PSMS Medan Sriwijaya FC PSM Makasar Persiwa Wamena Pelita Jaya Persipura Persita Persijap PKT Bontang Persela Persib Persik PSIS Deltras Persiba Persija Persitara Arema PSSB Persiraja Persisam Gresik United Persih PSAP PSIR PSPS Persikab Persigo PSP Persikad Persiba Bantul PSS Persekabpas Persibom Persikota Semen Padang Mitra Kukar Persibo Persikabo PSIM Persis Perseman Persiku Persema Persebaya
Persebaya

Kamis, Maret 19, 2009

(0) Comments

Komdis Belum Bahas "Kasus PKT"

INDOFOOTBALL

Rencana Komisi Disiplin PSSI untuk meminta keterangan dua ofisial tim Pupuk Kaltim belum bisa dilakukan pada sidang Komdis Rabu (18/3) sore ini d Senayan, Jakarta. Alasannya, kedua ofisisial PKT Bontang itu belum dapat meninggalkan pekerjaaannya di Bontang, Kaltim.

"Kami berharap kedua ofisial PKT Bontang tersebut bersikap kooperatif dan bersedia memenuhi panggilan Komdis pada sidang berikutnya," ujar Wakil Ketua Komdis PSSI, Benhard Limbong, Rabu siang.

Walau demikian, Limbong menegaskan, permintaan keterangan terhadap kedua ofisial tim PKT tersebut tidak secara langsung berkaitan dengan meninggalnya salah seorang pemain teras mereka, Jumadi Abdi, pada saat pertandingan melawan Persela.

Jumadi Abdi meninggal dunia di RS Tarakan, hari Minggu (15/3) atau delapan hari setelah pertandingan. Jumadi, yang mencetak satu gol untuk timnas Indonesia di SEA Games 2005 Manila, dilarikan ke RS PKT di Tarakan setelah bertabrakan dengan Deny Tarkas dariPersela Lamongan pada menit ke-22.

Dari laporan wasit, kaki Tarkas "mendarat" di perut Jumadi Abdi dan membuat salah seorang pemain kesayangan Peter White itu terkapar di lapangan.

"Pemanggilan kedua ofisial PKT itu tak ada hubungannya dengan kasus meninggalnya Jumadi Abdi. Kami semata-mata hanya merespon adanya indikasi pelanggaran kedisiplinan dari pertandingan itu sebagaimana yang direkomendasikan oleh Badan Liga Indonesia (BLI)," jelas Benhard Limbong.

Dari Laporan Khusus yang disampaikan oleh Pengawas Pertandingan (PP) Fathoni (Cirebon), manajer PKT Prayitno Hadi dan asisten manajer Erizza saat jedah pertandingan memasuki ruang ganti wasit dan melontarkan maki-makian terhadap wasit Mukhlis Ali Fathoni (Kendal) dan wasit cadangan Saada (Pinrang).

Yang menjadi sasaran utama adalah wasit Mukhlis Al Fathoni yang dituding-tuding karena hanya memberikan kartu kuning terhadap Deny Tarkas, dari insiden yang terjadi dengan Jumadi Abdi pada menit ke-22.

Menyikapi kinerja wasit Ali Fathoni pada pertandingan PKT dengan Persela itu, Benhard Limbong selaku ketua Badan Perwasitan Seluruh Indonesia (BWSI) mengakui bahwa dia juga akan meminta penjelasan dari wasit asal Kendal itu.

"Bukan hanya Mukhlis, BWSI juga akan mendengar penjelasan dari jajaran perangkat pertandingan lainnya," tegas Limbong.(PSSI)

0 Responses to "Komdis Belum Bahas "Kasus PKT""

Posting Komentar

Profil Bintang

Bokay Eddi Foday "Si Kurus Beri Bukti"

Postur kurus kerempeng dan tinggi menjulang yang dimiliki Bokay Eddie Foday kurang ideal untuk ukuran pesepak bola profesional. Kala pertama kali menukangi Persiwa di awal musim, Suharno sempat meragukan kemampuan striker kelahiran Monrovia, Liberia, 28 Mei 1986 yang telah tiga musim membela panji The Highlander itu.

Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya


Aun Carbiny "Bek Subur"

Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.

Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.

Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya

Berita Terbaru

blog-indonesia.com Football Blogs - BlogCatalog Blog Directory TopOfBlogs Add to Technorati Favorites KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia 100 Blog Indonesia Terbaik Blog Terbaik
IndoTopBlog, Kumpulan Blog dan Situs Indonesia