Minggu, September 28, 2008
Ultras
INDOFOOTBALL

Setelah jadi jawara di musim 2002, Petrokimia Putra Gresik belum pernah lagi menjadi kampium. Malah, pada 2005, perepakbolaan Gresik sempat nyaris hilang dari peta persaingan akibat rencana pembubaran tim Petrokimia Putra Gresik.
Rencana itu jelas ditolak Ultras. Dengan berbagai cara, kelompok suporter ini berusaha menggagalkan rencana pembubaran. Demo yang dilakukan Ultras di DPRD Kota Gresik membuahkan hasil. Kota Gresik tak jadi kehilangan tim di pentas sepakbola nasional. Petrokimia Putra dilebur dengan tim Divisi II asal Gresik, Persegres Gresik.
Nama tim hasil gabungan itu adalah Gresik United, salah satu tim Divisi I yang berhasil melangkahkan kaki ke 16 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007. Sebuah prestasi lumayan bagi tim baru.
Ultra sendiri terbentuk pada 15 November 1999. Ultras adalah singkatan dari Ulah Tampil dan Rasional. Ultras dibentuk untuk membuat jati diri sebuah suporter yang mampu memberikan dukungan positif dan rasional terhadap tim kebanggaannya.
Ultras memiliki struktur organisasi yang rapi. Komunitas ini juga sempat dinobatkan sebagai kelompok suporter terbaik di Jawa Timur pada ajang Piala Gubernur Jatim dan kelompok suporter paling kreatif se Indonesia versi SIWO PWI.
Kamis, Juni 05, 2008
Garda Purwa
INDOFOOTBALL
Pelita Jaya adalah sebuah klub yang kerap gonta-ganti pendukung. Maklum, klub ini tergolong klub pengembara. Hingga kini, setidaknya Pelita Jaya telah empat kali pindah home base.Kondisi inilah yang membuat barisan pendukung Pelita Jaya jadi bergonti-ganti. Saat masih berdomisili di Jakarta pada era kompetisi Galatama, pendukung Pelita Jaya dikenal dengan nama Comandos.
Saat memutuskan pindah ke Solo, komunitas suporter Pasoepati jadi pendukung Pelita Jaya. Selanjutnya, Pelita Jaya pindah ke Cilegon. Di kota ini, The Volcano adalah pendukung setia Pelita Jaya.
Kini, setelah menempati markas baru di kota Purwakarta, Pelita Jaya memiliki pendukung baru, yakni Garda Purwa. Karena Pelita Jaya baru dua musim ber home base di kota ini, tak heran bila Garda Purwa pun baru seumur jagung.
"Kami memang terhitung pendatang baru di kalangan komintas suporter Indonesia. Tapi, kami bertekad memberi dukungan total bagi Pelita Jaya," bilang Asep, salah seorang pentolan Garda Purwa.
Walau belum lama terbentuk, Garda Purwa telah berhasil menghimpun tak kurang dari 3000 anggota. Merekalah yang dengan setia hadir dan memberi dukungan bagi Pelita Jaya saat menjamu lawan-lawannya di Stadion Purnawarman, Purwakarta.
Garda Purwa tak hanya didominasi oleh kaum pria. Komunitas suporter asal kota Purwakarta ini juga memiliki suporter wanita yang bernama Gardania. Para kaum hawa inilah yang jadi warna indah di Stadion Purnawarman, Purwakarta
Rabu, Mei 07, 2008
Pasoepati
INDOFOOTBALL
Sejak dulu, kota Solo dikenal sebagai salah satu basis kekuatan sepakbola nasional. Namun, kemunduran prestasi juga sempat dirasakan kota ini. Tim-tim asli kota Solo kesulitan untuk menembus level elit. Jadilah Solo pernah memiliki tim ‘impor’, seperti Pelita Jaya dan Persija Timur.Para pengurus Pasoepati juga selalu mensosialisasikan peraturan-peraturan pertandingan sepakbola pada para anggotanya dan penonton umum. Sebab, salah satu sebab munculnya rasa tidak puas yang bisa berujung pada aksi anarkisme adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman penonton akan peraturan pertandingan. Akibatnya, jika ada putusan wasit yang dianggap tidak pas, penonton pun bisa bersikap brutal.
