PSMS Medan Sriwijaya FC PSM Makasar Persiwa Wamena Pelita Jaya Persipura Persita Persijap PKT Bontang Persela Persib Persik PSIS Deltras Persiba Persija Persitara Arema PSSB Persiraja Persisam Gresik United Persih PSAP PSIR PSPS Persikab Persigo PSP Persikad Persiba Bantul PSS Persekabpas Persibom Persikota Semen Padang Mitra Kukar Persibo Persikabo PSIM Persis Perseman Persiku Persema Persebaya
Persebaya
Tampilkan postingan dengan label Independence Cup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Independence Cup. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 05, 2008

(0) Comments

Hadiah Belum Cair Bagi Timnas Senior, Timnas U-21, dan Budi Sudarsono

INDOFOOTBALL

Sepekan sudah Piala Kemerdekaan IX berakhir. Tapi ironisnya masalah masih juga belum berlalu. Kabar terbaru menyebutkan kalau uang hadiah Piala Kemerdekaan IX belum diberikan panitia pada para peraih gelar.

”Memang benar, kami belum menerima hadiah. Setahu saya yang belum mendapat hadiah adalah Timnas (Tim Nasional) Senior, Timnas U-21, serta Budi Sudarsono,” ungkap Hamka B. Kady, manajer Timnas U-21.

Seperti diketahui, Timnas Senior merupakan juara Piala Kemerdekaan IX. Sebagai pemenang mereka berhak mendapat hadiah USD 27 ribu atau sekitar Rp 243 juta. Sedang Timnas U-21 di Piala Kemerdekaan IX menempati urutan ketiga. Pasukan Garuda Muda berhak memperoleh hadiah USD 10 ribu atau sekitar Rp 90 juta.

Budi sendiri adalah top skor gelaran tersebut. Budi tidak sendirian. Striker asal Persik Kediri tersebut harus berbagi hadiah USD 8 ribu dengan striker Libya Zaghb Anis Fuzi Khalefa yang sama-sama mengoleksi lima gol. Hasilnya, Budi berhak mengantongi hadiah USD 4 ribu atau sekitar Rp 36 juta.

“Untuk diketahui, jika kami belum mendapatkan hadiah, Libya yang menjadi runner-up Piala Kemerdekaan dan striker-nya yang menjadi top skor sudah memperoleh hadiah,” ujar Hamka.
Terpisah, ketika dikonfirmasi, Ketua Panpel Piala Kemerdekaan IX Herman Chaniago mengakui kalau pihaknya memang belum mencairkan hadiah. Dia menyebutkan kalau hal tersebut sudah dibicarakan dengan Badan Tim Nasional (BTN).

”Kami akui kami masih punya hutang kepada Timnas Senior, Timnas U-21, dan Budi Sudarsono. Sedang hadiah untuk Libya sudah kami bayar,” aku Herman Ago-sapaan akrab Herman Chaniago, kemarin.

Dia berdalih, belum cairnya hadiah untuk ketiga pihak tersebut lantaran masih menunggu pencairan dana dari sponsor. Menurutnya, pencairan dana tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat.

”Tapi, semoga minggu depan uang hadiah untuk Timnas Senior, Timnas U-21, dan Budi Sudarsono sudah bisa kami cairkan,” ucapnya. (CP)

Rabu, September 03, 2008

(0) Comments

Bakal Kirim Laporan Resmi Ke AFC, PSSI Soal Kasus Piala Kemerdekaan

INDOFOOTBALL

PSSI tidak mau dipojokkan soal sikap Libya yang memilih walk out (WO) pada partai final Piala Kemerdekaan ketika melawan Timnas senior pada 29 Agustus lalu. Sebagaimana berita sebelumnya, Libya memilih WO setelah terjadi insiden di lorong menuju ruang ganti pemain usai pertandingan babak pertama.

Gamal Adeen M. Abu Nowara, pelatih Libya, mengaku dipukul salah seorang ofisial Timnas. Akibatnya, kaca mata Gamal pun rusak. Karena pemukulan itulah, Libya enggan melanjutkan pertandingan meski berpeluang menjadi juara karena sudah unggul 1-0. Kabar yang beredar tersebut ternyata membuat PSSI gerah.

Karena itu, Nugraha Besoes, sekjen PSSI, memberikan beberapa penjelasan di kantor PSSI kemarin (2/9). Dia meminta agar menyampaikan berita dengan proporsional. ”Berita yang beredar saat ini berdasar katanya. Tidak ada yang melihat langsung. Karena itu, kami berharap agar jangan langsung menyimpulkan,” harapnya.

Dia menjelaskan telah melakukan penyelidikan sendiri untuk mencari fakta yang sebenarnya. Menurutnya, kesimpulan yang paling valid adalah adanya saksi yang melihat langsung hal itu. ”Kunci soal Piala Kemerdekaan adalah di pengawas pertandingan, kemudian wasit dan asisten wasit. Mereka akan memberikan laporan ke AFC (Federasi Sepak Bola Asia) mengenai apa yang terjadi yang tentunya berdasar apa yang dilihat,” jelasnya.

Nugraha tampaknya optimistis bahwa adanya hal itu tidak akan berpengaruh banyak tehadap nasib PSSI karena merasa para petugas pertandingan tidak melihat kejadian itu. Meski demikian, PSSI akan mencari data-data juga soal apa yang sesungguhnya terjadi.

”Kami sudah memanggil beberapa orang. Baik yang melihat maupun yang mengalami. Tapi, saya tidak mau menyebutkan namanya. Hasilnya sementara ini, tidak ada pemukulan. Kalau kemudian ada fakta kaca mata Gamal rusak mungkin saja terdorong atau mungkin sudah jelek,” beber Nugraha.

