anggaran tahunan tim-tim sepak bola lain di Jabar akan dilihat untuk diketahui potensi pajaknya.
Selain sepak bola, atlet-atlet lain yang berpotensi membayar pajak seperti tenis, bulu tangkis, dan basket juga akan diupayakan melaksanakan kewajibannya. "Gaji mereka kan besar. Mudah-mudahan perolehan dari pajak bisa meningkat," ungkap Heru. (KPS)
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bandung Karees Heru Widayanto, di Bandung, mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi pajak kepada para pemain Persib, Selasa (10/3) pukul 09.00-11.00. Sosialisasi itu diharapkan dapat menimbulkan kesadaran membayar pajak.
"Hasilnya belum tahu. Saya sedang menunggu. Angka potensi itu berdasarkan analisis. Itu baru Persib. Belum tim-tim lainnya di Jawa Barat," kata Heru. Pemain berbagai klub sepak bola selain Persib juga diharapkan dapat membayar pajak.
"Respons dari sosialisasi, pemain Persib malah berharap bisa mengetahui kewajibannya, surat pemberitahuan itu apa, dan lain-lain. Justru kami diundang," ujarnya. Heru mengatakan, anggaran tahunan tim-tim sepak bola lain di Jabar akan dilihat untuk diketahui potensi pajaknya.
Selain sepak bola, atlet-atlet lain yang berpotensi membayar pajak seperti tenis, bulu tangkis, dan basket juga akan diupayakan melaksanakan kewajibannya. "Gaji mereka kan besar. Mudah-mudahan perolehan dari pajak bisa meningkat," ungkap Heru. (KPS)
Senin, Maret 09, 2009
Mantan wasit FIFA, Djafar Umar sejak Rabu (3/3) lalu dirawat di ruang ICU-B Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan. Djafar Umar yang pernah masuk jajaran korps pengadil sepakbola Indonesia tahun 80an itu dilarikan ke RSPP dari kediamannya di kawasan Bintaro setelah terserang stroke akibat penyumbatan darah di bagian otak kanannya.
Akibatnya, bagian tubuh sebelah kiri termasuk tangan kirinya mengalami kelumpuhan. “Penyumbatan itu membuat tangan kirinya lumpuh, sementara tangan kanan tidak. Kata Dokter, serangannya memang bisa silang seperti itu”ungkap Kusrini, istrinya, saat ditemui Sabtu (7/3) di ruang tunggu ICU RSPP.
Menurut keterangan dokter, Djafar Umar diperkirakan harus menjalani perawatan di ICU selama sekitar 10 hari. “Kalau menurut saya abang sudah agak membaik, tapi kata dokter abang harus tinggal di ICU” ujar Kusrini, yang terus menunggui suaminya di rumah sakit, walau harus tinggal di ruang tunggu bersama keluarga pasien lainnya.
Djafar Umar lahir di Pare Pare, Sulsel, 17 Mei 1947. Dari pernikahannya dengan Kusrini, dia dikaruniai tiga orang anak, yakni Salmaniar, Indriani dan Maulina. Disamping saudara dan kerabat dekat, sejak dirawat di RSPP Djafar Umar sudah dibesuk beberapa pengurus PSSI dan sahabatnya, termasuk Anggota Exco PSSI yang juga Ketua BLI Andi Darussalam Tabusalla, Direktur Ligana Sportindo Eddy Syahputra, Direktur Perwasitan PSSI Bambang Irianto. Menurut Bambang, Djafar Umar sering ditugaskan sebagai Inspektur Wasit.(PSSI)
Akibatnya, bagian tubuh sebelah kiri termasuk tangan kirinya mengalami kelumpuhan. “Penyumbatan itu membuat tangan kirinya lumpuh, sementara tangan kanan tidak. Kata Dokter, serangannya memang bisa silang seperti itu”ungkap Kusrini, istrinya, saat ditemui Sabtu (7/3) di ruang tunggu ICU RSPP.
Menurut keterangan dokter, Djafar Umar diperkirakan harus menjalani perawatan di ICU selama sekitar 10 hari. “Kalau menurut saya abang sudah agak membaik, tapi kata dokter abang harus tinggal di ICU” ujar Kusrini, yang terus menunggui suaminya di rumah sakit, walau harus tinggal di ruang tunggu bersama keluarga pasien lainnya.
Djafar Umar lahir di Pare Pare, Sulsel, 17 Mei 1947. Dari pernikahannya dengan Kusrini, dia dikaruniai tiga orang anak, yakni Salmaniar, Indriani dan Maulina. Disamping saudara dan kerabat dekat, sejak dirawat di RSPP Djafar Umar sudah dibesuk beberapa pengurus PSSI dan sahabatnya, termasuk Anggota Exco PSSI yang juga Ketua BLI Andi Darussalam Tabusalla, Direktur Ligana Sportindo Eddy Syahputra, Direktur Perwasitan PSSI Bambang Irianto. Menurut Bambang, Djafar Umar sering ditugaskan sebagai Inspektur Wasit.(PSSI)
Minggu, Maret 08, 2009
Pembatasan Gaji, Anggaran Gaji Lebih Adil
INDOFOOTBALL
Instruksi PSSI yang dikeluarkan pada saat raparnas di Hotel Borobudur, Jakarta, dua minggu lalu, seperti pembatasan gaji pemain, rupanya membuat BLI harus berpikir keras. Sejumlah opsi mereka tawarkan guna menuruti perintah Nurdin Halid, sang ketua umum.