Selasa, April 29, 2008
The Macz Man
INDOFOOTBALL
Jangan pernah ragukan kesetiaan The Macz Man. Setiap kali PSM Makassar bertarung, di situ pula The Macz Man hadir. Loyalitas dan totalias komunitas suporter ini pada tim kesayangan mereka memang tak perlu lagi diragukan. Bukan hanya pada laga kandang, tapi setiap kali PSM Makassar melangkahkan kaki ke luar kandang, The Macz Man berusaha tetap mendampingi.Aktifitas The Macz Man tak melulu di dunia sepakbola. Kelompok suporter yang identik dengan warna merah ini juga kerap terlibat dengan aktivitas sosial lainnya, seperti donor darah. The Macz Man juga terlibat dalam beberapa festival musik di Makassar dan Sulawesi Selatan.
Jumat, April 18, 2008
Laskar Sakera
INDOFOOTBALL
Atmosfer sepakbola di daerah Pasuruan kian meriah setelah tim asal daerah ini, Persekabpas Pasuruan menjejakkan kaki ke Divisi Utama untuk kali pertama pada musim 2005. Laskar Sakera, komunitas pendukung Persekabpas pun girang bukan kepalang mendapati kenyataan kalau tim kesayangan mereka kini telah promosi ke level tertinggi.Namun, di musim pertama Persekabpas mentas di Divisi Utama, loyalitas Laskas Sakera benar-benar diuji. Kala itu oleh Badan Liga Indonesia, Stadion Bangil, Pasuruan, markas Persekabpas, masih belum diperbolehkan untuk menggelar pertandingan Divisi Utama. Akibatnya, Persekabpas harus menjalani semua partai kandang di Stadion Willis, Madiun.
Kondisi ini tak melunturkan kecintaan Laskar Sakera. Mereka tetap berbondong-bondong datang ke Stadion Willis demi memberi dukungan total pada tim kebanggaan mereka. Beruntung, kini Stadion Pogar sudah bisa digunakan untuk menjamu lawan-lawan Persekabpas, sehingga Laskar Sakera tak perlu jauh-jauh lagi datang ke Madiun.
Pemilihan nama Laskar Sakera sendiri didasari oleh legenda seorang pejuang kelahiran Bangil di permulaan abad ke-19. Sakera, demikian nama pejuang itu. Ia dikenal sebagai seorang jagoan yang melawan perintah diktator Belanda di perkebunan tebu di daerah Bangil.
Sama seperti cerita-cerita legenda soal kepahlawanan lainnya, dimana pengkhianatan jadi akhir yang tragis, Sakera pun demikian. Sang jagoan akhirnya tertangkap oleh Belanda setelah dikhianati oleh salah seorang temannya sendiri. Sakera dimakamkan di wilayah Bekacak, Kelurahan Kolursari, daerah paling Selatan Kota Bangil.
Sama seperti komunitas suporter lain, wana kostum pemain juga jadi warna identitas supporter. Laskar Sakera identik dengan warna oranye. Sepanjang pertandingan, Laskar Sakera tak henti meneriakkan yel-yel pembangkit semangat bagi Persekabpas
Jumat, April 04, 2008
Sriwijaya Mania Sumsel
INDOFOOTBALL
Pengambilalihan Persijatim pada musim 2004 oleh Pemda Sumatra Selatan kian membangkitkan semangat sepakbola di daerah itu. Nama klub itu pun lantas diubah menjadi Sriwijaya FC.Lantaran memiliki tim di pentas Divisi Utama, beberapa pecinta sepakbola di Palembang pun membentuk kelompok Fans Sriwijaya. Setelah musim 2004 berakhir, nama itu berubah menjadi Sriwijaya Mania. Pada 2005, Sriwijaya Mania terpecah dua. Selain Sriwijaya Mania, muncul pula kelompok suporter baru di Palembang yang bernama Singa Mania.
Setelah masa kepengurusan 2005 usai, Sriwijaya Mania membentuk kepengurusan baru untuk periode 2006-2007. dalam kurun waktu ini pun, kembali terjadi perpecahan. Marvin Avetama, yang saat itu menjabat Ketua Umum Sriwijaya Mania akhirnya membentuk wadah baru yang diberi nama Sriwijaya Mania Sumsel yang diharap bisa lebih independen dan mandiri.
Saat ini, Sriwijaya Mania Sumsel memiliki 18 Korwil yang tersebar di Kota Palembang. Komunitas ini memiliki ribuan masa suporter yang terorganisir. Satu hal yang pasti, Sriwijaya Mania Sumsel akan terus mendukung Sriwijaya FC. “Semoga Sriwijaya FC terus maju dan jadi tim favorit di Indonesia serta mampu meraih gelar juara,” kata Marvin.