Nugraha lantas menjelaskan bakal mengumpulkan semua data yang ada termasuk sikap-sikap Gamal yang tidak menyenangkan selama mengikuti Piala Kemerdekaan. ”Gamal itu orangnya ngeselin seperti soal perminataan makanan. Masak dia meminta lima ayam panggang untuk satu orang. Kemudian, dia juga beberapa kali melontarkan kalimat ”fuck you” kepada ofisial Timnas,” urai Nugraha.

Dia menilai apabila itu dilaporkan ke AFC beserta saksi-saksi yang ada maka akan sangat berat konsekuensinya. ”Kalimat itu adalah yang paling tidak disukai,” tuturnya. Pernyataan Nugraha itu memperlihatkan bahwa PSSI tidak mau mengoreksi diri ke dalam soal mengapa ofisial tim bersikap emosional.

Mereka lebih memilih mempertahankan diri dan fokus mencari kesalahan Gamal. Itu terlihat ketika disinggung soal kemungkinan apabila ada memang terjadi aksi pemukulan yang dilakukan ofisial Timnas. ”Kami tidak mau berandai-andai soal itu,” jelasnya. (CP)

Senin, September 01, 2008

(0) Comments

Libya Ancam Lapor ke FIFA

INDOFOOTBALL

Pelatih Libya Gamal Adeen M Abu- Nowara mengancam akan membawa ke AFC atau FIFA atas insiden pemukulannya di final Piala Kemerdekaan lawan tim nasional (timnas) Indonesia,Jumat (29/8).

Namun,Indonesia mengaku memiliki cukup bukti untuk menyanggah pernyataan Pelatih The Green–julukan timnas Libya–tersebut. Merah Putih mengaku tidak terlalu mempersoalkan ancaman The Green tersebut. Sebab, mereka memiliki bukti cukup kuat atas terjadinya insiden tersebut.

Manajer Timnas Indonesia Andi Darrusalam Tabusala mengungkapkan, suasana tetap stabil bila Gamal tidak melontarkan pernyataan yang mengundang provokasi.The Green menilai, Charis Yulianto dkk berbuat curang dengan memanfaatkan faktor nonteknis. ”Gamal terus mendebat dan akan membawa masalah ini ke AFC atau FIFA. Bagi kami tidak masalah, silakan saja. Toh, kami juga tersinggung oleh sikapnya.

Gamal bilang kalau Indonesia menginginkan gelar juara harus dengan keringat, bukan menggunakan jasa wasit. Jelas saja kami tersinggung,siapa yang menggunakan jasa wasit,”ujarnya kepada SINDO kemarin. Bukan hanya Gamal, ADS–sapaan akrab Andi Darrusalam– juga mengeluhkan sikap pemain The Green.Mereka dianggap terlalu banyak menebar trik dan melakukan provokasi di lapangan.

”Libya terlalu merendahkan timnas.Dua kali Gamal berbicara seperti itu.Sikap mereka selalu seperti itu saat unggul,mulai mengulur waktu sampai melakukan tindakan kasar kepada pemain.Ya, itu sikap khas tim-tim dari Arab.Namun, kami tetap memantau perkembangannya. Sejauh ini belum ada indikasi apa-apa,”lanjutnya.

Ketua BLI tersebut juga menguatkan klarifikasi tidak adanya insiden pemukulan yang diklaim Gamal. Sebab, sebelumnya Asisten Pelatih Kiper Sudarno menyangkal tidak melakukan pemukulan. Sudarno mengaku hanya mendorong wajah Gamal. ”Tidak ada kejadian pemukulan.

Memang benar adanya keributan sejak di atas sampai lorong.Gamal terlihat debat dengan Demis (Demis Djamoedin, administrator BTN). Gamal terus menunjuk-nunjuk Demis sampai di depan ruang ganti.Mereka yang bersalah,buktinya bersedia naik podium dan menerima medali,”ujarnya.

Sementara itu, Demis mengaku tidak membalas provokasi Gamal. Justru dia meminta Gamal segera masuk ke ruang ganti pemain.”Semua berhak untuk melaporkan kejadian itu ke AFC atau FIFA.Masing-masing memiliki versi cerita. Bahkan, instruktur pertandingan pun seharusnya melaporkan masalah ini ke FIFA.

Mereka harus tahu bahwa sikap Gamal kurang bagus, padahal saya hanya mengingatkannya waktu istirahat hanya 15 menit.Saya juga meminta sebaiknya dia segera masuk ke ruang ganti,bukannya terus berteriak,”tandasnya. (SND)

Sabtu, Agustus 30, 2008

(0) Comments

Panpel Piala Kemerdekaan 2008 Gagal Penuhi Target Penonton

INDOFOOTBALL

Karena tim yang dihadirkan tidak berkualitas, turnamen Piala Kemerdekaan 2008 sepi penonton.

Ketua panitia pelaksana (Panpel) turnamen Piala Kemerdekaan 2008 Herman Chaniago mengakui, pihaknya gagal menjaring penonton sesuai target. Hal tersebut karena jam pertandingannya yang terlalu malam.

Demikian dikatakan pria yang juga direktur PT Graha Indi Sports, selaku event organizer turnamen berhadiah total $63 ribu kepada wartawan ditemui usai pertandingan final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, tadi malam.

"Kami memang gagal memenuhi target jumlah penonton. Seharusnya panitia mendapatkan sekitar Rp350 juta perhari atau sekitar 15.000 penonton di kursi VIP," katanya. "Mungkin hal ini terjadi karena jam pertandingannya yang terlalu malam, sehingga penonton enggan hadir."

