
Persita Tangerang termasuk tim yang paling antusias menyambut sistem sentralisasi Liga Super, 17 April – 5 Mei 2009.
Apalagi, mereka sudah terbiasa tampil nomaden, dan kali ini tidak lagi dibebani sewa stadion. Persita akan melakoni empat laga sentralisasi dan semuanya berstatus home (lihat statistik jadwal). Dengan demikian, Pendekar Cisadane berhak mendapat kompensasi Rp75 juta per laga. “Pengeluaran kami bisa sedikit ditekan dengan sistem sentralisasi ini.
Sebab, sebelumnya kami harus mengeluarkan dana besar untuk menyewa Stadion Siliwangi serta ongkos transportasi Tangerang-Bandung. Menekan anggaran termasuk satu keuntungan buat kami,” kata Manajer Persita Andi Mulyadi. Namun, Persita sebenarnya tidak sepenuhnya diuntungkan jadwal. Pasalnya, mereka harus melakoni empat laga secara berpindah- pindah di tiga lokasi. Pertama melawan Persijap Jepara, Jumat (17/4) di Stadion Brawijaya, Kediri, kemudian menuju ke Stadion Surajaya, Lamongan, menghadapi Persib Bandung.
Setelah dua laga tersebut, Persita istirahat 10 hari, sebelum melakoni dua laga di Stadion Kanjuruhan, Malang, melawan Persipura Jayapura, Kamis (30/4), dan Persiwa Wamena, Minggu (3/5). (SND)
Posting Komentar