Manajemen Delta Putra Sidoarjo (Deltras) mulai bersilat lidah. Perekrutan striker asing anyar Deltras, Hillary Echesa, dianggap bukan merupakan suatu kesalahan.
''Kami memang ingin merekrut pemain yang bisa diposisikan di dua tempat sekaligus. Itu yang diminta Pak Mamak (M. Zein Alhadad, pelatih Deltras)," kata Awan Juliarto, manajer Deltras, kemarin (21/12).
Awan akhirnya mengakui bahwa selama merumput bersama Polisi Diraja Malaysia (PDRM, anggota Liga Super Malaysia), Hillary bermain sebagai striker. Namun, ternyata pemain asal Kenya tersebut bisa mencetak 10 gol dalam semusim.
''Dia memang menjadi pengumpan Budi Sudarsono. Tapi, Budi hanya mencetak empat gol. Dia lebih tajam daripada striker murni," tambah Awan.
Meski demikian, manajemen tetap akan memantau perkembangan striker 27 tahun tersebut. Jika memang tidak cocok, Deltras akan membuang pemain itu. Masa-masa sebelum penutupan transfer windows akan menjadi pertaruhan bagi Hillary.
''Kalau memang tidak cocok, tentu akan kami coret. Lebih baik kami mencari pemain lain lagi," tegas George Handiwiyanto, general manager Deltras.
Kalau mencoret Hillary, berarti Deltras harus merelakan uang puluhan juta sebagai uang muka Hillary hangus.
Sementara itu, Deltras mulai melakukan manuver untuk mendekati Bejo Sugiantoro. Kemarin manajemen tim berjuluk The Lobster itu sudah duduk semeja dengan mantan bek Persebaya Surabaya tersebut.
Namun, ada dua versi yang berkembang. George masih malu-malu mengakui bahwa pertemuan tersebut merupakan manuver Deltras. Dia menganggap tatap muka itu hanya temu kangen. Sebelumnya, George adalah mantan asisten manajer Persebaya.
''Lini belakang kami sudah kuat. Tapi, kami masih melakukan evaluasi. Jika ada pemain yang tidak layak, tentu kami coret," ujarnya. (JPO)
Posting Komentar