Dijelaskannya, keputusan untuk menggelar pertandingan pada malam hari ini terkait dengan keinginan sponsor dan hak siar televisi. Karena itu lanjutnya, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas kegagalan memenuhi target penonton tersebut.

Pernyataan Herman Chaniago ini sebetulnya sedikit membingungkan. Bagaimana tidak, sebelumnya pria yang juga deputi sekjen IV PSSI bidang promosi dan pemasaran, menyatakan salah satu alasan untuk menggelar pertandingan pada malam hari guna menjaring penonton.

Sebab jika pertandingan digelar pada sore hari, dikhawatirkan penonton sepi karena masih jam kerja kantor di Jakarta. Anehnya, justru malah dia sendiri yang saat ini mengeluhkan jadwal pertandingan digelar pada malam hari.

Tapi sebetulnya bukan itu yang membuat penonton enggan menyaksikan langsung pertandingan turnamen yang pernah vakum selama tujuh tahun ini. Penyebab utamanya adalah karena tim-tim yang hadir tidak berkelas.

Hal yang berbeda pada perhelatan Piala Asia 2007 silam. Di mana pesertanya adalah tim-tim terbaik di Asia. Tak heran jika jumlah penontonnya pun selalu membludak. Terlebih pada setiap laga yang dimainkan timnas Indonesia.

Untuk itu, PSSI harus berpikir ulang untuk menggelar turnamen ini jika pesertanya tetap saja dari tim yang kualitasnya jauh di bawah Indonesia. Pasalnya pasti penontonya kembali sepi, terlebih dengan kondisi sepakbola nasional yang saat ini terus terpuruk. (Goal)

Sabtu, Agustus 30, 2008

(0) Comments

Bendol Pilih Tutup Mata

INDOFOOTBALL

Insiden pemukulan yang berujung pada aksi walk out pemain Libya ditanggapi dingin oleh Benny Dolo. Pelatih timnas Indonesia ini tak ingin berkomentar banyak terkait masalah itu.

"Saya tidak tahu kondisi yang sebenarnya seperti apa karena saya kan tidak ada disana," ujarnya di hadapan wartawan seusai pertandingan.

Namun bila berbicara tentang wasit yang kerap membuat keputusan merugikan, Bendol sepakat dengan Gamal Adeen M Abu Nowara.

"Kita juga merasa dirugikan, tapi saya nggak mau terpancing. Kalau mereka merasa diintimidasi buktinya mereka bisa mencetak gol," tambahnya.

Bagaimanapun juga, nasi sudah menjadi bubur. Indonesia keluar sebagai pemenang meskipun dengan cara yang tidak membanggakan. Bendol berpendapat kemenangan tim besutannya itu tidak terasa spesial.

"Ya menang hambar lah kalau kayak gini. Kita kan nggak melanjutkan pertandingan dan hasilnya juga belum tentu seperti ini," tukasnya. (DS)

Sabtu, Agustus 30, 2008

(1) Comments

'WO Adalah Putusan LFF'

INDOFOOTBALL

Aksi walk out (WO) timnas Libya di final Piala Kemerdekaan 2008 merupakan keputusan yang diambil oleh Federasi Sepakbola Libya (LFF).

Menurut pelatih Gamal Adeen M Abu Nowara, pihaknya sudah meminta pertimbangan kepada LFF untuk meneruskan pertandingan atau tidak, mengingat pihak Libya tidak mendapat jaminan keamanan terkait dengan insiden pemukulan yang dialaminya.

"Ini bukan keputusan saya, tapi federasi. Saya sudah menghubungi mereka dan mereka bilang kalau memang tidak nyaman, tidak usah dilanjutkan," tukasnya di hadapan wartawan seusai pertandingan.

Dengan keputusan ini, secara otomatis, Libya dinyatakan kalah 3-0 dan menempatkan timnas Indonesia sebagai juara Piala Kemerdekaan 2008. Adapun Libya harus puas dengan posisi runner up. (DS)

Sabtu, Agustus 30, 2008

(0) Comments

Gamal Abu-Nowara "Masyarakat Indonesia Maafkan Saya!"

INDOFOOTBALL

Libya menyatakan pengunduran diri mereka di babak final turnamen Piala Kemerdekaan 2008, karena pelatih Gamal Abu-Nowara dipukul oknum ofisial tim Indonesia.

Pelatih timnas U-23 Libya Gamal Adeen M Abu-Nowara menyatakan permohanan maafnya kepada masyarakat Indonesia, terkait keputusan timnya menolak melanjutkan pertandingan di babak kedua final turnamen Piala Kemerdekaan 2008 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (29/8) malam.

Dalam keterangan persnya usai pertandingan, pelatih berkepala plontos ini memaparkan alasan pengunduran diri yang dilakukan anak asuhnya di laga tersebut. Padahal mereka sementara unggul 1-0, setelah Abdallah Mohamed mencetak gol pada menit ke-13.

"Mohon maaf kepada masyarakat Indonesia. Kami terpaksa memutuskan mundur karena saya telah diserang oleh oknum ofisial tim dari Indonesia, ketika hendak menuju ruang ganti begitu babak pertama usai," jelas Gamal.

"Dan setelah melakukan pembicaraan dengan manajer tim, maka terpaksa kami putuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan di babak kedua. Ini tentu sangat mengecewakan kita semua," tambahnya.

Dijelaskannya, sebagai pelatih, dirinya sama sekali tidak habis pikir dengan terjadinya insiden penyerangan yang dialaminya. Terlebih karena pelakunya adalah oknun ofisial tim tuan rumah. Parahnya lagi karena hal itu nyaris membuat ia babak belur.