Namun, rasanya BLI akan sulit meloloskan ide pembatasan gaji. Jika opsi ini dipilih, dengan sendirinya BLI akan membatasi kualitas pemain yang beredar di Indonesia. Maklum, besarnya gaji pemain profesional tentu berbanding lurus dengan kualitas mereka. Apalagi pemain termahal seperti Bambang Pamungkas (Rp 1,3 miliar) mau dikurangi gajinya.
“Rasanya tak mungkin kita membatasi gaji pemain atau lebih ekstremnya membatasi kualitas pemain yang bermain di Djarum ISL," kata Joko Driyono, Direktur Kompetisi BLI.
Akan tetapi niat untuk pembatasan itu tetap akan diterjemahkan BLI, misalnya dengan pembatasan anggaran klub dalam menggaji pemain secara keseluruhan seperti halnya klub basket NBA. “Ini juga rumit karena klub-klub kita sebagian besar menerima dana donasi dari APBD dalam anggaran mereka untuk menggaji pemain atau menjalankan klub,” ucap Joko.
Kondisi itu lebih menyulitkan lagi karena dana bantuan APBD itu berbeda sama klub dengan yang lainnya, tergantung besar kecilnya dana bantuan dan niat DPRD membantu klub tersebut.
“Memang agak sulit merumuskannya, tapi kami akan mencoba,” tutur Joko. Yang jelas rumusan itu tentu akan berbeda dengan anggaran klub-klub profesional di Eropa lantaran mereka sudah memiliki laporan keuangan yang komplet dan transparan. Langkah paling mudah, Joko akan membatasi total gaji pemain dalam sebuah klub antara 60-70% dari total anggaran mereka.
Namun, ini juga bukan perkara gampang karena ada kemungkinan klub menggelembungkan anggaran mereka agar dapat jatah besar dalam anggaran gaji. Tentunya laporan keuangan yang akurat serta terpercaya menjadi satu-satunya kunci. (BN)
Namun, rasanya BLI akan sulit meloloskan ide pembatasan gaji. Jika opsi ini dipilih, dengan sendirinya BLI akan membatasi kualitas pemain yang beredar di Indonesia. Maklum, besarnya gaji pemain profesional tentu berbanding lurus dengan kualitas mereka. Apalagi pemain termahal seperti Bambang Pamungkas (Rp 1,3 miliar) mau dikurangi gajinya.
“Rasanya tak mungkin kita membatasi gaji pemain atau lebih ekstremnya membatasi kualitas pemain yang bermain di Djarum ISL," kata Joko Driyono, Direktur Kompetisi BLI.
Akan tetapi niat untuk pembatasan itu tetap akan diterjemahkan BLI, misalnya dengan pembatasan anggaran klub dalam menggaji pemain secara keseluruhan seperti halnya klub basket NBA. “Ini juga rumit karena klub-klub kita sebagian besar menerima dana donasi dari APBD dalam anggaran mereka untuk menggaji pemain atau menjalankan klub,” ucap Joko.
Kondisi itu lebih menyulitkan lagi karena dana bantuan APBD itu berbeda sama klub dengan yang lainnya, tergantung besar kecilnya dana bantuan dan niat DPRD membantu klub tersebut.
“Memang agak sulit merumuskannya, tapi kami akan mencoba,” tutur Joko. Yang jelas rumusan itu tentu akan berbeda dengan anggaran klub-klub profesional di Eropa lantaran mereka sudah memiliki laporan keuangan yang komplet dan transparan. Langkah paling mudah, Joko akan membatasi total gaji pemain dalam sebuah klub antara 60-70% dari total anggaran mereka.
Namun, ini juga bukan perkara gampang karena ada kemungkinan klub menggelembungkan anggaran mereka agar dapat jatah besar dalam anggaran gaji. Tentunya laporan keuangan yang akurat serta terpercaya menjadi satu-satunya kunci. (BN)
Sabtu, Maret 07, 2009
Jelang masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu), Liga Super Indonesia dikabarkan bakal tertunda untuk masa yang lama. Namun hal ini dibantah Ketua Badan Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabussala.
Mantan manajer Timnas Indonesia itu menyatakan kompetisi diusahakan tetap jalan. Namun Darussalam juga menyatakan soal penundaan jadwal memang tak bisa ditolak karena disesuaikan dengan jadwal kampanye.
"Kita tetap akan mengusahakan jadwal kompetisi tidak tertunda untuk jangka waktu yang lama. Namun, mengenai perubahan jadwal, tentu itu akan terjadi dan semuanya tergantung kondisi keamanan," kata Darussalam.
