PSMS Medan Sriwijaya FC PSM Makasar Persiwa Wamena Pelita Jaya Persipura Persita Persijap PKT Bontang Persela Persib Persik PSIS Deltras Persiba Persija Persitara Arema PSSB Persiraja Persisam Gresik United Persih PSAP PSIR PSPS Persikab Persigo PSP Persikad Persiba Bantul PSS Persekabpas Persibom Persikota Semen Padang Mitra Kukar Persibo Persikabo PSIM Persis Perseman Persiku Persema Persebaya
Persebaya

Sabtu, Maret 07, 2009

(0) Comments

Komersialisasi Sepak Bola melalui Citra yang Kuat

INDOFOOTBALL

Sepak bola Indonesia bisa maju dan meraih keuntungan jika para komponen penggeraknya bisa membuat citra yang kuat. Untuk membangun citra ini, klub harus jeli memilih dan menentukan tujuan jangka panjang keberlangsungan mereka.

Demikian disampaikan Direktur Operasional Profitable Group untuk Asia, John A. Nordmann, dalam seminar Strategic Football Seminar yang diadakan oleh Profitable Group dan tabloid Bola di Jakarta, Jumat (6/3). Menurut Nordmann, negara-negara di Asia termasuk Indonesia dapat mencontoh persepakbolaan di Eropa dalam membangun sepak bola yang komersial.

"Sepak bola Asia perlu membuat turnamen bermutu. Asia perlu membuat Liga Champions berkualitas. Tidak perlu membuat turnamen yang melibatkan banyak tim, dengan sejumlah kecil klub-klub papan atas pun bisa," ungkap Nordmann seraya mencontohkan turnamen Amsterdam yang hanya diikuti oleh empat klub Eropa.

Menurut Nordmann, Asia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bisnis sepak bola di dalamnya mengingat benua ini merupakan pasar besar bagi produk-produk dunia. Klub sepak bola dapat menjalin kemitraan sponsor yang kuat dengan para produsen tersebut sehingga terciptalah dunia bola yang komersial.

"Produk-produk ternama dari Eropa memiliki pasar besar di Eropa. Sepak bola pun bisa menjadi gaya hidup glamor di mana setiap orang di dalamnya bisa saling terhubung secara global," terang Nordmann.

Nordmann menambahkan, dukungan mitra sponsor tersebut tidak serta-merta harus berupa uang. Klub bisa mencari bentuk-bentuk kemitraan yang saling menguntungkan kedua pihak meski bukan dalam hal material. Kegiatan-kegiatan amal dalam progam Corporate Social Responsibility, misalnya, bisa dilakukan untuk memperkuat brand persepakbolaan.

Bersama Nordmann, hadir pula dalam acara itu pemain legendaris Liverpool, Steve McMahon. Nordmann dan McMachon mencontohkan "The Reds" sebagai klub yang memiliki brand kuat baik sebagai klub sepak bola maupun citra dari sebuah kota tempat klub tersebut berasal. Klub dapat menjadi ikon yang kuat bagi wilayah atau kota tertentu sehingga indentitas suatu kota bisa diwakili oleh tim sepak bola setempat.

"Jika kita menyebut Barcelona, maka yang teringat adalah klub besar di kota tersebut. Orang yang tidak gemar sepak bola pun bisa bangga mengenakan atribut Barcelona," tambah Nordmann.

Untuk menciptakan brand yang kuat itu, sebuah klub harus dapat memikirkan model yang tepat untuk pengembangan bisnisnya. Karena itu, sebuah klub harus cermat dalam memilih model bisnisnya dan menentukan sasaran jangka panjang untuk mencapai tujuan itu.

Nordmann mencontohkan Chelsea sebagai mengembangkan model pencarian bibit-bibit pemain dari seluruh dunia dengan penyaringan ala "American Idol". Di Indonesia, Real Madrid mengembangkan model bisnisnya dengan mendirikan akademi sepak bola di Bali, sementara Arsenal menyasar model bisnis dengan memperkuat trademark klub lewat cara mengembangkan sekolah-sekolah sepak bola di pelosok dunia. (KPS)
0 Responses to "Komersialisasi Sepak Bola melalui Citra yang Kuat"

Posting Komentar

Profil Bintang

Bokay Eddi Foday "Si Kurus Beri Bukti"

Postur kurus kerempeng dan tinggi menjulang yang dimiliki Bokay Eddie Foday kurang ideal untuk ukuran pesepak bola profesional. Kala pertama kali menukangi Persiwa di awal musim, Suharno sempat meragukan kemampuan striker kelahiran Monrovia, Liberia, 28 Mei 1986 yang telah tiga musim membela panji The Highlander itu.

Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya


Aun Carbiny "Bek Subur"

Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.

Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.

Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya

Berita Terbaru

blog-indonesia.com Football Blogs - BlogCatalog Blog Directory TopOfBlogs Add to Technorati Favorites KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia 100 Blog Indonesia Terbaik Blog Terbaik
IndoTopBlog, Kumpulan Blog dan Situs Indonesia