"Kaca mata saya yang sebelah kiri pecah, bibir saya pun bengkak setelah diserang oleh seorang pria berbadan gemuk saat hendak menuju ke kamar ganti," ujarnya dengan nada lirih sembari menujukkan kaca mata dan bibirnya kepada sejumlah wartawan yang berada di ruang jumpa pers.

"Selain penyerangan yang dilakukan kepada saya, pemain kami pun banyak yang cedera akibat dikasari pemain Indonesia. Sayangnya wasit membiarkan semua pelanggaran itu terjadi. Hal inilah yang membuat kami mantap memutuskan mundur," sungutnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun GOAL.com, pelaku pemukulan itu adalah pria berinisial pr, yang merupakan asisten pelatih timnas senior Indonesia. Sayangnya, pria yang dimaksud tidak bisa dimintai keterangan.

Ditempat yang sama, pelatih timnas Indonesia Benny Dollo, bersumpah tidak mengetahui adanya insiden memalukan yang mencoreng nama Indonesia di mata internasioanl tersebut. Sebab, saat terjadinya keributan itu, dirinya telah berada di dalam ruang ganti pemain.

"Demi Tuhan saya tidak mengetahui adanya insiden pemukulan itu, karena saya sudah lebih dahulu masuk ke dalam ruang ganti pemain" tegasnya. "Maka dari itu, saya tidak bisa menjelaskan masalah ini kepada Anda semua." (Goal)

Jumat, Agustus 29, 2008

(0) Comments

Libya Tolak Bermain, Indonesia Menang WO

INDOFOOTBALL

Ofisial Indonesia Pukul Pelatih Libya

Memalukan. Indonesia akhirnya menang Piala Kemerdekaan 2008 setelah pemain Libya menolak memainkan babak kedua. Padahal, Libya sudah lebih dulu unggul di babak pertama.

Menurut sumber KOMPAS.com di Stadion Utama Gelora Bung Karno, penolakan itu dipicu oleh tindakan kurang menyenangkan dari tuan rumah dan Libya meminta jaminan keamanan dari panitia pertandingan. Sumber itu mengatakan, pelatih Libya Gamal Adeen Nowara dipukul oleh ofisial timnas Indonesia saat menuju ruang ganti usai babak pertama.

Kejadian itu berlangsung begitu singkat dan polisi langsung menutup area tersebut dan tidak memperbolehkan wartawan mencari keterangan lebih lanjut. Kedua kubu memang terlibat perseteruan di sepanjang babak pertama setelah kedua tim bermain kasar. Budi Sudarsono dan Isnan Ali berulang kali melakukan pelanggaran keras, sementara pemain Libya membuat tindakan provokatif yang memancing emosi.

Menjelang dimulainya babak kedua, tim senior Indonesia sudah siap turun ke lapangan dan tinggal menunggu tim lawan. Namun, setelah ditunggu 15 menit, pemain Libya tidak mau masuk arena pertandingan. Wasit Shahabuddin Moh Hamiddin akhirnya menyatakan Indonesia menjadi juara dengan kemenangan walk-out. Skor kemudian ditentukan 3-1 untuk keunggulan Indonesia. (KPS)

Jumat, Agustus 29, 2008

(0) Comments

Indonesia B Rebut Medali Perunggu

INDOFOOTBALL

Tim Indonesia B berhasil merebut medali perunggu Turnamen Piala Kemerdekaan atau Pertamina Independence Cup 2008 setelah berhasil mengalahkan Myanmar 1-0 dalam pertandingan playoff perebutan tempat ketiga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (29/8). Selain medali perunggu, Tim Indonesia B berhak atas hadiah uang sebesar 19 ribu dolar AS.

Pertandingan kedua tim berlangsung ketat. Myanmar terlihat matang, tapi Indonesia B memiliki motivasi tinggi serta didukung oleh fisik yang lebih kuat karena diperkuat pemain-pemain U-21. Gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Jajang Mulyana pada menit ke-10.

Pelatih Indonesia B Bambang Nurdiansyah merasa terharu atas keberhasilan tim asuhannya meraih posisi ketiga.

“saya senang, namun yang lebih penting dari kemenangan ini adalah tim ini menunjukkan potensi yang baik untuk masa depan. Siapapun pelatihnya saya harap tim ini tetap dibina.”

Sementara itu pelatih Myanmar Marcos Antonio Falopa mengakui keunggulan Indonesia B, namun ada kekecewaan terhadap wasit yang memimpin pertandingan, “Saya senang berada di Indonesia dan mengikuti pertandingan ini, namun perlu dicermati bahwasanya Indonesia perlu meningkatkan kualitas wasit. Khususnya wasit beserta asistennya yang memimpin pertandingan malam ini. Meskipun mereka telah berusaha untuk tidak berat sebelah, tetap keputusan yang mereka buat sedikit terpengaruh oleh rasa nasionalisme. “

“Tapi biar bagaimanapun saya mengucapkan selamat kepada tim Indonesia B, mereka memiliki potensi. Bagi saya tidak penting berakhir di urutan ke empat, tiga, dua atau menjadi juara. Tapi apa yang kita berikan adalah yang terbaik.” (PSSI)

Jumat, Agustus 29, 2008

(0) Comments

Budi Kesampingkan Ego Pribadi

INDOFOOTBALL

Final Piala Kemerdekaan IX malam ini tak hanya menyuguhkan perang antara Timnas Senior dan Libya. Ada hal lain yang tidak kalah menarik untuk disimak. Hal tersebut menyangkut siapa yang akan dinobatkan sebagai top scorer dan berhak menggondol hadiah 8 ribu USD.