Tokoh olahraga asal Sulsel ini juga menerangkan kalau salah satu pokok pembicaraan dengan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo menyoal pengamanan ketika masa kampanye.
"Saat menyelesaikan persoalan di Jawa Tengah, kami juga membicarakan kemungkinan pengamanan selama masa kampanye. Dan kita semua yakin aparat akan membantu kompetisi tetap berjalan lancar," tambahnya.
Tokoh Olahraga
Sementara itu, Andi Darussalam juga baru saja menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tmur. Tokoh sepakbola nasional tersebut dinobatkan sebagai Tokoh Olahraga Jawa Timur 2008.
Pemilihan tersebut dibacakan langsung oleh ketua PWI Jatim, Dhimam Abror, pada acara peringatan Hari Pers Nasional 2009 di Sidoarjo. Penganugerahan itu tak lain berankat dari kepedulian Andi Darussalam terhadap olahraga di Jawa Timur.
"Anugerah untuk Pak Andi kita berikan karena kepeduliannya pada olahraga kita. Meski bukan orang Jatim, tapi ia sangat peduli. Jasa besarnya turut mengantar tim PON Jatim juara umum. Terbukti, cabang panahan asuhannya, meraih medali emas terbanyak," katanya dikutip Antara.
Dengan penghargaan yang diterima Andi Darussalam, kian menegaskannya sebagai tokoh peduli olahraga. Semoga saja ia juga peduli dengan olahraga di Sulsel yang notabene adalah tanah kelahirannya sendiri.(TT)
Mantan manajer Timnas Indonesia itu menyatakan kompetisi diusahakan tetap jalan. Namun Darussalam juga menyatakan soal penundaan jadwal memang tak bisa ditolak karena disesuaikan dengan jadwal kampanye.
"Kita tetap akan mengusahakan jadwal kompetisi tidak tertunda untuk jangka waktu yang lama. Namun, mengenai perubahan jadwal, tentu itu akan terjadi dan semuanya tergantung kondisi keamanan," kata Darussalam.
Tokoh olahraga asal Sulsel ini juga menerangkan kalau salah satu pokok pembicaraan dengan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo menyoal pengamanan ketika masa kampanye.
"Saat menyelesaikan persoalan di Jawa Tengah, kami juga membicarakan kemungkinan pengamanan selama masa kampanye. Dan kita semua yakin aparat akan membantu kompetisi tetap berjalan lancar," tambahnya.
Tokoh Olahraga
Sementara itu, Andi Darussalam juga baru saja menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tmur. Tokoh sepakbola nasional tersebut dinobatkan sebagai Tokoh Olahraga Jawa Timur 2008.
Pemilihan tersebut dibacakan langsung oleh ketua PWI Jatim, Dhimam Abror, pada acara peringatan Hari Pers Nasional 2009 di Sidoarjo. Penganugerahan itu tak lain berankat dari kepedulian Andi Darussalam terhadap olahraga di Jawa Timur.
"Anugerah untuk Pak Andi kita berikan karena kepeduliannya pada olahraga kita. Meski bukan orang Jatim, tapi ia sangat peduli. Jasa besarnya turut mengantar tim PON Jatim juara umum. Terbukti, cabang panahan asuhannya, meraih medali emas terbanyak," katanya dikutip Antara.
Dengan penghargaan yang diterima Andi Darussalam, kian menegaskannya sebagai tokoh peduli olahraga. Semoga saja ia juga peduli dengan olahraga di Sulsel yang notabene adalah tanah kelahirannya sendiri.(TT)
Sabtu, Maret 07, 2009
Komersialisasi Sepak Bola melalui Citra yang Kuat
INDOFOOTBALL
Sepak bola Indonesia bisa maju dan meraih keuntungan jika para komponen penggeraknya bisa membuat citra yang kuat. Untuk membangun citra ini, klub harus jeli memilih dan menentukan tujuan jangka panjang keberlangsungan mereka.
Demikian disampaikan Direktur Operasional Profitable Group untuk Asia, John A. Nordmann, dalam seminar Strategic Football Seminar yang diadakan oleh Profitable Group dan tabloid Bola di Jakarta, Jumat (6/3). Menurut Nordmann, negara-negara di Asia termasuk Indonesia dapat mencontoh persepakbolaan di Eropa dalam membangun sepak bola yang komersial.
"Sepak bola Asia perlu membuat turnamen bermutu. Asia perlu membuat Liga Champions berkualitas. Tidak perlu membuat turnamen yang melibatkan banyak tim, dengan sejumlah kecil klub-klub papan atas pun bisa," ungkap Nordmann seraya mencontohkan turnamen Amsterdam yang hanya diikuti oleh empat klub Eropa.
Menurut Nordmann, Asia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bisnis sepak bola di dalamnya mengingat benua ini merupakan pasar besar bagi produk-produk dunia. Klub sepak bola dapat menjalin kemitraan sponsor yang kuat dengan para produsen tersebut sehingga terciptalah dunia bola yang komersial.
