PSMS Medan Sriwijaya FC PSM Makasar Persiwa Wamena Pelita Jaya Persipura Persita Persijap PKT Bontang Persela Persib Persik PSIS Deltras Persiba Persija Persitara Arema PSSB Persiraja Persisam Gresik United Persih PSAP PSIR PSPS Persikab Persigo PSP Persikad Persiba Bantul PSS Persekabpas Persibom Persikota Semen Padang Mitra Kukar Persibo Persikabo PSIM Persis Perseman Persiku Persema Persebaya
Persebaya

Sabtu, Maret 21, 2009

(0) Comments

PSMS Medan Pilih Realistis

INDOFOOTBALL

PSMS Medan termasuk salah satu tim yang memiliki jadwal paling padat, di samping Sriwijaya FC Palembang. Pasalnya, PSMS harus mengikuti tiga event bergengsi Liga Super, Copa Dji Sam Soe Indonesia 208/2009, dan Piala AFC. Kondisi itu menjadikan pasukan Liestiadi dituntut untuk menjaga ritme agar bisa menorehkan hasil maksimal.

Hanya, PSMS babak belur di Liga Super dan menempati zona degradasi. Kontras dengan penampilan Ayam Kinantan di arena Copa Dji Sam Soe Indonesia dan Piala AFC.

Di Copa Dji Sam Soe, PSMS justru tengah berkibar. Beda dengan tim elit lainnya seperti Persipura Jayapura dan Persija Jakarta Pusat yang langsung lolos ke 16 Besar karena menjadi semifinalis musm lalu. PSMS mengawali pertarungannya di babak pertama atau 48 Besar.

Beruntung, mereka selalu bertemu lawan dari Divisi Utama. Setelah menyingkirkan Persiraja Banda Aceh di babak awal, mereka meredam perlawanan PSPS Pekanbaru. Selanjutnya di babak 16 Besar, PSMS menghentikan laju kuda hitam Persiba Bantul.

Ironisnya, hasil itu dicapai saat kondisi PSMS sempat mengalami krisis. Buntutnya, PSMS ditinggalkan sebagian besar pemain bintang PSMS hengkang seperti Markus Horison yang kemudian pulang kandang, Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga, Legimin Raharja, Usep Munandar dan Supardi.

Meski PSMS kemudian diselamatkan pengusaha Sihar Sitorus, namun klub harus membangun tim mulai dari nol. Artinya, PSMS yang tampil musim ini adalah tim yang benar-benar baru dengan materi pemain hasil rekrutan dari berbagai tim.

Selain materi pemain yang awalnya kurang meyakinkan, PSMS juga dihadapkan pada masalah pelatih. Saat kompetisi baru digelar, PSMS sudah memecat pelatih Iwan Setiawan dan menggantikannya dengan Luciano Leandro. Namun, Luciano, yang tidak direstui Badan Liga Indonesia (BLI) akibat lisensi A tidak memenuhi syarat, juga harus berhenti di tengah jalan. Ia pun dipecat karena dinilai gagal mengangkat performa tim.

Sejak itu, tim dipercayakan kepada pelatih PSMS U-21 Liestiadi, yang kebetulan memiliki lisensi A. Di tangan Liestiadi, PSMS mulai menemukan sentuhannya. Itu terlihat dari kiprah PSMS di Copa Dji Sam Soe Indonesia dan serta kemenangan 3-1 atas Johor FC (Malaysia) di ajang Piala AFC.

“Kami belum apa-apa. Saya memang cukup gembira dengan performa kami akhir-akhir ini, baik di Copa Dji Sam Soe Indonesia maupun Piala AFC,” ujar Liestiadi.

Ia berharap keberhasilan PSMS melaju ke 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia dan kemenangan di Piala AFC itu membuat kepercayaan diri dan motivasi pemainnya meningkat. Selain itu, ia juga terus memaksimalkan persiapan PSMS agar bisa selalu tampil konsisten.

“Saat ini, fokus kami adalah bisa keluar dari zone degradasi. Setelah itu, bisa terus berprestasi di ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia. Untuk Piala AFC, kami tidak muluk-muluk,” imbuh Liestiadi.

Mengenai peluang PSMS di Copa Dji Sam Soe, Liestiadi tak ingin berandai-andai. Apalagi tim-tim yang lolos ke babak 8 Besar ini pasti adalah tim tangguh dan telah membuktikan diri dengan menyingkirkan lawan-lawannya di babak sebelumnya.

“Entah itu dari Liga Super atau Divisi Utama, bila sudah masuk 8 Besar, mereka pasti tim kuat. Ini akan menjadi tantangan besar kami,” tandasnya.

0 Responses to "PSMS Medan Pilih Realistis"

Posting Komentar

Profil Bintang

Bokay Eddi Foday "Si Kurus Beri Bukti"

Postur kurus kerempeng dan tinggi menjulang yang dimiliki Bokay Eddie Foday kurang ideal untuk ukuran pesepak bola profesional. Kala pertama kali menukangi Persiwa di awal musim, Suharno sempat meragukan kemampuan striker kelahiran Monrovia, Liberia, 28 Mei 1986 yang telah tiga musim membela panji The Highlander itu.

Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya


Aun Carbiny "Bek Subur"

Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.

Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.

Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya

Berita Terbaru

blog-indonesia.com Football Blogs - BlogCatalog Blog Directory TopOfBlogs Add to Technorati Favorites KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia 100 Blog Indonesia Terbaik Blog Terbaik
IndoTopBlog, Kumpulan Blog dan Situs Indonesia