Menjadi pendukung setia Sriwijaya FC jelas sebuah kebanggaan bagi fans Sriwijaya FC. “Jangan malu menjadi suporter. Saya harap Sriwijaya Mania Sumsel bisa terus menjadi kelompok suporter yang kreatif,” ujar Sahrizal, Sekjen Sriwijaya Mania Sumsel.
Jumat, April 04, 2008
Brajamusti
INDOFOOTBALL
Setelah sempat tenggelam cukup lama, persepakbolaan Yogyakarta kembali bangkit dengan promosinya PSIM Yogyakarta ke jenjang Divisi Utama. Hal ini membuat komunitas suporter di kota Gudeg itu bergairah.Di Yogyakarta banyak berdiri komunitas-komunitas suporter seperti Hooligans, Mgr, Cobra Mataram, Dahkota, Baju Barat, Pathuk squad & Cidelaras. Lalu, timbulah niat untuk melebur dalam suatu wadah. Pertemuan-pertemuan yang melibatkan laskar-laskar PSIM (sebutan untuk pendukung PSIM) pun digelar. Setelah sekian banyak pertemuan, pada 15 Februari 2003, di Balai RK Mangkukusuman, markas Hooligans, ditentukan untuk mengadakan sayembara pemilihan nama suporter PSIM.
H.Guntur Artamaji sebagai penggagas. Sayembara dilakukan melalui surat kabar. Dari sekian banyak nama, akhirnya dipilih nama Brajamusti kepanjangan dari 'Brayat Jogja Mataram Utama Sejati'. Arti sesungguhnya dari kata Brajamusti adalah Aji-ajian sakti dari Gatutkaca.
Selanjutnya, Brajamusti selalu setia mendampingi PSIM pada setiap laga. Meski masih muda, Brajamusti sudah memiliki struktur organisasi yang rapi. Anggotanya berjumlah hingga ribuan orang. Agung Damar K adalah Presiden Brajamusti untuk masa bakti 2007-2010. Sedangkan Wakil Presiden adalah Agus Triyono Wapres dan Sekjen dijabat oleh Budi Santoso.
Brajamusti tak melulu didominasi oleh kaum laki-laki. Mereka juga memiliki barisan suporter wanita yang dikenal dengan nama Brajamolek. Komunitas suporter ini tergolong kreatif. Terbukti, Brajamusti memiliki Korps Musik yang kerap menjadi penyemangat PSIM saat bertanding.
Sabtu, Maret 29, 2008
Benteng Mania Fans Club
INDOFOOTBALL
Teriakan pembangkit semangat terdengar nyaring dari gerombolan anak muda berkostum kuning-kuning. Tabuhan drum dan yel-yel pembangkit semangat selalu terdengar seiring perjuangan pemain di tengah lapangan. Tak lupa, alunan lagu-lagu wajib membahana, seolah membelah langit Tangerang. Ya, itulah yang dilakukan Benteng Mania, kelompok suporter pendukung Persikota Tangerang dalam mendukung tim kesayangan mereka.Benteng Mania Fans Club, demikian nama resmi komunitas suporter yang berdiri pada 9 September 1994 ini. Sokongan dan totalitas mereka juga yang membuat Persikota mendapat julukan ‘Bayi Ajaib’ karena performa mencengangkan seusai promosi ke Divisi Utama.
Mayoritas anggota Benteng Mania Fans Club adalah remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah dan atas. Mengingat usai remaja masih rentan gejolak, pengurus Benteng Mania Fans Club tak pernah bosan melakukan pembinaan dan sosialisasi tentang peraturan pertandingan. Semua ini dilakukan agar suporter setia Persikota ini kian dewasa.
“Jika anggota Benteng Mania Fans Club sudah mengerti peraturan sehingga bisa memahami putusan wasit, kami berharap Benteng Mania Fans Club mampu memberi contoh positif pada penonton lainnya,” ujar Ketua Umum Benteng Mania Fans Club, Dedi Mashudi.
Sebagai sebuah komunitas suporter, Benteng Mania telah memiliki struktur organisasi yang rapi. Selain Ketua Umum, Benteng Mania Fans Club juga memiliki Pelaksana Harian, Wakil Ketua, Komandan Korlap, Sekretaris, Bendahara, dan lain-lain.