"Produk-produk ternama dari Eropa memiliki pasar besar di Eropa. Sepak bola pun bisa menjadi gaya hidup glamor di mana setiap orang di dalamnya bisa saling terhubung secara global," terang Nordmann.
Nordmann menambahkan, dukungan mitra sponsor tersebut tidak serta-merta harus berupa uang. Klub bisa mencari bentuk-bentuk kemitraan yang saling menguntungkan kedua pihak meski bukan dalam hal material. Kegiatan-kegiatan amal dalam progam Corporate Social Responsibility, misalnya, bisa dilakukan untuk memperkuat brand persepakbolaan.
Bersama Nordmann, hadir pula dalam acara itu pemain legendaris Liverpool, Steve McMahon. Nordmann dan McMachon mencontohkan "The Reds" sebagai klub yang memiliki brand kuat baik sebagai klub sepak bola maupun citra dari sebuah kota tempat klub tersebut berasal. Klub dapat menjadi ikon yang kuat bagi wilayah atau kota tertentu sehingga indentitas suatu kota bisa diwakili oleh tim sepak bola setempat.
"Jika kita menyebut Barcelona, maka yang teringat adalah klub besar di kota tersebut. Orang yang tidak gemar sepak bola pun bisa bangga mengenakan atribut Barcelona," tambah Nordmann.
Untuk menciptakan brand yang kuat itu, sebuah klub harus dapat memikirkan model yang tepat untuk pengembangan bisnisnya. Karena itu, sebuah klub harus cermat dalam memilih model bisnisnya dan menentukan sasaran jangka panjang untuk mencapai tujuan itu.
Nordmann mencontohkan Chelsea sebagai mengembangkan model pencarian bibit-bibit pemain dari seluruh dunia dengan penyaringan ala "American Idol". Di Indonesia, Real Madrid mengembangkan model bisnisnya dengan mendirikan akademi sepak bola di Bali, sementara Arsenal menyasar model bisnis dengan memperkuat trademark klub lewat cara mengembangkan sekolah-sekolah sepak bola di pelosok dunia. (KPS)
Demikian disampaikan Direktur Operasional Profitable Group untuk Asia, John A. Nordmann, dalam seminar Strategic Football Seminar yang diadakan oleh Profitable Group dan tabloid Bola di Jakarta, Jumat (6/3). Menurut Nordmann, negara-negara di Asia termasuk Indonesia dapat mencontoh persepakbolaan di Eropa dalam membangun sepak bola yang komersial.
"Sepak bola Asia perlu membuat turnamen bermutu. Asia perlu membuat Liga Champions berkualitas. Tidak perlu membuat turnamen yang melibatkan banyak tim, dengan sejumlah kecil klub-klub papan atas pun bisa," ungkap Nordmann seraya mencontohkan turnamen Amsterdam yang hanya diikuti oleh empat klub Eropa.
Menurut Nordmann, Asia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bisnis sepak bola di dalamnya mengingat benua ini merupakan pasar besar bagi produk-produk dunia. Klub sepak bola dapat menjalin kemitraan sponsor yang kuat dengan para produsen tersebut sehingga terciptalah dunia bola yang komersial.
"Produk-produk ternama dari Eropa memiliki pasar besar di Eropa. Sepak bola pun bisa menjadi gaya hidup glamor di mana setiap orang di dalamnya bisa saling terhubung secara global," terang Nordmann.
Nordmann menambahkan, dukungan mitra sponsor tersebut tidak serta-merta harus berupa uang. Klub bisa mencari bentuk-bentuk kemitraan yang saling menguntungkan kedua pihak meski bukan dalam hal material. Kegiatan-kegiatan amal dalam progam Corporate Social Responsibility, misalnya, bisa dilakukan untuk memperkuat brand persepakbolaan.
Bersama Nordmann, hadir pula dalam acara itu pemain legendaris Liverpool, Steve McMahon. Nordmann dan McMachon mencontohkan "The Reds" sebagai klub yang memiliki brand kuat baik sebagai klub sepak bola maupun citra dari sebuah kota tempat klub tersebut berasal. Klub dapat menjadi ikon yang kuat bagi wilayah atau kota tertentu sehingga indentitas suatu kota bisa diwakili oleh tim sepak bola setempat.
"Jika kita menyebut Barcelona, maka yang teringat adalah klub besar di kota tersebut. Orang yang tidak gemar sepak bola pun bisa bangga mengenakan atribut Barcelona," tambah Nordmann.
Untuk menciptakan brand yang kuat itu, sebuah klub harus dapat memikirkan model yang tepat untuk pengembangan bisnisnya. Karena itu, sebuah klub harus cermat dalam memilih model bisnisnya dan menentukan sasaran jangka panjang untuk mencapai tujuan itu.
Nordmann mencontohkan Chelsea sebagai mengembangkan model pencarian bibit-bibit pemain dari seluruh dunia dengan penyaringan ala "American Idol". Di Indonesia, Real Madrid mengembangkan model bisnisnya dengan mendirikan akademi sepak bola di Bali, sementara Arsenal menyasar model bisnis dengan memperkuat trademark klub lewat cara mengembangkan sekolah-sekolah sepak bola di pelosok dunia. (KPS)
Jumat, Maret 06, 2009
BWSI: Protes Wasit Lewat Jalur yang Benar
INDOFOOTBALL
Kasus penganiayaan yang menimpa wasit Sutanto di Depok menjadi kasus kesekian intervensi kepada keputusan wasit. BWSI meminta ketidakpuasan disampaikan lewat jalur yang benar.
