
Upaya banding yang dilakukan manajemen Persih Tembilahan terhadap keputusan Komdis yang menjatuhkan hukuman denda Rp20 juta dan sanksi larangan tampil tanpa penonton satu kali pertandingan membuahkan hasil. Komisi Banding (Komding) BLI (Badan Liga Indonesia) mengurangi hukuman terhadap Panpel laga kandang Persih.
Rabu (8/4), Komding mengeluarkan surat resmi nomor 05/KEP/KB/DU-XXIV/IV/09 tentang hukuman terhadap Panpel Persih Tembilahan. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Komisi Banding, M Rusdi Taher tersebut SH MH tersebut, dinyatakan Persih tetap dikenakan denda Rp20 juta dan larangan tampil tanpa penonton dicabut.
Hal ini diungkapkan langsung Ketua Umum Persih, Ir HM Nasir MP kepada Riau Pos, Rabu (8/4). ‘’Alhamdulillah, upaya banding kami ditanggapi BLI walaupun kami tetap didenda Rp20 juta. Tapi, yang terpenting anak-anak bisa tampil dengan dukungan penuh penonton nantinya. Kami tak ingin masyarakat Inhil kecewa jika tak bisa masuk stadion,’’ ujarnya.
Dengan keluarnya keputusan Komding ini maka derby Riau antara Persih menjamu PSPS di Stadion Beringin Tembilahan, 12 April mendatang akan tetap disaksikan langsung pendukung kedua tim, terutama pendukung setia Persih. Namun, Nasir mengharapkan kejadian saat lawan Persisam yang berbuah hukuman dari Komdis tak terulang.
Sekitar pukul 17.00 WIB kalangan pengurus langsung menggelar rapat terbatas. Membicarakan sejumlah persiapan menyukseskan laga. Panitia pelaksana juga diminta berkoordinasi secepatnya dengan tenaga pengamanan agar laga yang digelar berlangsung tertib dan aman.
Kepada semua pendukung Persih, Nasir meminta menghormati tim tamu, PSPS yang merupakan saudara tertua tim ini. Apapun hasil pertandingan itu nantinya, pendukung menurutnya harus tetap menghormati hasil laga
Ketua Umum Persih ini juga berharap dukungan yang akan diberikan penonton akan menambah motivasi Bako Sadissou dkk untuk bisa memenangkan pertandingan lawan PSPS mendatang. ‘’Segala persiapan telah dilakukan tim. Target kami memang harus menang lawan PSPS dan juga di laga lainnya saat kami main dikandang,’’ ujar Manajer Persih, Rudiansyah.
‘’Tidak ada jalan, untuk mengamankan posisi berada pada jalur aman, kita harus memenangkan laga. Memang berat bagi kita saling jegal karena sesama tim yang satu daerah. Tetapi karena kita harus profesional, makanya laga yang digelar harus berjalan secara profesional pula. Nantinya siapa yang terbaiklah yang akan memenangkan laga ini,’’ tambah Nasir.
Sementara itu, menanggapi hasil banding Persih ini, pelatih kepala PSPS, Abdul Rachman Gurning hanya pasrah. ‘’Kalau memang itu keputusan Komisi Banding ya mau diapakan lagi. Kami juga memang harus menjalani laga ini, ada atau tanpa penonton,’’ ujar pelatih asal Medan ini kepada Riau Pos.
Namun, keputusan Komding ini tak mengurangi target PSPS untuk meraih poin penuh di derby Riau ini. ‘’Kalau tanpa penonton jelas kami cukup diuntungkan karena mereka tak didukung pendukung setianya. Tapi, dengan adanya penonton, kami tetap optimis bisa memenangkan pertandingan lawan Persih,’’ ujar pelatih yang pernah membawa Persitara promosi ke Liga Super ini.(RP)
Posting Komentar