Kebetulan, pemain yang sangat berpeluang meraih gelar pencetak gol terbaik berada di dua tim finalis. Yakni, Budi Sudarsono di Timnas Senior dan Zaghb Anis Fuzi Khalefa dari kubu Libya. Baik Budi maupun Khalefa sama-sama telah mengoleksi lima gol.


Keduanya pun masih berpeluang menambah donasi golnya. Sebab, sangat mungkin dua pemain tersebut bakal diturunkan dalam babak final nanti malam. "Menjadi top scorer memang membanggakan. Tapi, saya tidak berambisi untuk itu. Sebab, yang utama adalah Indonesia harus juara," ujar Budi kepada Jawa Pos.

Hasrat membawa Timnas Senior ke podium juara itulah yang kini justru lebih melecut pemain asal Kediri tersebut. Karena itu, Budi mengesampingkan ego pribadinya. Pemain yang akrab dengan nomor punggung 13 tersebut mengatakan, jika dirinya memaksakan diri, itu justru membahayakan tim.

"Terus terang saat melawan Timnas U-21 kemarin, saya terlalu egois untuk mencetak gol. Hasilnya ternyata sangat buruk buat saya pribadi dan tim," ujar Budi.

Ya, ketika menghadapi Timnas U-21, Budi gagal membukukan gol. Selain itu, sikap egoisnya tersebut berdampak pada donasi gol Timnas Senior. Mereka hanya mampu menang tipis 1-0 atas juniornya.

"Saya sudah mengevaluasi diri. Untuk itu, saya tidak akan egois di final besok (hari ini, Red). Saya percaya kalau memang Yang Mahakuasa memberi, pasti akan ada jalannya tanpa harus memaksakan diri," tandasnya. (KPS)

Jumat, Agustus 29, 2008

(0) Comments

Hapus Dahaga Sewindu

INDOFOOTBALL

Indonesia berpeluang mengakhiri kemarau gelar juara selama delapan tahun terakhir.Syaratnya, timnas senior harus menjungkalkan Libya di final.

Sejak terakhir kali menjadi juara di Piala Kemerdekaan 2000, Indonesia tidak pernah lagi menjadi kampiun di berbagai event. Merah Putih hanya puas sebagai runner-up Piala AFF tiga periode (2000, 2002, serta 2004). Indonesia terakhir kali berkalung medali emas (juara) diSEAGames(SEAG) 1991. Sejak itu nama Indonesia seolah dibayangi kegagalan di berbagai turnamen.

Nanti malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Indonesia berpeluang menghapus dahaga gelar selama sewindu (delapan tahun), serta menjadi tim pertama yang mengoleksi tiga gelar juara Piala Kemerdekaan. ’’Kondisi tim sangat bagus. Kami bisa menurunkan siapa pun lantaran kondisi mereka bugar. Kami sadar ini merupakan final ideal lantaran kekuatan Libya di atas peserta lain.Kami siap mengalahkan Libya dan menjadi juara.

Kami sudah menyiapkan strategi untuk meredam permainan mereka. Kami jelas akan bermain sedikit berbeda dari pertandingan sebelumnya,” ungkap Pelatih Timnas Senior Benny ’’Bendol”Dollo. Performa Merah Putihdi Piala Kemerdekaan 2008 memang ’’agak’’ menjanjikan.Mereka mencatat rekor tidak pernah kebobolan.Di semifinal,Charis Yulianto dkk mengalahkan U-21 dengan skor 1-0.

Pada penyisihan Grup A mereka melumat Kamboja dengan skor 7-0 serta menang 4-0 atas Myanmar. ’’Kami tidak terbebani situasi apa pun. Komposisi pemain yang kami turunkan memang sama. Kami tidak berani bereksperimen, apalagi ini turnamen resmi. Bisa saja modifikasi pemain dilakukan saat menghadapi Libya. Namun, apakah itu akan mendatangkan keuntungan bagi tim,”ujarnya.

Sementara itu,Pelatih Libya Gamal Adeen Abu-Nowara sudah menyusun skenario demi mengganjal ambisi Charis dkk.The Green–julukan Libya– juga menginginkan gelar juara.’’Kami sadar,besok (hari ini) bukan pertandingan mudah. Sebab, kami harus menghadapi kandidat kuat juara.Namun, kami sudah siap menjadi juara,”tandasnya. (SND)

Jumat, Agustus 29, 2008

(0) Comments

Indonesia Harus Hapus Trauma Tim Ganda

INDOFOOTBALL

Tim nasional (timnas) senior Indonesia akhirnya melangkah ke final Piala Kemerdekaan 2008 setelah menyingkirkan saudara mudanya, timnas U-21,di partai semifinal.

Apakah ini sebuah prestasi? Tentu saja masih bisa diperdebatkan. Setidaknya,beberapa kalangan agak sedikit meragukan kualitas dari peserta. Kamboja, Myanmar, Brunei Darussalam dari dulu bukan lawan sepadan.

Libya yang akan jadi lawan di final, juga tampil kurang stabil. Namun, apa pun itu, seharusnya kerja keras Merah Putih layak mendapat apresiasi. Apalagi,jikamenjadijuara,Indonesia akan menjadi tim pertama yang mengoleksi tiga gelar juara sejak turnamen ini digulirkan (Indonesia menjadi juara di edisi 1987 dan 2000). Potensi menjadi kampiun itu sangat terbuka. Karena, lawan yang dihadapi hanya Libya U-23.