Dalam pertandingan Divisi Utama Liga Indonesia antara Persikad Depok melawan Persikota Tangerang, Rabu (4/3/2009), wasit Sutanto menjadi bulan-bulanan ofisial dan pendukung Persikad karena menganggap ia tidak adil.
Saat itu, kubu Persikad meradang karena Sutanto menyudahi pertandingan ketika injury time dua menit yang diumumkan ofisial belum lagi terlampaui.
Ketua Badan Wasit Seluruh Indonesia (BWSI) Benhard Limbong menyesalkan dikambinghitamkannya pengadil dalam kasus di Depok. Menurutnya, semua pihak harus menghormati apapun putusan korps baju hitam.
"Wasit adalah pengadil di lapangan dan tidak memihak siapapun. Menghentikan pertandingan adalah keputusan mutlak dari wasit. Saya tekankan itu keputusan mutlak," ujar Limbong kepada wartawan di kantor PSSI, Kamis (5/3).
Limbong juga mengungkapkan pihaknya telah menyusun penambahan kode etik wasit di luar aturan wasit Indonesia dan aturan FIFA. Kode etik itu diharap bisa membuat wasit lebih tegas di lapangan dan intervensi yang belakangan muncul juga tidak terjadi lagi.
Bila ada keluhan tentang keputusan-keputusan wasit, Limbong meminta protes disampaikan dengan cara yang benar, bukan dengan cara mengejar-ngejar atau mengintimidasi pengadil.
"Saya memberi garansi, wasit tidak bisa dibeli siapapun karena ada pengawasan ketat dari kami dan kode etik. Kalau ada wasit yang seperti itu akan kami berikan sanksi," ujarnya
"Apapun pressure, wasit tidak setuju, jangan di situ (lapangan). Klub bisa lapor ke BWSI lalu kami akan sidik lebih lanjut kejadiannya dan kami akan berikan sanski kepada yang salah," tegas Limbong. (DS)
Dalam pertandingan Divisi Utama Liga Indonesia antara Persikad Depok melawan Persikota Tangerang, Rabu (4/3/2009), wasit Sutanto menjadi bulan-bulanan ofisial dan pendukung Persikad karena menganggap ia tidak adil.
Saat itu, kubu Persikad meradang karena Sutanto menyudahi pertandingan ketika injury time dua menit yang diumumkan ofisial belum lagi terlampaui.
Ketua Badan Wasit Seluruh Indonesia (BWSI) Benhard Limbong menyesalkan dikambinghitamkannya pengadil dalam kasus di Depok. Menurutnya, semua pihak harus menghormati apapun putusan korps baju hitam.
"Wasit adalah pengadil di lapangan dan tidak memihak siapapun. Menghentikan pertandingan adalah keputusan mutlak dari wasit. Saya tekankan itu keputusan mutlak," ujar Limbong kepada wartawan di kantor PSSI, Kamis (5/3).
Limbong juga mengungkapkan pihaknya telah menyusun penambahan kode etik wasit di luar aturan wasit Indonesia dan aturan FIFA. Kode etik itu diharap bisa membuat wasit lebih tegas di lapangan dan intervensi yang belakangan muncul juga tidak terjadi lagi.
Bila ada keluhan tentang keputusan-keputusan wasit, Limbong meminta protes disampaikan dengan cara yang benar, bukan dengan cara mengejar-ngejar atau mengintimidasi pengadil.
"Saya memberi garansi, wasit tidak bisa dibeli siapapun karena ada pengawasan ketat dari kami dan kode etik. Kalau ada wasit yang seperti itu akan kami berikan sanksi," ujarnya
"Apapun pressure, wasit tidak setuju, jangan di situ (lapangan). Klub bisa lapor ke BWSI lalu kami akan sidik lebih lanjut kejadiannya dan kami akan berikan sanski kepada yang salah," tegas Limbong. (DS)
Kamis, Maret 05, 2009
PSSI Minta Maaf ke Kapolda Jateng
INDOFOOTBALL
Hubungan PSSI dengan Polda Jateng yang sempat memanas belakangan akibat penangkapan dua pemain sepak bola di Solo pertengahan Februari lalu, akhirnya mencair. PSSI meminta maaf kepada Kapolda.
Hal itu terungkap saat PSSI datang ke Mapolda Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Rabu (4/3/2009). PSSI yang diwakili Andi Darussalam Tabusala (Ketua BLI), Hinca Panjaitan (Ketua Komdis), dan pengacara Togar M. Nero, bertemu langsung dengan Kapolda Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo.