Layaknya kelompok suporter sepakbola di Indonesia, Benteng Mania Fans Club didominasi kaum pria. Namun, bukan berarti kamu wanita tak ada yang berminat jadi anggota Benteng Mania Fans Club. Bahkan, kelompok suporter yang identik dengan warna kuning ini memiliki Bet Woman, barisan suporter wanita. Para suporter wanita yang membuat Stadion Benteng jadi penuh warna itu diketuai oleh Yeni Susanti, seorang guru SMP
Sabtu, Maret 08, 2008
Kampak FC
INDOFOOTBALL
Kampak FC adalah salah satu komunitas suporter yang terbilang aktif. Kelompok suporter pendukung PSMS Medan ini tak hanya aktif mendukung tim kesayangan mereka saat berlaga di kandang sendiri, tapi juga rela melakukan perjalanan jauh demi memberi semangat bagi pemain-pemain PSMS.Kampak FC memiliki struktur organisasi yang rapi. Mereka juga sudah merambah ke dunia maya. Saat ini, Kampak FC dipimpin oleh seorang wanita, Herna Pardede. Kampak FC berdiri pada 14 Ferbruari 2001.
Hingga kini, individu yang tergabung dalam Kampak FC berasal dari beragam kalangan. Dari masyarakat kelas bawah hingga atas. Ini membuktikan kalau PSMS begitu dicintai oleh masyakarat Sumatra Utara khususnya kota Medan.
Selain selalu menampilkan aksi atraktif di stadion saat memberi dukungan bagi PSMS, Kampak FC juga kerap menggelar acara nonton bareng jika tim mereka kebetulan melakoni laga away dan disiarkan langsung stasiun televisi.
Tak hanya kaum pria yang masuk menjadi anggota Kampak FC. Status Herna sebagai Presiden Kampak FC periode 2006-2008 nampaknya kian memicu kaum wanita untuk ikut mendukung PSMS dengan seragam Kampak FC.
Militannya dukungan Kampak FC berbuah manis. Salah satunya adalah berhasil lolosnya PSMS Medan ke 16 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007. Jadi, wajar rasanya jika seluruh pemain dan manajemen PSMS berharap kalau dukungan dari Kampak FC tak pernah surut.
Rabu, Maret 05, 2008
Panser Biru
INDOFOOTBALL
1998/1999 adalah musim terbaik bagi PSIS Semarang. Kala itu, tim ‘Mahesa Jenar’ berhasil merebut gelar Juara Liga Indonesia. Ironisnya, satu musim kemudian, PSIS harus turun takhta ke Divisi I.Di saat PSIS terdampar ke Divisi I itulah, para pecinta sepakbola di Semarang tergugah untuk membentuk sebuah wadah komunitas suporter. Pada 22 Oktober 2000, berkumpullah sejumlah pendukung setia PSIS. Hari itu, disepakati untuk membentuk Forum Peduli PSIS. Setelah beberapa pertemuan, pada 5 November 2000 bertempat di GOR Trilomba Juang, terbentuklah kelompok suporter Semarang yang diberi nama Panser Biru yang berupa singkatan dari Pasukan Suporter Semarang Biru.
Dipilihnya nama Panser Biru tak langsung disetuji begitu saja oleh para pentolan yang hadir. Sebelumnya, sempat pula muncul nama semisal Bosnia (Bocah Semarang Mania), SAS, Bocas (Bocah Semarang), T-Fosi. Tapi, akhirnya diplihlan nama Panser Biru.
Hadirnya sebuah kelompok suporter yang terkoordinir ternyata begitu dinanti oleh pecinta sepakbola Semarang. Terbukti, saat Panser Biru mendeklarasikan hari jadi mereka pada 25 Maret 2001, tak kurang dari 5000 orang hadir di GOR Tri Lomba Juang, Semarang.
Visi yang diusung Panser Biru adalah memberi dukungan total bagi PSIS pada setiap laga. Dukungan bisa berupa yel-yel pembangkit semangat, nyanyian, dan tabuhan genderang. Panser biru juga mengharamkan sikap anarkis serta provokatif. Mereka ingin memberi warna baru bagi suporter Semarang.
Selasa, Maret 04, 2008
Bontang Mania
INDOFOOTBALL
Berdiri 25 Februari 2008 Melalui rangkaian rapat dan debat pendapat sejak akhir januari 2008 dan merupakan peleburan dari tiga elemen suporter yaitu The Valcon, Sintukmania dan Bontang Suporter Damai (BSD)Mantan ketua The Valcon, Nurkhalid, terpilih sebagai ketua umum, Sementara dedengkot Sintukmania, Hamsani alias Ancha dipercaya menjabat ketua harian. Dalam menjalankan tugasnya, keduanya dibantu tiga koordinator wilayah yakni Tomi (Utara), Ahmad Nurkholiq (Barat), dan Mustamin (Selatan).