Artinya, dari sisi pengalaman,visi bermain,ketenangan saat menghadapi tekanan,Charis Yulianto dkk tentu lebih baik dibandingkan pemain-pemain muda dari Benua Afrika itu. Persoalannya, tak selalu hitungan di atas kertas menjadi kenyataan.Apalagi, Indonesia justru selalu bermasalah setiap mengirim dua tim di turnamen ini. Situs rsssf.com mencatat, dari delapan kali penyelenggaraan Piala Kemerdekaan, Indonesia lima kali mengirimkan dua tim.Tapi, hanya satu yang menghasilkan juara,yaitu edisi 1987.

Eksperimen menurunkan dua wakil dilakukan saat Piala Kemerdekaan baru pertama kali digelar (1985). Saat itu, PSSI membentuk dua tim,Rajawali dan Garuda. Namun, hasilnya justru sangat mengecewakan setelah keduanya gagal di penyisihan grup. Masih penasaran, Indonesia kembali menurunkan dua tim di Piala Kemerdekaan 1986. Kali ini namanya Indonesia A dan B.

Indonesia A memang melangkah ke final, sebelum akhirnya dikalahkan Aljazair lewat gol Boniche Il Nasser pada menit ke-93. Duakegagalaninitakmembuat PSSI kapok mengutus dua tim.Terbukti, pada Piala Kemerdekaan1987,Indonesia lagi-lagi turun dengan dua tim, Indonesia A dan B. Spekulasi ini membuahkan hasil,setelah Indonesia A menjadi juara dengan menundukkan Aljazair lewat gol Ricky Yakob (26) dan Ribut Waidi (103).

Namun, setelah itu perjalanan tim ganda selalu gagal. Di Piala Kemerdekaan 1990, Indonesia gagal menjadi kampiun dengan timnya, Indonesia A dan B.Piala Kemerdekaan 1994, Indonesia lagilagi gagal,dengan tim Garuda dan Harimau. Meski lolos ke final, tim Harimau keok dari Thailand di laga final. Semua tentu berharap keputusan Indonesia tampil dengan timnas senior dan U-21 tidak menjadi blunder.Charis dkk diharapkan bisa mengakhiri puasa gelar dalam delapan tahun terakhir ini. (SND)

Jumat, Agustus 29, 2008

(0) Comments

Spirit Darah Muda

INDOFOOTBALL

Punggawa tim nasional (timnas) U- 21 Indonesia sangat bersemangat menjelang pertandingan menghadapi Myanmar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) nanti malam.

Mengusung spirit darah muda,mereka tetap ingin meraih kemenangan meski hanya untuk posisi ketiga. StrikertimnasGherrySetia Adi menegaskan, pihaknya sangat bernafsu menunjukkan kualitas terbaik di turnamen ini. ”Pertandingan ini sangat penting,tidak saja buat timnas, tapi juga karier saya sebagai individu,”kata Gherry kepada SINDO kemarin.

Mengusung target menang, Gherry dkk dituntut ekstrawaspada. Bagaimanapun,Myanmar adalah tim yang berpotensi mengejutkan.Setelah sempat dihajar timnas senior 0-4,mereka sempat membuat Libya empot-empotan sebelum akhirnya menyerah 3-5. ”Pemain kami sering dikritik karena tampil gugup ketika menghadapi tim-tim luar negeri. Anggapan ini akan hilang jika kami bisa mengalahkan Myanmar nanti.

Jadi, ini kesempatan emas,” kata Pelatih Timnas U-21 Bambang Nurdiansyah kepada SINDO kemarin. ”Soal komposisi pemain, saya memiliki dua acuan.Pertama, tentu kondisi fisik.Kedua, kebutuhan strategi di lapangan.Ketika fokus kami menyerang, kami akan menambah gelandang dengan karakter menyerang. Simpelnya seperti itulah,” tutur Bambang. Tapi, Myanmar juga tak ingin pulang dengan tangan hampa.

”Fisik pemain kami sangat letih saat dikalahkan Libya.Tapi,Anda bisa melihat bagaimana spirit pemain kami yang tampil ngotot dan memberi perlawanan berat untuk Libya.Kondisi ini sangat penting bagi kami,”kata Falopa. (SND)

Jumat, Agustus 29, 2008

(0) Comments

Ingin Beri Persembahan Terakhir

INDOFOOTBALL

Laga timnas U-21 melawan Myamnar kemungkinan menjadi akhir dari perjalanan Pelatih Bambang Nurdiansyah. Mantan pelatih Arema Malang ini selanjutnya akan mendarat di PSIS Semarang menggantikan Edi Paryono Coach,

Anda termasuk pelatih yang paling sering keluar-masuk klub dan tim nasional (timnas). Apa motivasinya?

Saya bolak-balik dari klub ke timnas demi prestasi. Bagi saya, tantangan melatih klub dan timnas sangat berbeda dan perbedaan itu yang membuat saya termotivasi bekerja.

Apa perbedaannya?

Di klub,kita membentuk tim untuk sebuah kompetisi yang sangat panjang dan ketat.Ketika dalam satu pertandingan kalah,masih ada banyak kesempatan berbenah dan membalasnya pada pertandingan lain. Berbeda dengan di timnas yang disiapkan untuk mengikuti sebuah event pendek. Jadi, di timnas harus punya kemampuan menyiapkan tim terbaik dalam tempo yang sangat singkat.

Kabarnya Anda menangani PSIS Semarang setelah Piala Kemerdekaan nanti.Ada motivasi khusus?

Saya senang masih punya kesempatan tampil memperebutkan peringkat 3 melawan Myanmar. Jelas saya berharap bisa menang dan merebut peringkat 3.Tapi, saya sadar itu cukup berat karena Myanmar menurunkan timnas senior yang kuat dan berpengalaman.