Andi mengatakan PSSI meminta maaf atas komentar atau langkah-langkah yang diambil setelah kasus penangkapan dua pemain (Nova Zaenal dan Bernard Mamadou) dalam laga Persis versus Gresik United, Kamis (12/2) lalu. Menurut dia, komentar dan langkah PSSI bisa menimbulkan persepsi berbeda.
"Kami mendukung langkah Kapolda dan berharap mendapatkan izin menggelar pertandingan di wilayah Jateng," kata Andi usai pertemuan.
Mengenai himbauan Kapolda dalam pertandingan Persijap vs PSMS, Minggu (15/2), PSSI tidak menganggap itu sebagai intervensi atau intimidasi di dunia sepak bola nasional. Namun diakuinya, PSSI memang mempunyai persepsi berbeda mengenai langkah itu.
Alex mengaku semua sudah clear . Adanya penangkapan dua pemain dan himbauan sebelum pertandingan, menunjukkan adanya persepsi yang berbeda. "Sepak bola ada aturannya, tapi otoritas hukum negara harus ditegakkan," katanya.
Sekadar diketahui, PSSI sempat 'berang' karena pemain sepak bola ditangkap polisi saat bertanding. Kedua pemain itu juga sempat ditahan selama beberapa hari dengan tuduhan penganiyaan. PSSI menilai penangkapan itu merupakan intervensi dalam dunia olah raga, namun Kapolda tetap ngotot hal itu sah secara hukum. (DS)
Hal itu terungkap saat PSSI datang ke Mapolda Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Rabu (4/3/2009). PSSI yang diwakili Andi Darussalam Tabusala (Ketua BLI), Hinca Panjaitan (Ketua Komdis), dan pengacara Togar M. Nero, bertemu langsung dengan Kapolda Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo.
Andi mengatakan PSSI meminta maaf atas komentar atau langkah-langkah yang diambil setelah kasus penangkapan dua pemain (Nova Zaenal dan Bernard Mamadou) dalam laga Persis versus Gresik United, Kamis (12/2) lalu. Menurut dia, komentar dan langkah PSSI bisa menimbulkan persepsi berbeda.
"Kami mendukung langkah Kapolda dan berharap mendapatkan izin menggelar pertandingan di wilayah Jateng," kata Andi usai pertemuan.
Mengenai himbauan Kapolda dalam pertandingan Persijap vs PSMS, Minggu (15/2), PSSI tidak menganggap itu sebagai intervensi atau intimidasi di dunia sepak bola nasional. Namun diakuinya, PSSI memang mempunyai persepsi berbeda mengenai langkah itu.
Alex mengaku semua sudah clear . Adanya penangkapan dua pemain dan himbauan sebelum pertandingan, menunjukkan adanya persepsi yang berbeda. "Sepak bola ada aturannya, tapi otoritas hukum negara harus ditegakkan," katanya.
Sekadar diketahui, PSSI sempat 'berang' karena pemain sepak bola ditangkap polisi saat bertanding. Kedua pemain itu juga sempat ditahan selama beberapa hari dengan tuduhan penganiyaan. PSSI menilai penangkapan itu merupakan intervensi dalam dunia olah raga, namun Kapolda tetap ngotot hal itu sah secara hukum. (DS)
Minggu, Maret 01, 2009
Jimmy Napitupulu Jadi 'Instruktur' Wasit
INDOFOOTBALL
Ada yang menarik saat laga antara Persik Kediri melawan Persiwa Wamena, di Stadion Brawijaya, Sabtu (28/2/2009). Jimmy Napitupulu yang biasanya menjadi wasit utama justru menjadi cadangan, dan dalam prakteknya lebih berperan sebagi "instruktur".
Sebagi assiten wasit, Jimmy lebih banyak berdiri di tepi lapangan daripada duduk di meja yang telah disediakan untuknya. Uniknya, sembari berteriak, tak jarang Jimmy memberikan instruksi kepada wasit Agus Margunadi yang memimpin jalannya
pertandingan.
Yang lebih mengejutkan, Jimmy juga tak jarang pula merasa kecewa dengan kesalahan-kesalahan mendasar yang dilakukan wasit Agus dalam menjalankan tugasnya. Misalnya, dengan menghentikan jalannya pertandingan saat terjadi pelanggaran yang
terjadi di luar lapangan, serta membiarkan pelanggaran yang terjadi di depan matanya.
Meski demikian, saat coba dikonfirmasi terkait 'profesi' barunya, Jimmy mengelaknya dan mengaku terpaksa melakukan semuanya karena juga merasa jengah dengan kesalahan yang ditunjukkan wasit Agus.
"Anda juga lihat sendiri bagimana dia bertugas. Saya tidak ingin pertandingan ini berakhir ricuh karena buruknnya kualitas wasit, makanya saya melakukan itu semua," kata Jimmy kepada detiksport sebelum masuk room khusus wasit.
Terkait keputusan dipilihnya Agus Margunadi sebagai wasit utama, Jimmy juga mengaku tidak tahu-menahu dan merasa sangat heran.
"Itu semua keputusan BLI, dan saya sendiri juga tidak mengerti kenapa demikian. Harusnya jika BLI ingin kompetisi ini bermutu, mereka harus selektif dalam memilih wasit yang bertugas," ungkap Jimmy tegas.
