
Seiring pengesahan Pedoman Dasar (PD) PSSI, yang telah disetujui FIFA, secara otomatis bakal dilakukan pemilihan kepengurusan ulang organisasi sepak bola Tanah Air. Kondisi yang tak bisa ditawar itu agaknya disadari betul oleh Ketua Umum PSSI saat ini, Nurdin Halid.
Agar posisinya sebagai pemimpin PSSI aman dalam munaslub beragenda pemilihan kepengurusan, yang menurut standar Statuta FIFA digelar paling lambat tiga bulan seusai munaslub pengesahan PD, Nurdin mulai menebar pesona ke berbagai daerah.
Seperti calon legislatif, Nurdin menawarkan janji-janji ke anggota PSSI yang memiliki hak suara dalam munaslub nanti. Embel-embel sosialisasi PD dipakai pria yang baru bebas dari bui karena jeratan kasus korupsi gula tersebut sebagai ajang kampanye tebar pesona.
Akhir Maret lalu, Nurdin sempat singgah di Yogyakarta. Orang nomor satu PSSI itu ditemani Subardi (anggota Kabid Pembinaan), Triandi Mulkan (anggota Komding), Syauqi Suratno (BITSI), dan Bernard Limbong (Ketua PWSI) saat bersosialisasi di hadapan anggota Pengda DI Yogyakarta.
Nurdin juga sempat mengunjungi Wisma PSIM yang terletak di kawasan Baciro. Setelah mengamati beberapa sudut wisma, Nurdin berjanji memberikan bantuan senilai Rp 100 juta untuk merenovasi bangunan yang didirikan sekitar tahun 1938 itu. “Tempat ini punya nilai sejarah sebab di sinilah PSSI lahir,” kata Dwi Irianto, Sekum Pengda DIY.
Dwi juga tidak menilai usaha ini sebagai cara-cara kampanye Nurdin, yang hendak mencalonkan kembali menjadi penguasa PSSI. “Jika ada orang yang menilai ini sebagai upaya berkampanye atau cara Nurdin mengambil hati pengda itu silakan saja. Tapi, itu kan pendapat orang lain. Kalau kami melihat semua ini secara objektif. Saya yakin masih ada sisi positif dalam diri Nurdin,” katanya.
Akhir pekan lalu Puang menyatroni Palembang untuk mengikuti acara selebrasi pembukaan pelatnas timnas U-23. Di sana ia bertemu dengan Ketua Umum Sriwijaya FC yang juga Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin. Setelah pulang dari Bumi Sriwijaya, Nurdin mengeluarkan kebijakan mengejutkan, yakni mengabulkan permohonan perubahan jadwal pertandingan babak 16 besar Copa Dji Sam Soe Indonesia antara Persib vs Sriwijaya FC.
Keputusan ini konon didasari kepentingan untuk menarik simpati Sriwijaya FC dan Pengda PSSI Sumsel yang akan terlibat dalam munaslub nanti. Aneka kebijakan kontroversi menganulir hukuman para pelanggar disiplin yang dikeluarkan Nurdin bisa jadi bagian dari kampanye dia kembali menuju PSSI No. 1. (BN)
Posting Komentar