Kenapa PSIS?

PSIS adalah klub yang memiliki nama besar. Namun, sekarang mengalami kesulitan keuangan sehingga banyak memakai pemain muda. Saya sendiri dikontrak PSIS dengan sistem kekeluargaan.Saya diberi sebidang tanah dan mobil serta gaji secukupnya oleh Pak Yoyok (General Manager PSIS Yoyok Sukawi).Yang jelas,saya akan berusaha keras membenahi prestasi PSIS.

Apa prestasi yang paling membuat Anda berkesan menangani timnas?

Saya pernah membawa timnas U-21 menjuarai Hassan Bolkiah Cup di Brunei.Yang membuat saya puas bukan cuma sebagai juara,tapi mampu mengalahkan Thailand di babak final.Kenangan ini selalu saya ingat. (SND)

Kamis, Agustus 28, 2008

(0) Comments

Indonesia Sesumbar Lumat Libya

INDOFOOTBALL

Kubu Indonesia sesumbar bakal mampu melumat Libya di babak final turnamen Piala Kemerdekaan 2008, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (29/8) malam.

Timnas senior Indonesia tampaknya dalam kondisi percaya diri yang cukup tinggi, setelah melalui hadangan lawannya dengan mulus di babak penyisihan grup.

Tak heran jika skuad tim besutan pelatih Benny Dollo ini sesumbar bisa melumat Libya di babak final turnamen Piala Kemerdekaan 2008 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (29/8) malam.

Menurut asisten pelatih timnas senior Indonesia Widodo Cahyono Putra, kepada wartawan di Jakarta Kamis siang, semua pemainnya telah siap allout di laga pamungkas tersebut dan siap memberikan gelar untuk publik sepakbola nasional.

Terlebih karena Libya diyakini cukup lelah usai melakoni laga di babak semi-final melawan Myanmar. Selain itu, kondisi terakhir Charis Yulianto dan kawan-kawan dipastikan tidak ada masalah, termasuk kiper Ferry Rotinsulu yang sempat mengalami cedera di laga terakhir penyisihan grup.

Ditanya antisipasi yang akan dilakukan menghadapi pemain Libya yang lebih unggul dari segi postur tubuh, mantan bomber timnas Indonesia ini mengaku telah memiliki senjata ampuh dalam meredam permainan lawannya tersebut.

"Yang pasti kami harus menjaga pergerakan pemain dari kedua sayap mereka, sehingga tidak bisa memberikan umpan silang dengan akurat," katanya. "Kami pun tidak ada masalah dengan postur tubuh pemain Libya."

Terpisah, pelatih Libya Gamal Adeen Abu-Nowara menyatakan, pihaknya memang sudah memprediksi bakal mampu lolos ke babak final. Sehingga dirinya tidak begitu kaget ketika anak asuhnya bisa memenuhi target tersebut.

Disinggung siapa saja pemain Indonesia yang patut diwaspadai, pelatih berkepala plontos ini menyatakan jika pemainnya akan memberi perhatian khusus kepada pemain bernomor punggung 13, yakni Budi Sudarsono. (Goal)

Kamis, Agustus 28, 2008

(0) Comments

Timnas Senior Tantang Libya Di Final

INDOFOOTBALL

Sukses menghentikan perlawanan juniornya di babak semi-final, timnas senior Indonesia akhirnya menantang Libya di partai puncak turnamen Piala Kemerdekaan 2008.

Seperti dugaan sebelumnya, timnas senior Indonesia sukses mengatasi perlawanan juniornya timnas U-21 di babak semi-final turnamen Piala Kemerdekaan 2008.

Meski hanya menang tipis 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8) malam, namun kemenangan itu cukup mengantarkan tim Merah Putih senior ke babak final.

Gol semata wayang timnas A dibukukan gelandang Ponaryo Astaman pada menit ke-21. Dengan demikian, tim besutan pelatih Benny Dollo akan menghadapi Libya yang telah lebih dulu lolos, setelah menghempaskan Myanmar 5-3.

Sesuai rencana, laga pamungkas turnamen berhadiah total $63 ribu akan digeber pada Jumat (29/8) mendatang di stadion utama. Prediksi bakal bertemunya dua tim kuat ini akhirnya terbukti.

Sementara Myanmar dan timnas U-21 yang sama-sama mengalami kekalahan di babak semi-final, bakal berhadapan untuk memperebutkan tempat ketiga. (Goal)

Rabu, Agustus 27, 2008

(0) Comments

Hanya Final yang Gunakan Perpanjangan Waktu

INDOFOOTBALL

Pertandingan babak semifinal dan perebutan tempat ketiga Turnamen Piala Kemerdekaan 2008 tidak memakai sistem perpanjangan waktu. Berdasarkan hasil manager meeting di Kantos PSSI, Selasa (26/8), jika dalam waktu normal 2x45 menit skor masih imbang, maka duel langsung dilanjutkan dengan adu tendangan penalti untuk menentukan pemenangnya.

"Itu hasil kesepakatan dalam managers meeting yang dihadiri keempat tim semifinalis,” ungkap Rahmad Priyadi, General Coordinator Turnamen bertajuk Pertamina Independence Cup 2008.

Empat tim terbaik yang akan berlaga di babak semifinal besar ini adalah Libya (juara Grup A), Indonesia A (juara Grup B), Indonesia B (runner-up Grup A), dan Myanmar (runner-up Grup B). Partai semifinal pertama dimulai pukul 18.15 WIB antara Libya melawan Myanmar yang akan disiarkan secara langsung oleh TV Global. Partai semifinal kedua mempertemukan Indonesia A melawan Indonesia B mulai pukul 21.15 WIB yang disiarkan langsung oleh RCTI.