Sementara selam 2 x 45 menit jalannya pertandingan, kepemimpinan wasit Agus Margunadi bisa dikatakn sangat buruk. Sangat sering dia mendapatkan protes, baik dari pemain Persik maupun Persiwa Wamena, karena hukuman yang diberikannya dianggap tidak semestinya terjadi.
Secara terpisah, Manajer Persik Kediri, Iwan Budianto satu dikonfirmasi terkait dipilihnya Agus Margunadi sebagi wasit utama, juga merasa heran. Meski demikian, dia enggan memberikan penilaian miring.
"Kamu juga lihat sendiri dan nilai saja sendiri. Nanti kalau saya yang berkomentar, akan salah kaprah. Soal pemilihaan dia sebagi wasit utama, meski saya juga heran karena tidak pernah mendengar namanya, mengomentarinya juga bukan wewenang saya," tegas Iwan.(DS)
Sebagi assiten wasit, Jimmy lebih banyak berdiri di tepi lapangan daripada duduk di meja yang telah disediakan untuknya. Uniknya, sembari berteriak, tak jarang Jimmy memberikan instruksi kepada wasit Agus Margunadi yang memimpin jalannya
pertandingan.
Yang lebih mengejutkan, Jimmy juga tak jarang pula merasa kecewa dengan kesalahan-kesalahan mendasar yang dilakukan wasit Agus dalam menjalankan tugasnya. Misalnya, dengan menghentikan jalannya pertandingan saat terjadi pelanggaran yang
terjadi di luar lapangan, serta membiarkan pelanggaran yang terjadi di depan matanya.
Meski demikian, saat coba dikonfirmasi terkait 'profesi' barunya, Jimmy mengelaknya dan mengaku terpaksa melakukan semuanya karena juga merasa jengah dengan kesalahan yang ditunjukkan wasit Agus.
"Anda juga lihat sendiri bagimana dia bertugas. Saya tidak ingin pertandingan ini berakhir ricuh karena buruknnya kualitas wasit, makanya saya melakukan itu semua," kata Jimmy kepada detiksport sebelum masuk room khusus wasit.
Terkait keputusan dipilihnya Agus Margunadi sebagai wasit utama, Jimmy juga mengaku tidak tahu-menahu dan merasa sangat heran.
"Itu semua keputusan BLI, dan saya sendiri juga tidak mengerti kenapa demikian. Harusnya jika BLI ingin kompetisi ini bermutu, mereka harus selektif dalam memilih wasit yang bertugas," ungkap Jimmy tegas.
Sementara selam 2 x 45 menit jalannya pertandingan, kepemimpinan wasit Agus Margunadi bisa dikatakn sangat buruk. Sangat sering dia mendapatkan protes, baik dari pemain Persik maupun Persiwa Wamena, karena hukuman yang diberikannya dianggap tidak semestinya terjadi.
Secara terpisah, Manajer Persik Kediri, Iwan Budianto satu dikonfirmasi terkait dipilihnya Agus Margunadi sebagi wasit utama, juga merasa heran. Meski demikian, dia enggan memberikan penilaian miring.
"Kamu juga lihat sendiri dan nilai saja sendiri. Nanti kalau saya yang berkomentar, akan salah kaprah. Soal pemilihaan dia sebagi wasit utama, meski saya juga heran karena tidak pernah mendengar namanya, mengomentarinya juga bukan wewenang saya," tegas Iwan.(DS)
Profil Bintang

Postur kurus kerempeng dan tinggi menjulang yang dimiliki Bokay Eddie Foday kurang ideal untuk ukuran pesepak bola profesional. Kala pertama kali menukangi Persiwa di awal musim, Suharno sempat meragukan kemampuan striker kelahiran Monrovia, Liberia, 28 Mei 1986 yang telah tiga musim membela panji The Highlander itu.
Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya
Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.
Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.
Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya
Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya
Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.
Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya
Berita Terbaru
RSS/Search
Liga Super
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSIPURA | 22 | 14 | 4 | 4 | 46-15 | 46 |
| SRIWIJAYA | 23 | 13 | 5 | 5 | 49-28 | 44 |
| PERSIJA | 21 | 13 | 3 | 5 | 44-24 | 42 |
| PERSIJAP | 24 | 11 | 7 | 6 | 31-22 | 40 |
| PERSIB | 21 | 11 | 6 | 4 | 34-22 | 39 |
| PERSIWA | 22 | 12 | 2 | 8 | 29-27 | 38 |
| PERSIK | 22 | 11 | 4 | 7 | 34-29 | 37 |
| PSM | 23 | 9 | 8 | 6 | 25-25 | 35 |
| PERSELA | 22 | 10 | 4 | 8 | 26-21 | 34 |
| PELITA | 23 | 8 | 6 | 9 | 23-20 | 30 |
| AREMA | 22 | 9 | 3 | 10 | 25-29 | 30 |
| PERSIBA | 22 | 7 | 6 | 9 | 20-25 | 27 |
| PERSITARA | 23 | 5 | 7 | 11 | 26-35 | 22 |
| PERSITA | 24 | 5 | 6 | 13 | 16-41 | 21 |
| DELTRAS | 22 | 4 | 6 | 12 | 15-30 | 18 |
| PKT | 22 | 4 | 6 | 12 | 21-39 | 18 |
| PSMS | 23 | 2 | 11 | 10 | 23-33 | 17 |
| PSIS | 23 | 3 | 8 | 12 | 13-35 | 17 |
Divisi Utama
Wilayah I
Wilayah II
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSISAM | 19 | 11 | 5 | 3 | 37-18 | 38 |
| PERSIKAB | 21 | 11 | 3 | 7 | 35-27 | 36 |
| PERSIKABO | 21 | 9 | 7 | 5 | 32-22 | 34 |
| MITRA KUKAR | 19 | 11 | 1 | 7 | 19-16 | 34 |
| SEMEN PADANG | 21 | 8 | 8 | 5 | 36-23 | 32 |
| PERSIRAJA | 21 | 9 | 4 | 8 | 24-27 | 31 |
| PERSIKAD | 21 | 8 | 4 | 9 | 25-33 | 28 |
| PSDS | 21 | 8 | 3 | 10 | 18-24 | 27 |
| PERSIH | 21 | 7 | 5 | 9 | 26-28 | 26 |
| PSSB | 21 | 6 | 6 | 9 | 20-19 | 24 |
| PSAP | 21 | 7 | 3 | 11 | 22-28 | 24 |
| PERSIBAT | 21 | 7 | 1 | 13 | 20-33 | 22 |
| PERSIKOTA | 21 | 5 | 6 | 10 | 22-37 | 21 |
| PSP | 21 | 3 | 4 | 14 | 14-30 | 13 |
Wilayah II
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSEBAYA | 18 | 13 | 1 | 4 | 32-12 | 40 |
| PERSEMA | 18 | 13 | 1 | 4 | 33-20 | 40 |
| PERSIBOM | 20 | 12 | 1 | 7 | 28-16 | 37 |
| PERSIBA Bantul | 19 | 11 | 4 | 4 | 21-12 | 37 |
| PERSIGO | 20 | 10 | 1 | 9 | 25-21 | 31 |
| PERSEMAN | 19 | 9 | 2 | 8 | 20-19 | 29 |
| PERSIBO | 19 | 8 | 4 | 7 | 22-19 | 28 |
| PSIR | 20 | 7 | 6 | 7 | 17-19 | 27 |
| PSS | 19 | 6 | 6 | 7 | 18-26 | 24 |
| PERSIKU | 20 | 6 | 4 | 10 | 16-28 | 22 |
| GRESIK UNITED | 19 | 5 | 4 | 10 | 15-21 | 19 |
| PSIM | 20 | 5 | 2 | 13 | 14-25 | 17 |
| PERSIS | 19 | 4 | 4 | 11 | 15-22 | 13 |
| PERSEKABPAS | 18 | 3 | 4 | 11 | 10-26 | 13 |
Liga Super U21
Wilayah I
Wilayah II
Wilayah III
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PELITA JY U21 | 6 | 5 | 1 | 0 | 17-2 | 16 |
| PERSITA U21 | 6 | 3 | 2 | 1 | 7-5 | 11 |
| SRIWIJAYA U21 | 6 | 3 | 0 | 3 | 7-7 | 9 |
| PSMS U21 | 6 | 1 | 3 | 2 | 10-13 | 6 |
| PERSIJA U21 | 6 | 1 | 1 | 4 | 4-8 | 4 |
| PERSITARA U21 | 6 | 1 | 1 | 4 | 4-14 | 4 |
Wilayah II
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSIK U21 | 6 | 4 | 2 | 0 | 9-4 | 14 |
| PERSIB U21 | 6 | 3 | 3 | 0 | 7-3 | 12 |
| PERSELA U21 | 6 | 3 | 0 | 3 | 7-7 | 9 |
| PERSIJAP U21 | 6 | 2 | 1 | 3 | 7-7 | 7 |
| AREMA U21 | 6 | 2 | 1 | 3 | 7-10 | 7 |
| PSIS U21 | 6 | 0 | 1 | 5 | 3-9 | 1 |
Wilayah III
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSIPURA U21 | 6 | 4 | 1 | 1 | 12-6 | 13 |
| PERSIBA U21 | 7 | 3 | 3 | 1 | 5-3 | 12 |
| PSM U21 | 6 | 3 | 2 | 1 | 6-4 | 11 |
| DELTRAS U21 | 7 | 1 | 3 | 3 | 5-10 | 6 |
| PKT BTG U21 | 7 | 1 | 2 | 4 | 7-9 | 5 |
| PERSIWA U21 | 5 | 1 | 1 | 3 | 4-7 | 4 |
Top Skor
Liga Super
Divisi Utama
Liga Super U21
Copa Indonesia
Divisi Utama
Liga Super U21
Copa Indonesia