Tentu saja, ini dukungan signifikan dari kelompok suporter untuk mendukung target pengurus mengembalikan kejayaan PKT di kancah persepakbolaan nasional pada Kompetisi Divisi Utama 2008 mendatang.
Sejatinya Bontangmania bukan hanya leburan tiga elemen fans tadi. Pasalnya, beberapa kelompok suporter baru juga memastikan diri bergabung. Di antaranya dari Kampung Baru, Lembah, Berbas Pantai, Porto, Tipalayo, Sidrap, Loktuan, Guntung, Kanaan, Telihan, Terminal Bontang, JPP, dan Regomasi.
Senin, Februari 11, 2008
Viking
INDOFOOTBALL
Persib Bandung termasuk tim yang beruntung. Sebab, mereka memiliki suporter fanatik yang setia. Ya, bobotoh memang tak pernah meninggalkan Persib, apapun prestasi yang diraih tim 'Maung Bandung'.Di antara puluhan ribu bobotoh fanatik, sekitar 40 ribu diantaranya tergabung dalam Viking Fans Club. Kelompok suporter ini terbentuk lantaran semula para anggotanya kerap nongkrong bareng setelah nonton Persib.
"Kami memiliki kesamaan, yakni cinta mati Persib. Sampai kapanpun, kami akan mendukung Persib," kata Heru Joko, Ketua Umum Viking Fans Club.
Rasa cinta akan Persib pula yang membuat Viking tak pernah absen mendukung Persib jika berlaga di Stadion Siliwangi. Sepanjang pertandingan, tak peduli panas atau hujan, Viking selalu semangat dan antusias bernyanyi dan meneriakkan yel-yel dukungan bagi tim kesayangan mereka.
Tak hanya sebatas menonton pertandingan di stadion, Viking Fans Club juga punya seabrek kegiatan lain. Mulai dari nonton bareng pertandingan Persib yang ditayangkan langsung stasiun televisi hingga memproduksi merchandise Persib.
Sayangnya, hingga kini Viking masih terlibat perseteruan dengan The Jakmania, suporter Persija Jakarta. Karenanya, Viking tak pernah lagi mendampingi Persib jika harus bertandang ke markas Persija
Minggu, Februari 10, 2008
Aremania
INDOFOOTBALL
Soal kreativitas, kapasitas Arek Malang (AREMA) memang tak perlu diragukan. Dalam berbagai sendi kehidupan, masyarakat kota apel itu terkenal dengan nafas seni tinggi.Sifat itu pula yang terbawa ke lapangan sepakbola.Terbukti, dalam setiap laga kandang Arema dan Persema, aksi atraktif kerap terhampar di Stadion Gajayana, Malang. Sepanjang 90 menit, tak lelah mereka menyanyi, meneriakkan yel-yel pembangkit semangat, dan melakukan gerakan-gerakan atraktif lain.
Tak hanya tingkah laku, atribut yang dikenakan Aremania saat mendukung tim kebanggaannya juga mencerminkan kuatnya ikatan batin mereka. Warna merah, biru, dan putih dipastikan selalu mendominasi kostum Aremania.
Uniknya, seperti tim kesayangan, tiap ganti musim, Aremania juga mengganti kostumnya. “Biasanya, tiap awal musim kami membuat kaos baru. Modelnya bisa meniru seragam tim atau gaya yang sedang nge-trend. Kaos tersebut kerap dibubuhi dengan slogan atau jargon-jargon Arema, bila perlu hujatan-hujatan pada klub yang menjadi musuh tim kesayangan kami,” ujar Yuli Sumpil, salah satu pentolan Aremania.
Untuk urusan kostum Aremania memang terdepan. Tak hanya kaos yang mereka buat, tapi juga syal, topi, dan atribut lain. Tak heran jika cukup banyak kelompok supporter klub lain yang memesan kostum dari mereka.
“Biasanya, kalau ada tim tamu yang bertandang ke Malang kemudian melihat desain kostum kami, mereka lalu tertarik dan minta untuk dibuatkan,” tambah Yuli lagi.
Melihat fakta itu, tidaklah berlebihan jika Aremania dinobatkan sebagai pelopor supporter atraktif di Indonesia. Pengakuan ini bahkan sudah dicetuskan oleh kelompok supporter lain, seperti dari kota Solo. Mereka menganggap Aremania sebagai guru mereka dalam hal aksi mendukung tim kesayangan.