Final Pakai Perpanjangan Waktu

Sistem yang sama juga akan berlaku untuk pertandingan playoff perebutan peringkat tiga. Jika pertandingan selama 90 menit berakhir imbang, penentuan pemenang melalui adu penalti. "Hal itu sudah tercantum dalam Tournament Rules untuk Pertamina Independence Cup 2008," jelas Rahmat.

Berbeda dengan babak semifinal dan playoff perebutan tempat ketiga, khusus untuk babak final berlaku sistem perpanjangan waktu. Dalam Tournament Rules, disebutkan bahwa jika pertandingan 90 menit berakhir imbang, maka pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

"Kalau skor tetap tak berubah selama 2x15 menit, penentuan juara melalui adu tendangan penalti," ujar Rahmad. (Kompas)

Rabu, Agustus 27, 2008

(0) Comments

Juara Piala Kemerdekaan 2008 Bakal Raih Rp 248 Juta

INDOFOOTBALL

Turnamen Sepakbola Internasional Piala Kemerdekaan bertajuk Pertamina Independence Cup 2008 akan memberikan hadiah menggiurkan bagi tim-tim yang mengukir prestasi. Total hadiah yang disiapkan pihak panitia berjumlah 63 ribu dolar AS atau sekitar Rp 578.529.000 (1 dolar AS = Rp 9.183).

"Kami sengaja membuat angka 63 ribu itu untuk menggambarkan HUT ke-63 RI tahun 2008 ini," ujar Herman Ago, Direktur PT GIS yang menjadi Event Organizer (EO) Pertamina Independence Cup 2008.

Dari total 63 ribu dolar AS itu, juara pertama akan mendapat 27 ribu dolar AS atau Rp 248 juta. Runner-up mendapat 18 ribu dolar AS atau Rp 165 juta. Peringkat tiga berhak atas hadiah uang sebesar 10 ribu dolar AS atau Rp 92 juta.

Di luar itu, pihak panitia juga menyediakan hadiah bagi top skor sepanjang Turnamen. Top skor yang saat ini dipimpin oleh striker Indonesia A, Budi Sudarsono, yang sudah mengemas 5 gol, akan menerima hadiah uang sebesar 8 ribu dolar AS atau sekitar Rp 74 juta.

Menurut Edy Syahputra yang membidangi promosi dan marketing Piala Kemerdekaan 2008, selain total hadiah 63 ribu dolar AS yang identik dengan HUT ke-63 RI, angka-angka pada hadiah itu memiliki makna Hari Kemerdekaan RI tanggal 17-8-1945.

"Coba saja, 27 ribu – 10 ribu = 17. Angka 27 ribu + 18 ribu = 45. Angka 27 ribu – 8 = 19. Kita pun akan ketemu dengan angka 17-8-1945," papar Edy.

Soal kategori hadiah, Herman Ago menjelaskan bahwa peringkat empat tidak mendapat hadiah agar pertandingan playoff berlangsung ketat dan menarik. Selain memberikan hadiah kepada tim yang berprestasi, pihak panitia juga memberikan hadiah kepada pemain yang berprestasi. (Kompas)

Rabu, Agustus 27, 2008

(0) Comments

Libya ke final

INDOFOOTBALL

Kesebelasan Libya melaju ke final Piala Kemerdekaan, setelah pada laga semifinal Rabu (27/8) malam, yang baru saja berakhir, menang 5-3 atas Myanmar.

Hingga turun minum, Libya unggul 3-2. Pada babak kedua, tim asuhan Gamal Adeen M Abu-Nowara menambah dua gol lewat Zaghb Anis Fuzi Khalefa, dan tendangan penalti Saleh Ibrahim A Ali.

Myanmar hanya mampu menambah satu gol melalui Yan Paing, juga melalui eksekusi penalti.

Rabu, Agustus 27, 2008

(0) Comments

Libya Sementara Unggul 3-2

INDOFOOTBALL

Kesebelasan Libya untuk sementara unggul tipis 3-2 atas Myanmar, pada laga semifinal Piala Kemerdekaan 2008 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8) malam ini. Saat ini, pertandingan memasuki masa istirahat.

Myanmar unggul terlebih dahulu lewat gol Soe Myat Min, ketika laga belum memasuki menit pertama. Tertinggal satu gol, Libya berusaha keras menyamakan skor. Kengototan Libya menuai hasil dengan terciptanya tiga gol, yakni dua oleh Zaghb Anis Fuzi Khalefa, dan Abdalla Mohamed.

Sebelum babak pertama usai, Myanmar memperkecil ketinggalan, kembali lewat gol Soe Myat Min.

Profil Bintang

Bokay Eddi Foday "Si Kurus Beri Bukti"

Postur kurus kerempeng dan tinggi menjulang yang dimiliki Bokay Eddie Foday kurang ideal untuk ukuran pesepak bola profesional. Kala pertama kali menukangi Persiwa di awal musim, Suharno sempat meragukan kemampuan striker kelahiran Monrovia, Liberia, 28 Mei 1986 yang telah tiga musim membela panji The Highlander itu.

Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya


Aun Carbiny "Bek Subur"

Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.

Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.

Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya

Berita Terbaru

blog-indonesia.com Football Blogs - BlogCatalog Blog Directory TopOfBlogs Add to Technorati Favorites KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia 100 Blog Indonesia Terbaik Blog Terbaik
IndoTopBlog, Kumpulan Blog dan Situs Indonesia