PSMS Medan Sriwijaya FC PSM Makasar Persiwa Wamena Pelita Jaya Persipura Persita Persijap PKT Bontang Persela Persib Persik PSIS Deltras Persiba Persija Persitara Arema PSSB Persiraja Persisam Gresik United Persih PSAP PSIR PSPS Persikab Persigo PSP Persikad Persiba Bantul PSS Persekabpas Persibom Persikota Semen Padang Mitra Kukar Persibo Persikabo PSIM Persis Perseman Persiku Persema Persebaya
Persebaya

Kamis, Maret 19, 2009

(0) Comments

Ketakutan yang Tak Perlu Terjadi

INDOFOOTBALL

Alasan utama penangguhan sejumlah pertandingan DISL adalah munculnya kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan selama masa kampanye. Apalagi, dengan status sepak bola sebagai pengumpul massa potensial, peluang terjadinya kericuhan dirasa semakin terbentang lebar.

Namun, ketakutan-ketakutan tentang kerusuhan seandainya kompetisi DISL berjalan beiringan dengan masa kampanye sebenarnya tidak perlu terjadi. Hal tersebut disampaikan psikolog Universita Airlangga (Unair) Surabaya Suryanto.

"Itu semua tergantung dari keberanian pihak keamanan. Mereka ‘kan sudah tahu titik-titik mana yang harus dijaga maupun diamankan," terang Suryanto.

Pria yang pada 4 April mendatang bakal dikukuhkan menjadi profesor tersebut menambahkan, massa partai politik (parpol) dan suporter sepak bola juga berbeda. Hal tersebut didasarkan pada konsep identitas sosial.

"Kalau suporter kan hanya mendukung sebuah klub. Sementara kalau massa kampanye kan mendukung parpol. Jadi memang sudah beda. Tidak ada sangkut pautnya. Selain itu, lokasi kampanye dan pertandingan sepakbola kan tidak sama," ungkap Suryanto.

Selain itu, Suryanto menambahkan, kapasitas para pihak keamanan di Indonesia dirasa sudah cukup kapabel untuk meminimalisir kerusuhan-kerusuhan yang akan meledak.

"Saya yakin intel kita tentu lebih canggih dibanding massa kampanye maupun massa parpol. Apalagi, penundaan-penundaan karena kampanye seperti ini kan sudah sering terjadi. Jadi, mereka bisa berkaca dari pengalaman-pengalaman yang sudah-sudah," tambah Suryanto.

Mengenai argumen bahwa sepak bola bisa dijadikan sarana pencair suasana panas di tengah-tengah kampanye, Suryanto membantah. Pendapat tersebut tak bisa dijadikan sebuah pembenaran.

"Saya tidak menjamin bahwa sepak bola akan menjamin kampanye lebih dingin," paparnya. (KTP)

0 Responses to "Ketakutan yang Tak Perlu Terjadi"

Posting Komentar

Profil Bintang

Bokay Eddi Foday "Si Kurus Beri Bukti"

Postur kurus kerempeng dan tinggi menjulang yang dimiliki Bokay Eddie Foday kurang ideal untuk ukuran pesepak bola profesional. Kala pertama kali menukangi Persiwa di awal musim, Suharno sempat meragukan kemampuan striker kelahiran Monrovia, Liberia, 28 Mei 1986 yang telah tiga musim membela panji The Highlander itu.

Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya


Aun Carbiny "Bek Subur"

Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.

Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.

Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya

Berita Terbaru

blog-indonesia.com Football Blogs - BlogCatalog Blog Directory TopOfBlogs Add to Technorati Favorites KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia 100 Blog Indonesia Terbaik Blog Terbaik
IndoTopBlog, Kumpulan Blog dan Situs Indonesia