Sabtu, Februari 09, 2008
Slemania
INDOFOOTBALL
Slemania termasuk komunitas suporter yang modern. Mereka adalah satu dari sedikit kelompok pendukung sebuah tim di Indonesia yang memiliki website. Masuk ke dunia maya telah dilakukan Slemania sejak 2001. Slemania juga memiliki struktur organisasi yang tergolong rapi.Hingga kini, Slemania memiliki sekitar 7000 anggota dan lebih dari 10.000 simpatisan. Demi mewujudkan rasa cinta akan klub kesayangan, Slemania kerap melakukan perjalanan jauh untuk mendukung PSS Sleman bertanding di markas lawan.
Layaknya kelompok suporter lain, Slemania juga didominasi oleh kaum pria. Tapi, tak berarti anggota Slemania semuanya pria. Banyak juga kaum wanita yang jadi anggota Slemania. Khusus suporter wanita, mereka memiliki sebutan tersendiri, yakni Slemanona.
Dukungan yang diberikan Slemania pada PSS Sleman tak pernah terhenti sepanjang pertandingan. Tak hanya menyanyi dan meneriakkan yel-yel pembangkit semangat, Slemania juga kerap membawa alat musik ke dalam stadion. Bahkan, Slemania juga memiliki Korps Perkusi Slemania.
Komunitas suporter ini juga dikenal sportif dan menjunjung tinggi perdamaian. Tak heran, jika Slemania sempat terpilih menjadi kelompok suporter terbaik di tahun 2005. Ternyata, slogan Slemania "Senajan Edan Tapi Tetep Sopan" bukan sebatas ucapan di mulut.
Kamis, Februari 07, 2008
The Jackmania
INDOFOOTBALL
Usia The Jak Mania, suporter sehidup sematinya Persija Jakarta memang masih tergolong muda. The Jakmania berdiri pada 19 desember 1997. Saat itu, Persija masih di manajeri oleh manajer wanita, Diza Ali. Diza juga yang mencetuskan warna orange sebagai warna khas The Jakmania.Meski tergolong muda untuk ukuran komunitas suporter, tapi The Jak Mania telah memiliki struktur organisasi yang rapi. The Jak Mania memiliki Ketua Umum hingga koordinator daerah. Sesuai pembagian wilayah di DkI Jakarta, koordinator daerah The Jak Mania juga dibagi menjadi lima. Yakni wilayah Jakarta Barat, Pusat, Timur, Selatan, dan Utara.
Layaknya komunitas yang tumbuh di kota Metropolitan seperti Jakarta, individu-individu yang tergabung dalam The Jak Mania berasal dari beragam kalangan dan etnis. "Karena tinggal dan mencari penghidupan di Jakarta, sudah selayaknya kami memberi dukungan pada Persija," ujar Danang A.Ismartanai, Ketua Umum The Jakmania.
Di tengah rutinitas yang melanda hampir seluruh pelosok Jakarta, pemandangan suporter berkostum orange yang melintasi jalan-jalan ibu kota saat Persija menggelar laga kandang jadi warna tersendiri.
Sayang, meski telah memiliki struktur yang rapi, The Jakmania masih dikaitkan dengan sejumlah aksi anarkis. Tapi, menurut pengurus The Jak Mania, aksi-aksi itu dilakukan oleh oknum yang mengenakan seragam The Jakmania. Apapun juga, memang sulit mengatur akar rumput.
Jumat, Januari 04, 2008
Ngalamania
INDOFOOTBALL
Cinta mati dan total memberikan dukungan bagi Persema Malang. Itulah Ngalamania, kelompok suporter pendukung Persema yang berdiri sejak tahun 2000. Saking besarnya cinta Ngalamania pada tim kesayangan mereka, kemananpun Persema bertanding, Ngalamania pasti hadir mendampingi. “Cinta kami pada Persema tak akan luntur,” ucap Morhes Mardianto, pendiri Ngalamania.
Berbeda dengan komunitas suporter lain yang memiliki struktur kepengurusan, Ngalamania tak menganut struktur organisasi. Mereka hanya mengenal istilah Koordinasi Daerah (Korda). Menurut mereka, sistem Korda justru memudahkan pengurus Korda untuk memonitoring anggota mereka ketimbang menggunakan sistem pengurus pusat. Hingga kini, Ngalamania memiliki 54 Korda di Malang.
Selain memiliki lagu dan yel-yel khas Ngalamania untuk membangkitkan semangat pemain-pemain Persema, Ngalamania juga memiliki sejumlah hal yang tabu untuk dilakukan di dalam dan luar stadion. Beberapa diantaranya adalah tak boleh melempar benda apapun ke dalam stadion, tak boleh terlibat tawuran, dan dilarang memaki pemain dan pelatih.
Ngalamania memang dipertemukan karena kecintaan pada dunia sepakbola. Namun, bukan berarti mereka menutup diri pada kegiatan lain. Ngalamania juga kerap terlibat di berbagai kegiatan sosial seperti donor darah dan sunatan massal. Bencana alam yang acap membuat bumi nusantara berduka juga jadi perhatian tersendiri di kalangan Ngalamania. Mereka menggalang bantuan saat Nanggroe Aceh Darussalam dilanda tsunami, mereka juga membantu korban gempa bumi di Pandeglang, Banten. Pun kala Yogyakarta dan Jawa Tengah digoyang gempa, Ngalamania menunjukkan simpati mereka.
Stadion tanpa kehadiran kaum wanita akan terasa gersang. Suporter pria yang jadi warna mayoritas, membuat aura stadion kian keras. Beruntunglah, masih ada segelintir kaum wanita yang mau melangkahkan kaki ke stadion, seperti para Ngalamanita, barisan supporter wanita Ngalamania. Bersama dengan rekan-rekan prianya, Ngalamanita total memberikan dukungan bagi pemain Persema.
Rabu, Desember 05, 2007
Bonek
INDOFOOTBALL
Tak bisa dipungkiri, stigma negatif telah terlanjur melekat pada suporter Persebaya yang biasa disebut bonek (bondo nekat = tanpa modal). Sejumlah aksi anarkis mengiringi sejarah panjang bonek. Teraktual adalah aksi yang terjadi pada 4 September 2006. Saat itu, bonek mengamuk di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya yang mengakibatkan sejumlah kerusakan dan pembakaran.Aksi itu berbuntut panjang. Bonekmania sempat dijatuhi sanksi tak boleh menyaksikan pertandingan dan dilarang memasuki stadion di seluruh Indonesia. Tapi, setelah melalui proses panjang, hukuman itu lantas dianulir.
Bahkan, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid memberi respon positif saat komunitas suporter di Persebaya berjanji akan mengubah sikap. Nurdin juga hadir saat peluncuran situs resmi bonekmania. Momen ini seakan jadi momen bangkitnya suporter Persebaya. Paling tidak, di musim 2007 tak terdengar ada aksi anarkis yang dilakukan bonekmania.
Sebenarnya, suporter Persebaya terdiri dari beragam elemen. Ada yang menyatukan diri dalam Yayasan Suporter Persebaya (YSS) dan Barisan Fanatik Suporter Persebaya (B-Fazters), namun ada pula yang tak terkordinir. Para suporter yang tak terkordinir inilah yang sulit untuk diawasi.
Profil Bintang

Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya
Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.
Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya
Berita Terbaru
RSS/Search
Liga Super
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSIPURA | 22 | 14 | 4 | 4 | 46-15 | 46 |
| SRIWIJAYA | 23 | 13 | 5 | 5 | 49-28 | 44 |
| PERSIJA | 21 | 13 | 3 | 5 | 44-24 | 42 |
| PERSIJAP | 24 | 11 | 7 | 6 | 31-22 | 40 |
| PERSIB | 21 | 11 | 6 | 4 | 34-22 | 39 |
| PERSIWA | 22 | 12 | 2 | 8 | 29-27 | 38 |
| PERSIK | 22 | 11 | 4 | 7 | 34-29 | 37 |
| PSM | 23 | 9 | 8 | 6 | 25-25 | 35 |
| PERSELA | 22 | 10 | 4 | 8 | 26-21 | 34 |
| PELITA | 23 | 8 | 6 | 9 | 23-20 | 30 |
| AREMA | 22 | 9 | 3 | 10 | 25-29 | 30 |
| PERSIBA | 22 | 7 | 6 | 9 | 20-25 | 27 |
| PERSITARA | 23 | 5 | 7 | 11 | 26-35 | 22 |
| PERSITA | 24 | 5 | 6 | 13 | 16-41 | 21 |
| DELTRAS | 22 | 4 | 6 | 12 | 15-30 | 18 |
| PKT | 22 | 4 | 6 | 12 | 21-39 | 18 |
| PSMS | 23 | 2 | 11 | 10 | 23-33 | 17 |
| PSIS | 23 | 3 | 8 | 12 | 13-35 | 17 |
Divisi Utama
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSISAM | 19 | 11 | 5 | 3 | 37-18 | 38 |
| PERSIKAB | 21 | 11 | 3 | 7 | 35-27 | 36 |
| PERSIKABO | 21 | 9 | 7 | 5 | 32-22 | 34 |
| MITRA KUKAR | 19 | 11 | 1 | 7 | 19-16 | 34 |
| SEMEN PADANG | 21 | 8 | 8 | 5 | 36-23 | 32 |
| PERSIRAJA | 21 | 9 | 4 | 8 | 24-27 | 31 |
| PERSIKAD | 21 | 8 | 4 | 9 | 25-33 | 28 |
| PSDS | 21 | 8 | 3 | 10 | 18-24 | 27 |
| PERSIH | 21 | 7 | 5 | 9 | 26-28 | 26 |
| PSSB | 21 | 6 | 6 | 9 | 20-19 | 24 |
| PSAP | 21 | 7 | 3 | 11 | 22-28 | 24 |
| PERSIBAT | 21 | 7 | 1 | 13 | 20-33 | 22 |
| PERSIKOTA | 21 | 5 | 6 | 10 | 22-37 | 21 |
| PSP | 21 | 3 | 4 | 14 | 14-30 | 13 |
Wilayah II
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSEBAYA | 18 | 13 | 1 | 4 | 32-12 | 40 |
| PERSEMA | 18 | 13 | 1 | 4 | 33-20 | 40 |
| PERSIBOM | 20 | 12 | 1 | 7 | 28-16 | 37 |
| PERSIBA Bantul | 19 | 11 | 4 | 4 | 21-12 | 37 |
| PERSIGO | 20 | 10 | 1 | 9 | 25-21 | 31 |
| PERSEMAN | 19 | 9 | 2 | 8 | 20-19 | 29 |
| PERSIBO | 19 | 8 | 4 | 7 | 22-19 | 28 |
| PSIR | 20 | 7 | 6 | 7 | 17-19 | 27 |
| PSS | 19 | 6 | 6 | 7 | 18-26 | 24 |
| PERSIKU | 20 | 6 | 4 | 10 | 16-28 | 22 |
| GRESIK UNITED | 19 | 5 | 4 | 10 | 15-21 | 19 |
| PSIM | 20 | 5 | 2 | 13 | 14-25 | 17 |
| PERSIS | 19 | 4 | 4 | 11 | 15-22 | 13 |
| PERSEKABPAS | 18 | 3 | 4 | 11 | 10-26 | 13 |
Liga Super U21
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PELITA JY U21 | 6 | 5 | 1 | 0 | 17-2 | 16 |
| PERSITA U21 | 6 | 3 | 2 | 1 | 7-5 | 11 |
| SRIWIJAYA U21 | 6 | 3 | 0 | 3 | 7-7 | 9 |
| PSMS U21 | 6 | 1 | 3 | 2 | 10-13 | 6 |
| PERSIJA U21 | 6 | 1 | 1 | 4 | 4-8 | 4 |
| PERSITARA U21 | 6 | 1 | 1 | 4 | 4-14 | 4 |
Wilayah II
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSIK U21 | 6 | 4 | 2 | 0 | 9-4 | 14 |
| PERSIB U21 | 6 | 3 | 3 | 0 | 7-3 | 12 |
| PERSELA U21 | 6 | 3 | 0 | 3 | 7-7 | 9 |
| PERSIJAP U21 | 6 | 2 | 1 | 3 | 7-7 | 7 |
| AREMA U21 | 6 | 2 | 1 | 3 | 7-10 | 7 |
| PSIS U21 | 6 | 0 | 1 | 5 | 3-9 | 1 |
Wilayah III
| P | W | D | L | GD | PTS | |
| PERSIPURA U21 | 6 | 4 | 1 | 1 | 12-6 | 13 |
| PERSIBA U21 | 7 | 3 | 3 | 1 | 5-3 | 12 |
| PSM U21 | 6 | 3 | 2 | 1 | 6-4 | 11 |
| DELTRAS U21 | 7 | 1 | 3 | 3 | 5-10 | 6 |
| PKT BTG U21 | 7 | 1 | 2 | 4 | 7-9 | 5 |
| PERSIWA U21 | 5 | 1 | 1 | 3 | 4-7 | 4 |
Top Skor
Divisi Utama
Liga Super U21
Copa Indonesia













